Karma Cinta Cetak E-mail
(1 vote)

Perjuangan Pengusaha Roti dalam Balutan Sejarah Indonesia

Karma CintaBuku Karma Cinta merupakan sebuah novel based on a true story tentang perjalanan hidup Sanjoto Senyatanya, pengusaha roti di tengah kemelut perjuangan dan politik Indonesia dari masa ke masa. Roti Orion tetap eksis dari zaman penjajahan Belanda, Jepang, hingga kemerdekaan. Sanjoto Senyatanya bernama asli Njoo Tik Tjiong, lahir 4 Juni 1934, di Solo, Jawa Tengah.

Bias tak terhindarkan dalam mengisahkan masa lalu. Tapi menurut Sanjoto, tetap ada yang bisa dilakukan: bicara sejujur-jujurnya, senyata-nyatanya. Jepang membutuhkan moci untuk mengisi perut, sedangkan Belanda perlu roti. Secara tidak langsung, pabrik roti memiliki posisi strategis. Saat Jepang menduduki Solo, toko roti milik keluarga Sanjoto mendapat order moci untuk tentara Jepang. “Moci dibuat dengan bahan dasar tepung beras, dibentuk bulat-bulat di dalamnya isi kacang. Enak, mereka tinggal ngemplok,” halaman 13.

Pada zaman kemerdekaan, bahan baku roti seperti terigu dan mentega tidak ada. Di tengah kelangkaan bahan baku itulah dituntut perjuangan untuk mengembangkan kreativitas. Keluarga Sanjoto tetap mencoba membuat roti. Mereka menyiasati dengan tepung umbi. Mentega dibuat sendiri dengan lemak sapi dicampur air dan garam. Hasilnya tentu tidak sempurna, tapi dapat untuk membuat kue. Namun, babakan ini menjadi cikal bakal kue mandarijn.

Belanda terus-menerus melakukan usaha untuk mengklaim kekuasaannya kembali. Keluarga Sanjoto didatangi tentara Belanda agar untuk memproduksi “militaire bakkerij” untuk tentara Belanda. Belanda menyediakan tepung, toko roti milik keluarga Sanjoto tinggal mengolah. Upahnya satu sen per kilogram. Bayangkan, sehari berapa ribu kilo mengingat satu sak saja isinya 22 kilogram. Sebuah tawaran yang menggiurkan. Dengan menerima tawaran tersebut akan menjadi miliuner, bahkan tiap bulan akan mampu membeli Mercedes. Tentu saja semua itu ditolak. Ayahnya Sanjoto seorang republik tulen.

Cerita belum berakhir, ternyata Belanda membawa tentaranya yang bertugas membuat roti dan menduduki toko roti Sanjoto. “Yang saya ingat, pabrik roti kami menjadi berantakan. Tentara Belanda bertindak ugal-ugalan, termasuk melepaskan tembakan. Bayangan di tembok dari jeruk citrun yang tertimpa cahaya lampu mereka kira kepala orang bertopi baja. Mereka menghajar tembok dengan tembakan. Banyak bagian bangunan dan tembok terluka bekas peluru,” kata Sanjoto (halaman 17).

Sejak muda Sanjoto sudah rajin cari uang. “Cari duit itu sebenarnya gampang setengah mati. Ini lepas dari soal kita lalu menjadi kaya atau tidak. Kaya dan tidak sifatnya relatif,” tambahnya (halaman 86). Sanjoto menikahi Giok Nie yang pernah putus pacaran 30 tahun lalu. Mungkin itulah yang dinamakan karma cinta dalam buku ini. “Pepatah Belanda mengatakan yang tertawa paling akhir itulah yang paling baik. Saya sekarang bahagia. A very happy marriage,” katanya (halaman 106).

Memang sebelum mereka kembali bertemu, keduanya telah menjalani kehidupan sendiri-sendiri. Giok Nie pernah menikah dengan seorang dokter, Budiomo Wibowo dan mempunyai tiga anak. Namun suaminya meninggal karena penyait kanker. Ialah dokter yang bekerja sama dengan Hermina Sulaiman mengembangkan RS Hermina sekarang. Adapun Sanjoto juga pernah menikah dan memiliki anak, namun bercerai.

Menurut Sanjoto, ada pepatah Hokian. Hoki (keberuntungan) nomor satu. Kepintaran nomor dua. Menurutnya, nomor satu kejujuran. Di atas hoki harus ada moral (halaman 69). Orion di tangan Sanjoto berubah. Dulu tulang punggungnya penjualan roti, kini kue. (Yeti Islamawati - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
BIOGRAFI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28789858

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit