Mesopotamia; Mimpi Panjang yang Teramat Melelahkan

Petualangan Panjang di Zaman Mesopotamia

Mesopotamia; Mimpi Panjang yang Teramat MelelahkanNovel-novel dengan suguhan genre beragam mulai banyak ditawarkan penerbit-penerbit. Salah satunya adalah novel Mesopotamia; Mimpi Panjang yang Teramat Melelahkan. Kisahnya menyangkut Oman, seorang pemuda Irak yang bekerja di Indonesia sebagai arsitek. Dia mendapat kabar dari saudara perempuannya, Qanitah, untuk menjenguk Ummi yang sedang sakit. Oman menolak karena sibuk.

Qanitah lalu ke Baghdad sendirian menengok Umminya. Tiga hari kemudian, Oman akhirnya ke Baghdad, namun sang ibunda telah meninggal (halaman 11-12). Sebagai warisan, Oman mendapat sebuah rumah di daerah Nasiriyah. Ini merupakan rumah Nenek yang diwariskan pada Ummi. Rumahnya kosong, lama tidak dipakai. Oman kemudian memutuskan ke Nasiriyah untuk melihat rumah itu bersama Hasan, kerabatnya.

Saat membereskan rumah warisan itu, Oman menemukan sebuah buku kuno Meet the Sumerians. Oman tergoda membukanya, tetapi buku itu seolah terbuka sendiri. Oman melihat sosok yang menyerupai dirinya melayang terangkat menuju sebuah titik cahaya yang semakin dekat. Saat tersadar dia sudah berada di Sumeria, 21 abad sebelum Kristus.

Oman yang masih kebingungan dan tidak tahu apa-apa nyaris dibunuh orang-orang Sumeria karena dianggap berbahaya. Akhirnya Oman menjadi budak Tuan Abgal. Berkat bantuan Ludari yang merupakan dukun di desa itu, akhirnya Oman bisa berbahasa Sumeria (halaman 29).

Oman harus menjalani kehidupan yang tidak mudah, sebagai budak harus bekerja keras di ladang. Anak Tuan Abgal, Zimu, mengajaknya ke tempat pembuatan bata milik Tuan Amare. Oman disuruh bekerja di situ agar Zimu dapat membeli bata dengan harga murah. Zimu lalu ke kota tanpa pengawal. Di tengah jalan ada sekelompok orang bertopeng mencegatnya minta benda berharga. Zimu menolak sehingga terjadi perlawanan. Zimu bisa mengatasi serangan orang itu dengan menancapkan pisau ke dada pemuda tersebut. Anak pemuda tersebut, Tuan Ashur, menuntut balas.

Ashur lalu menculik Lala, kekasih Zimu, untuk memancing Zimu ke rumahnya. Pancingannya sukses. Kemudian terjadi kesepakatan. Lala akan dibebaskan dan Zimu harus menjadi budak Ashur. Lala dibebaskan dan Zimu jadi budak Ashur. Mendengar ini, Abgal marah besar. Bersama ketiga budaknya dan Oman, dia menemui Ashar. Ashur menolak permintaan Ashar untuk melepaskan Zimu. Dengan sekali tebasan pedang, Zumi meninggal di hadapan ayahnya sendiri. Abgal lalu menyerang Ashur. Ayah Zimu terbunuh (halaman 84).

Oman lalu ikut Tuan Halbi. Kemudian menjadi abdi Raja Shulgi untuk membangun Ziggurat. Oman lalu diserahkan kepada Tuan Gitlam, seorang ahli bangunan yang memimpin pengerjaan Ziggurat. Oman mengganti namanya, Alan. Iri dengan Oman, Tuan Gitlam memfitnahnya berselingkuh dengan istrinya. Oman kemudian dimasukkan ke penjara. Namun Raja Shulgi tidak mudah percaya bahwa yang melakukan semua itu Oman. Akhirnya Oman diperintahkan menyelesaikan rancangan Zigguratnya, Raja Shulgi akan membiarkannya pergi (halaman 202).

Oman terbangun dari “tidur” panjangnya setelah sekian lama. Sadar-sadar, dia sudah berada di Rumah Sakit Yordania. Keluarganya telah memindahkan Oman dari Nasiriyah. Oman juga melihat Diva yang jauh-jauh datang dari Indonesia. Dari keterangan Tuan, yang tak lain adalah ayahnya, Oman terbangun setelah Diva datang (halaman 211).

Novel Mesopotamia adalah sebuah karya fiksi berlatar sejarah era Mesopotamia. Pembaca diajak menyelami perjuangan hidup Oman yang tak mudah. Ada gambaran kehidupan serba sulit pada zaman itu, khususnya kehidupan kelas bawah. (Mita Oktavia - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

 , Senja Nilasari (2014), "Mesopotamia; Mimpi Panjang yang Teramat Melelahkan", Ping!!!, 978-6022-960-23-2: 220 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy