The Seven Sisters; Tujuh Perusahaan Minyak Raksasa yang Mengendalikan Dunia

Jejak Hitam Perusahaan Minyak Dunia

The Seven Sisters; Tujuh Perusahaan Minyak Raksasa yang Mengendalikan DuniaMinyak menjadi kebutuhan manusia sejagat. Namun, kenyataannya kini, penguasaan atas minyak dunia berada di tangan tujuh perusahaan saja, seperti  Exxon, Gulf, Texaco, Mobil, dan Socal. Semua perusahaan Amerika Serikat. Kemudian British Petroleum (BP) Inggris dan Shell (patungan Inggris dan Belanda). Ketujuh perusahaan ini menjalankan praktik kartel untuk mengatur dan mengendalikan harga minyak dunia dengan berbagai kesepakatan rahasia di antara mereka.

Inilah yang dikupas buku tersebut. Penulis Sampson, seorang jurnalis asal Inggris, telah berkeliling dunia meneliti di negara-negara asal dan tempat ketujuh perusahaan minyak ini beroperasi. Ia memiliki akses ke tokoh-tokoh dan dokumen-dokumen penting untuk menggali informasi menyangkut kiprah ketujuh perusahaan tersebut.

Munculnya banyak perusahaan minyak dimulai dari Standard Oil Company di Pennsylvania, Amerika Serikat yang didirikan John Davison Rockefeller pada 1870, setelah membeli perusahaan-perusahaan minyak saingan. Rockefeller lalu menguasai distribusinya dan berhasil mendapat fasilitas potongan harga besar dari perusahaan kereta api Atlantic and Great Western untuk mengangkut minyak Standard Oil.

Ia juga membangun jaringan pipa melintasi wilayah timur Amerika. Monopoli Rockefeller membuat posisi tawarnya di hadapan negara sangat kuat. Standard Oil nyaris tak tersentuh berbagai aturan negara bagian dan pemerintah federal. Dengan suap, korporasi ini mendapat “teman” di badan legislatif dan penghasilannya lebih besar dari negara bagian (hlm .50).

Standard Oil berkembang menjadi lima perusahaan: Exxon, Gulf, Texaco, Mobil, dan Socal. Perkembangan terjadi mengikuti permintaan minyak yang terus meninggi untuk memenuhi kebutuhan industri dan transportasi. Kelima perusahaan ini melebarkan sayap ke berbagai penjuru dunia dengan pola bisnis kartel dan monopoli.

Sementara, BP dan Shell, dua perusahaan dari negara yang tidak mempunyai sumber minyak, menjadikan kawasan Timur Tengah sebagai daerah operasi. Namun, perusahaan-perusahaan Amerika pun tak melewatkan Timur Tengah yang kaya minyak. “Pertemuan” perusahaan-perusahaan dari Amerika, Inggris, dan Belanda ini sekilas memunculkan persaingan, sejatinya tidak. Perusahaan-perusahaan ini justru mempraktikkan sistem kartel untuk mengendalikan harga dan pasokan minyak dunia.

Di sinilah keterkaitan perang dan penguasaan minyak di Timur Tengah yang sebelumnya wilayah Kekaisaran Ottoman. Inggris menguasainya setelah menundukkan Ottoman dalam Perang Dunia I (1914–1918). Saat itulah eksplorasi minyak oleh BP dan Shell dimulai. Namun, perusahaan-perusahaan Amerika kemudian minta bagian (hlm. 131).

Terjadilah kesepakatan garis merah yang mengatur pembagian minyak antara perusahaan Amerika, Inggris, dan Belanda. Kelima perusahaan Amerika mendapat bagian 23,7% minyak Timur Tengah. Selebihnya milik Inggris dan Belanda. Kelima perusahaan Amerika mengendalikan 82% minyak dunia.

Bagaimana dengan minyak Indonesia? Eksplorasi minyak secara komersial di Indonesia dimulai pada tahun 1890 yang ditandai dengan kehadiran perusahaan minyak Belanda, Royal Dutch (RD) yang memulai pengeboran di Sumatera dan memasarkan ke Timur Jauh (hlm. 92). Namun, RD berhadapan dengan Shell yang juga memasarkan minyak di kawasan yang sama. Awalnya mereka bersaing, namun kemudian bekerja sama untuk mengendalikan suplai dan harga di bawah bendera Shell. Hingga kini Shell menjadi salah satu perusahaan minyak berpengaruh di dunia di bawah kendali Inggris dan Belanda.

Buku yang ditulis berdasarkan dokumen-dokumen berkategori rahasia ini berhasil menguak sepak terjang ketujuh perusahaan minyak yang mengendalikan dunia dewasa ini. Hitam-putih minyak dan dinamika dunia ada di tangan mereka. Pihak luar hanya bisa menerima. (Muhamad Ilyasa - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Anthony Sampson (2016), "The Seven Sisters; Tujuh Perusahaan Minyak Raksasa yang Mengendalikan Dunia", Change, 978-6023-720-50-7: 622 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy