Terhipnotis Twitter

Gara-Gara Twitter

Terhipnotis TwitterKian hari demam media sosial semakin mewabah pada semua orang di dunia. Hampir semua orang sudah mahir menggunakannya, baik orang dewasa maupun anak-anak. Tak terkecuali Nayya, Icha dan Meita dalam novel ini.

Nayya keranjingan main Twitter, gara-gara dikatakan Icha, sahabatnya, kudet alias kurang update. Nayya setiap pulang sekolah selalu menghabiskan waktunya di depan laptop hanya untuk twitter-an bersama teman-temannya di dunia maya. Nayya merasa bangga menjadi orang yang selalu update setelah akrab dengan media sosial berlogo burung itu.

Akibat kebiasaan barunya itu, prestasi Nayya jadi turun drastis di sekolah karena tidak pernah mengulang pelajaran lagi di rumah. Padahal, sebelum ketagihan main Twitter, Nayya selalu menjadi juara kelas.

Icha merasa bersalah, gara-gara dirinya Nayya kini benar-benar kecanduan main Twitter. Ia pun coba mengingatkan Nayya agar mengurangi kebiasaan barunya itu dan lebih banyak belajar di rumah. Nayya pun berjanji akan berubah.

Akan tetapi, godaan bermain Twitter membuat Nayya lupa akan janjinya. Diam-diam dengan pura-pura belajar Nayya membuka laptopnya tanpa sepengetahuan orang tuanya dan Kak Fatma yang bertugas mengawasinya agar tetap belajar. Akibatnya, nilai-nilai Nayya benar-benar jeblok di sekolah (halaman 40).

Nayya jadi bingung sendiri, ia takut ibu akan marah padanya karena nilai-nilai ulangannya sangat jauh dari harapan. Icha yang semula sahabat dekatnya kini mulai menjauh dari Nayya karena Nayya tidak mau menuruti akan saran-sarannya. Nayya sangat heran dengan perubahan Icha tersebut. Nayya dan Meita bingung harus berbuat apa sekarang.

Icha memberikan sebuah amplop pada Nayya. Tetapi ketika di buka hanya berisi kertas putih kosong saja. Nayya semakin bingung apa maksud Icha dengan surat kosong tersebut? Nayya pun meminta bantuan Kak Fatma untuk meneliti apa ada pesan tersembunyi di balik kertas itu. Kak Fatma pun angkat tangan karena tak bisa membantu memecahkan masalah Nayya akan surat Icha tersebut (halaman 61)

Di sekolah akhirnya surat misterius itu terpecahkan karena Meita tak sengaja menumpahkan air pada kertas itu dan tiba-tiba tulisan pun muncul pada kertas tersebut secara ajaib. Nayya akhirnya bisa membaca pesan Icha, yang meminta pada Nayya agar segera berubah sebelum terlambat.

Nayya pun menyesali semua perbuatannya. Ia ingin Icha kembali menjadi sahabatnya dan nilai-nilai pun kembali bagus di sekolah. Nayya berjanji kembali agar giat belajar. Atas prestasi yang menurun itu, akhirnya laptop Nayya disita oleh ayah supaya Nayya hanya fokus pada pelajaran saja dan tidak curi-curi waktu untuk bermain Twitter.

Mulanya Nayya merasa berat berpisah dengan laptop kesayangannya itu, lama-lama akhirnya ia terbiasa. Ketika santai, Nayya mengisinya dengan membaca buku-buku cerita dan buku pengetahuan. Buku selain menambah ilmu juga menghibur

Kerja keras Nayya mulai menampakkan hasil, nilai-nilai di sekolahnya naik sehingga membuat Nayya menjadi calon juara kelas terkuat di kelasnya. Tak hanya Nayya yang senang dengan prestasi tersebut, Icha pun juga turut bergembira dan ia mau kembali bersahabat dengan Nayya. Akhirnya ketiga sahabat itu pun kembali bersatu. (Muhammad Saleh)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy