A Man Called Ove

Ove Mangajarkan Cara Memperlakukan Lansia

A Man Called OveSentra novel ini Ove, lelaki lansia yang hidup sendirian di rumah warisan orangtua di tengah lingkungan modern. Ove tua memiliki sikap berbeda hingga tak disukai tetangga. Dia  dianggap rese, ribet, dan kaku dengan aturan asosiasi di perumahan hingga dijului lelaki tua pemberang semenjak sekolah menengah (hal. 199).

Dia terus menegur keras bila terjadi pelanggaran aturan. Misalnya, mengendarai mobil melebihi batas kecepatan, parkir di taman, truk masuk komplek, membuang sampah tidak dipilah. Bahkan dia memarahi  kucing yang merengek di halaman.

Sikap ini didasari Ove yang telah menjadi yatim piatu sejak kecil. Ayahnya meninggal saat dia masih duduk di SD. Dia menerima warisan rumah tua, arloji Swiss Army, mobil Saab, dan gaji terakhir ayahnya. Namun Ove kecil mengembalikan gaji ke stasiun tempat ayahnya bekerja karena  ayahnya meninggal di tengah bulan, sehingga  tidak pantas menerima gaji sebulan penuh.

Sikap inilah yang membuat kepala stasiun terkesan dan mempekerjakannya hingga 30 tahun ke depan. Keluguan dan kejujurannya membuat dirinya berkarakter tidak seperti rekan kerjanya. Di kereta pula, Ove menemukan Sonja yang kelak menjadi istri dan cinta matinya. Jika ada yang bertanya, Ove akan menjawab tidak pernah hidup sebelum bertemu Sonja, pun setelah perempuan itu tiada (hal. 182).

Sonja menemukan kesetiaan dan ketulusan Ove dalam mencintai. Hanya Ove yang menaiki kereta api dengan tujuan keliru selama berjam-jam setiap hari. Itu hanya karena dia suka duduk di samping Sonja dan mendengarkannya berbicara (hal.199). Sikap Ove semakin menjadi-jadi saat Sonja meninggal. Kesepian, sendiri, dan masa tua yang dibayang-bayangi kematian membuatnya semakin berbeda. Kematian itu ganjil. Orang menjalani seluruh hidup seakan kematian itu tidak ada (hal. 425).

Perubahan terjadi saat Ove bertemu Parvaneh dan Patrick, keluarga kecil dengan dua anak gadis kecil yang baru pindah. Parvaneh secara tak sengaja membuat Ove sedikit bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Perubahan pertama yang dipaksakan Parvaneh saat minta Ove mengantarkan untuk menjemput kedua anaknya. Mereka lalu lanjut ke rumah sakit untuk menjenguk Patrick. Meski Ove menggerundal, tetap dilaksanakan. Hingga Over berjumpa dengan dua gadis manis Parvaneh.

Kemudian lewat Parvaneh pula, Ove harus berinteraksi dengan kucing yang hampir mati kedinginan. Dia juga bertemu Adrian mantan murid Sonja, Mirsad lelaki gay yang menumpang di rumah Ove. Dia dipaksa bersosialisasi dan berbagi perasaan kepada orang sekitar.

Titik penting saat Ove menyaksikan Rune akan dipindahkan ke panti jompo. Ove membela Rune tetap di rumah. Kegigihannya dibantu Parvaneh, Patrick, dan beberapa tetangga berhasil memastikan pihak panti jompo untuk menyerahkan perawatan Rune kepada Anita. Panti tidak akan menjemput Rune hingga bertahun-tahun (hal. 356).

Ove juga gemar memberi nasihat. Contoh, ketika seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain bukan hanya si penerima yang diberkati, tapi juga pemberinya (hal. 246).

Kehidupan adalah sesuatu yang ganjil (hal. 434). Muda menjadi tua sebuah keniscayaan. Sering kali itu membuat orang berubah drastis hingga menjadi titik paling ekstrem seperti Ove. Meski demikian, kelembutannya terasa hingga membuat orang-orang yang berinteraksi di masa-masa tua merasakan hidup semakin baik. (Khoimatun Nikmah - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Fredrick Backman (2016), "A Man Called Ove", Noura Books, 978-6023-850-23-5 : 448 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy