Reinventing

Mengelola Sumber Energi Sebagai Sarana Kemajuan Bangsa

ReinventingSalah satu aspek menentukan kemajuan bangsa adalah pengelolaan sumber energi. Pemerintah mengelolanya melalui penemuan sumber-sumber energi baru dan  pembelian dari negara lain. Jika sumber energi tidak terkelola dengan baik, kebangkrutan negara sewaktu-waktu bisa terjadi. Lihat saja kawasan Timur Tengah yang terus konflik sehingga negara tidak bisa optimal mengelola energi. Maka, meskipun mereka kaya minyak sebagai sumber energi, konflik menyebabkan kemiskinan.

Energi memang dilematis, di satu sisi menghidupkan, tapi juga mengancam dan mengubah dunia (hlm 1). Artinya, seluruh kehidupan suatu negara berawal dari energi untuk mencapai memakmurkan. Namun, di sisi lain, energi juga bisa menjadi petaka karena sering menjadi sumber konflik antarnegara. Sumber energi bisa menjadi konflik antarmasyarakat. Bahkan, teori kutukan sumber daya alam bukan isapan jempol. Negara dengan sumber daya alam dan energi melimpah justru mengalami ironi karena miskin lantaran banyak konflik memperebutkan sumber energi.

Kenyataan ini, misalnya, dapat dilihat dari era perang dingin. Kemudian kasus ISIS di Suriah dan Irak. Pemberontakan ISIS dibiayai dengan penguasaan ladang minyak di Suriah (hlm 25). Maka, pengelolaan minyak sumber energy pun menjadi konflik berkepanjangan yang berujung pada kemiskinan suatu negara.

Persoalan inilah yang disajikan dalam buku Reinventing. Di dalamnya juga dibahas posisi sumber energi bagi suatu negara. Maka, negara harus bijak dalam mengelola sumber energi, sehingga bisa dieksplorasi, dimanfaatkan, dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Buku secara mendetil membahas persoalan sumber energi Indonesia. Perlu ada perubahan dalam mengelola sumber energi guna menghadapi krisis. Bangsa perlu mengingat bahwa cadangan minyak nasional akan habis dalam 12 tahun ke depan. Demikian juga dengan gas akan habis 30 tahun ke depan dan batu bara  50 tahun kemudian (hlm 12).

Artinya, jika tidak ada perubahan tata kelola, maka sumber energi akan habis. Di sinilah, berbagai studi kasus perusahaan pengelola sumber energi seperti Badak Energi LNG dan PT Arun NGL dibahas agar masyarakat memahami persoalannya sangat krusial.

Pemerintah harus lebih baik lagi dalam mengelola. Sedangkan masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan energi. Dengan sinergisitas seperti ini kelangkaan sumber energi bisa diatasi. Dengan demikian ketersediaan energi tetap terjaga dengan baik untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia. (Heru Kurniawan - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Rhenald Kasali (2016), "Reinventing", Mizan, 978-979-4339-33-6: 279 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy