Seni Hidup Minimalis Cetak E-mail
(1 vote)

Kiat Praktis Hidup Minimalis

Di tengah kemudahan akses belanja online, menjamurnya minimarket, berbagai promo bagi pengguna e-money tertentu, iklan iklan di berbagai media serta segala pendukung perilaku konsumtif, menjalani hidup secara minimalis menjadi langkah melawan arus. Perlu memanajemen belanja barang.

Sebagian orang mungkin berpikir, minimalis hanya sebuah alternatif atas ketidakmampuan memiliki barang mewah atau ketidaktahuan cara menikmati hidup. Padahal tidak demikian, minimalis justru merupakan sebuah cara menikmati hidup minim stres.

Waktu dan energi seseorang sering dihabiskan untuk mencari diskon, mengumpulkan uang untuk membeli, pergi ke toko, membawa pulang, mencari tempat penyimpanan, belajar menggunakan barang tersebut, membersihkan area sekitar barang, merawat, membeli dan seterusnya. “Sekarang coba kalikan dengan jumlah barang. Melelahkan sekali,” (hal. 14).

Pada bagian pertama, buku ini membangun konsep berpikir minimalis dan mengajak pembaca untuk mulai mempertanyakan kegunaan dari setiap barang yang dimiliki. Kemudian, menawarkan faedah yang akan didapat jika mengurangi jumlahnya, melepaskan keterikatan dengan barang-barang sentimental dan mengajarkan sikap kritis setiap hendak membeli barang baru.

Bagian ini juga memperbaiki sudut pandang terhadap suatu barang. Selama ini orang cenderung berpersepsi, milik akan mencerminkan diri. Bisa juga menyimpan barang-barang kenangan, meski tidak berguna, apa, sebuah bentuk penghargaan terhadap orang yang dikenang.

Apakah dengan memiliki seperangkat alat kosmetik mahal, orang lantas menjadi model terkenal? Dengan mengoleksi kamera canggih lalu bisa disebut fotografer andal? Tapi banyak orang sulit melepaskan barang-barang meski tidak lagi berfungsi dan hanya memenuhi rumah.

“Ingatlah bahwa kenangan, mimpi, dan cita-cita tidak terbatas pada barang, melainkan ada di dalam diri kita sendiri. Yang menentukan siapa kita adalah tindakan, pikiran, dan mereka yang kita cintai,” (hal. 13). Bagian kedua membahas cara mengaplikasikannya ke dalam tindakan.

Bagian ini lebih detail membahas sebuah metode berisi 10 langkah penataan barang-barang di rumah (STREAMLINE). Dengan 10 langkah ini, orang yang selama ini terbiasa konsumtif dan berantakan, tidak perlu lagi kebingungan memulai kehidupan sebagai minimalis (hal. 88).

Bagian ketiga menerapkan metode STREAMLINE pada tiap-tiap ruangan rumah. Di antaranya, ruang tengah, tidur, pakaian, dapur, kamar mandi, kerja, dan penyimpanan. Ada juga cara menyikapi barang kenangan atau hadiah. Buku memahami, memulai hidup minimalis bukan sesuatu yang instan.

Maka, buku membagi penjelasan teknisnya dalam tiap ruang, sehingga prosesnya bisa dimulai dari ruangan paling disukai. “Anda boleh memulai dari ruangan termudah, tersulit, terkecil, atau terbesar. Ketika menyelesaikan ruangan pilihan satu per satu, keleluasaan dan rasa tenang akan menyebar ke seluruh rumah,” (hal. 97).

Bagian terakhir buku ini mengajak pembaca menjadikan minimalis sebagai cara hidup. Karena bagian tersulitnya bukan pada proses mengubah, melainkan bertahan dan menyebarkan ke orang sekitar. Jika ditinjau lebih jauh dalam skala lebih besar, visi minimalis bukan hanya tentang membatasi keinginan dan kepemilikan, tapi menyelamatkan bumi. (Intan Puspita Sari - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
PENGEMBANGAN DIRI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29767511

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit