Misteri Soliter

Keanehan-keanehan dalam Perjalanan Ayah dan Anak

Misteri SoliterJostein Gaarder, penulis novel Dunia Sophie, kali ini meluncurkan ‘kisah’ filsafat dalam setumpuk kartu remi. Lewat kartu remi, petualangan seorang anak dan ayahnya untuk mencari ibu diwarnai berbagai filosofi dalam novel Misteri Soliter. Tokohnya, Hans Thomas, ketika berumur empat tahun ditinggal ibu pergi ke Athena untuk mencari jati diri.

Saat usia 12, Hans mendapati foto ibu terpampang di majalah yang dibeli bibi. Ibu menjadi model di Athena. Hans dan ayahnya, Pa, lalu meninggalkan Arendal ke Athena. “Kita harus membawanya pulang ke rumah, Hans Thomas. Kalau tidak, aku takut dia akan tenggelam dalam dongeng mode ini,” kata Pa (hal. 28).

Dalam perjalanannya, Pa banyak nyekoki Hans dengan kata-kata filososi. Pa membeberkan teori-teori tentang kehidupan, dewa-dewi, dan alien. Ada juga cerita kakek-nenek Hans yang menjadi salah satu cerita paling penting dalam hidupnya.

Di perbatasan Swiss, keduanya bertemu manusia bertubuh kurcaci yang memberitahu jalan pintas agar sampai ke Venesia lebih cepat. Kurcaci itu juga menyarankan bermalam di Dorf. Dari sanalah Hans mendapat sebuah kaca pembesar dan kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan.

Hans menemukan sebuah toko roti kecil yang buka pada malam hari di Dorf. Seorang pria tua mengajaknya masuk, dan memperkenalkan diri sebagai pemilik toko roti tersebut. Ia memberikan Hans empat roti kadet. Satu yang paling besar berisi buku berukuran sangat kecil berjudul Soda Pelangi dan Pulau Ajaib (hal. 61).

Di dalam buku itu diceritakan seorang pemuda bernama Ludwig yang bertemu tukang roti tua, Albert Klages. Albert bercerita tentang pengalamannya di Dorf. Ia bertemu Hans, tukang roti saat umur 12. Mereka bersahabat dengan cepat. Bahkan Albert dijanjikan sebuah minuman seribu kali lebih lezat yang ternyata ramuan ajaib soda pelangi (hal. 98).

Esok malamnya, Hans tukang roti menceritakan pada Albert tentang asal-usul soda pelangi. Ia juga menceritakan pengalaman tenggelam dan hampir mati ketika berlayar naik kapal Marie. Tukang roti itu mendayung sampai di sebuah pulau. Ia bukan hanya menemukan ramuan soda pelangi, di pulau itu, tapi juga menemukan 52 kurcaci dengan empat gambar dan 52 angka berbeda. Ini tepat seperti satu set kartu remi. Ada keriting, wajik, hati, sekop, dan seorang Frode yang mengungkapkan rahasia di balik pulau ajaib. Di luar itu semua, satu Joker membuat keadaan pulau menjadi kacau (hal. 272-278).

Buku itu tanpa sadar membuat Hans paham akan alasan Pa mengoleksi kartu Joker. Ia seperti berhalusinasi melihat kurcaci mengintip dirinya dan Pa. Ibunya pergi untuk mencari jati diri dan tak kembali lagi. Juga alasan Hans mengalami hal-hal aneh selama perjalanannya hingga kembali ke Arendal.

Berbagai masalah dalam novel dikuak dan dikupas dari sudut pandang filsafat. Lewat perjalanan Hans dan Pa, serta kisah tukang roti, pembaca dapat menikmati serunya eksplorasi kehidupan dalam Misteri Soliter. (Ajeng Damara Erfatia - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Jostein Gaarder (2016), "Misteri Soliter", Mizan, 978-979-433-903-9: 484 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy