Rahasia Membangun Kekayaan Melalui Bisnis Properti "Kost"

Sukses Berinvestasi lewat Bisnis Kos-kosan

Setiap orang lazim merencanakan masa depan dengan terus bekerja. Ada yang bekerja kantoran menjadi PNS, bahkan buruh kasar perusahaan. Semua dilakukan agar kelak bisa hidup tenang dan nyaman di masa depan. Namun, pernahkah berpikir saat masa tua atau pensiun tiba? Di saat pikiran dan tenaga sudah tidak muda, bagaimana mengantisipasi agar tak menjadi beban anak-anak?

Investasi adalah salah satu pilihan yang biasa dilakukan orang menjelang memasuki masa-masa pensiun. Ada banyak macam investasi yang diharapkan mampu menghasilkan passive income di masa depan. Salah satunya berinvestasi dengan membangun rumah-rumah kos.

Buku ini mengajak pembaca, terutama orang-orang yang memikirkan masa pensiun untuk membuka pikiran dan berusaha menjalankan bisnis kos. Investasi properti salah satu jenis yang populer. Selain dipercaya harganya selalu naik, properti juga dapat menjadi mesin cash flow (passive income) seperti kos atau hotel.

Lalu, kenapa bisnis kos cukup menggiurkan? Riset yang dilakukan Ignatius Untung selaku Country General Manager rumah123. com patut direnungkan. Pada 2021, generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta terancam tidak bisa membeli rumah. Pendapatan rata- rata generasi milenial saat ini enam juta.

Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah 300 juta (apartemen), dibutuhkan pendapatan minimal pendapatan 7,5 juta per bulan. Padahal, dengan asumsi kenaikan harga properti minimal 20 persen per tahun, sedangkan kenaikan gaji maksimal hanya sekitar 10 persen per tahun (hlm 14).

Berdasarkan riset itulah, Iwan Kenrianto menilai bahwa berinvestasi di bidang kos untuk generasi mileniail merupakan kesempatan emas yang perlu dicoba. Saat ini, properti dipercaya sebagai media investasi sangat baik karena harganya terus meningkat dan bisa mendatangkan hasil bila disewakan (hlm 20).

Carilah informasi yang tepat seperti suku bunga terbaru, rencana pengembangan kota, status zona area, status kepemilikan tanah, kelengkapan dokumen legalitas, dan lainnya. Calon investor harus mengetahui waktu yang tepat untuk membeli kos dan saat menjualnya.

Lokasi yang tepat dalam memilih kos juga merupakan salah satu yang perlu diperhatikan. Ini akan menyangkut jumlah akupansi kos ketika beroperasi. Memilih pengembang yang tepat, bila investor memilih untuk berinvestasi pada lahan yang masih konsep/gambar. Pembayaran kos yang dibeli dengan cara kontan atau kredit (hlm 41)?

Banyak bahasan dalam buku yang bisa menginspirasi calon pengusaha kos. Tak hanya berisi seputar motivasi dan langkah-langkah menerjuni bisnis properti, buku juga dengan blak- blakan menceritakan cara penulis terjun dalam bisnis dengan modal minimal bahkan nol. Rahasia membuat hunian kos selalu penuh, harga sewa bagus, dan aman nyaman bagi penghuni kos. (Untung Wahyudi - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy