The Art of Living Cetak E-mail
(1 vote)

Hidup Harus Selalu Berubah

The Art of LivingKehidupan modern ditandai dengan merebaknya gaya hidup konsumtif di segala lini. Kaum muda mengikuti pola hidup belanja berlebihan di berbagai mal. Mereka seakan terdorong untuk selalu belanja. Kalau tidak belanja, hidup menjadi hampa. Inilah paham baru yang disebut dengan konsumerisme.

Gaya konsumerisme sebenarnya didorong gerak berorientasi memiliki. Inilah yang dimaksudkan buku Erich Fromm. Gerak hidup berorientasi memiliki akan menyebabkan manusia berada pada keterasingan, kesia-siaan, dan kekecewaan mendalam. Krisis identitas dari masyarakat modern sesungguhnya akibat fakta bahwa anggota-anggotanya telah menjadi instrumen tanpa diri. Ini membuat identitasnya bergantung pada partisipasi mereka dalam korporasi dan birokrasi (hal. 17).

Sesungguhnya hidup yang baik menurut Fromm berorientasi menjadi. Orientasi hidup memiliki bukan berarti tidak baik sama sekali. Tetapi kalau berlebihan akan menyebabkan manusia berada pada alienasi diri. Manusia memang tidak dapat hidup, tanpa memiliki, tetapi dapat hidup dengan amat baik dengan modus memiliki yang sepenuhnya fungsional.

Dengan cara itulah manusia telah ada selama 40.000 tahun pertama sejarah semenjak muncul sebagai homo sapiens. Malahan, manusia hanya dapat hidup dengan sehat jika memiliki properti fungsional dalam jumlah tepat (hal. 87).

Hidup orientasi menjadi merupakan aktivitas manusia. Malahan dapat diakatakan, menjadi merupakan aktivitas khas manusia yang tidak dimiliki makhluk lain. Modus eksistensi menjadi berarti hidup, tertarik, melihat, mendengarkan, menempatkan diri sendiri di posisi orang lain. Juga menempatkan diri agar hidup menarik dan membuat sesuatu yang indah bagi kehidupan (hal. 103).

Seseorang yang berorientasi menjadi secara terus-menerus berubah. Setiap tindakan secara besamaan berarti perubahan dalam pribadinya. Dalam kenyataannya, orang yang merasa cemas, bosan, dan teralienasi akan mengompensasi kecemasannya tersebut dengan suatu konsumsi kompulsif seperti penyakit pada umumnya. Secara lebih tepat, sebagai suatu gejala “patologi kenormalan.” Tak seorang pun menyadari bahwa itu penyakit (hal 116).

Ekonomi agar tetap berjalan ada orang terus membeli. Jika tidak demikian, tidak akan ada permintaan yang secara terus-menerus bertambah. Ini penting agar barang-barang terus diproduksi. Melalui suatu mekanisme periklanan yang semakin canggih dan hebat, ekonomi merayu orang agar membeli dan membeli lagi (hal 118).

Buku ini dilengkapi dengan cara menghindari hidup berorientasi memiliki supaya manusia berorientasi menjadi. Di antaranya, harus ada kehendak untuk mengubah karakter. Ibarat orang merokok, kalau ingin berhenti harus dengan niat kuat. Selain itu, ada syarat yang harus dipenuhi seperti kesadaran yang baik. Kemudian, menyadari penyebab atau akar orientasi memiliki seperti ketidakberdayaan, ketakutan, dan ketidakpercayaan. Lalu melakukan perubahan-perubahan dalam praktik hidup serta melepaskan kebiasaan yang sudah mendarah daging seperti belanja berlebihan. (Mahmudi)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
PSIKOLOGI MODERN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28550398

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit