Postmodernisme Cetak E-mail
(2 votes)

Kebenaran Postmodernisme dan Modernisme

PostmodernismePostmodernisme memandang kebenaran dibangun sendiri oleh individu yang terlibat, sedangkan dalam proses pembuatan kebijakan pada tataran sosial dan pemerintahan, generalisasi itu mutlak agar dapat digunakan dan ditetapkan oleh semua orang.

Ilmu pengetahuan terus berkembang. Paradigma lama akan diganti baru bila sudah tidak mampu menjawab, memahami, dan berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di era kontemporer yang sering dipertukarkan dengan postmodernisme untuk menunjukan pada masa sekarang. Buku ini menguraikan postmodernisme sebagai perspektif atau paradigma alternatif dalam ilmu pengetahuan guna memahami realitas kontemporer yang tidak bisa dijelaskan dan dipahami oleh modernisme yang menekankan objektivitas sebagai dasar pencarian kebenaran.

Bagi postmodernisme, kebenaran bersifat subjektif. Individu dapat membentuk sendiri kebenaran sesuai dengan konteks, waktu, dan tempat (hlm 37). Ini mengindikasikan, kebenaran bagi postmodernisme berbeda dengan pandangan modernisme sebagai sesuatu yang objektif. Dalam memperoleh kebenaran terdapat dua konsep dasar yaitu past dan possibility. Past identik dengan modernisme dalam menemukan kebenaran masa lalu melalui penyelidikan, sedangkan possibility merujuk kemungkinan baru untuk mendapat kebenaran.

Possibility inilah yang menjadi dasar postmodernisme dalam memperoleh kebenaran. Pendek kata, kebenaran versi postmodernisme bersifat relatif (hlm 76–77). Tiga tokoh dengan pemikirannya masing-masing ditampikan di bab tiga yakni Charles Sanders Pierce, Jacques Lacan, dan Jacques Derrida. Charles Sanders Pierce mengemukakan teori segitiga makna: tanda, objek, dan penafsir. Jacques Lacan menitikberatkan simbol dan wacana, sedangkan Jacques Derrida dengan metode dekonstruksi.

Ketiga tokoh inilah yang banyak memengaruhi dan menginspirasi kelahiran atau perkembangan postmodernisme. Postmodernisme dalam perkembangannya juga mendapat kritikan. Salah satunya dari James N Rosenau. Katanya, sangat sulit menjadikan postmodernisme sebagai bahan pertimbangan membuat kebijakan. Sebab postmodernisme sangat menolak generalisasi dalam pemikirannya. Postmodernisme memandang kebenaran dibangun sendiri oleh individu yang terlibat. Sedangkan dalam proses pembuatan kebijakan pada tataran sosial dan pemerintahan, generalisasi itu mutlak agar dapat digunakan dan ditetapkan oleh semua orang (hlm 188-189).

Buku ini juga menyajikan beberapa kontribusi postmodernisme dalam kehidupan, antara lain dalam bidang pendidikan, seni, antropologi, industri film, dan arsitektur. Dalam bidang pendidikan, pengaruh dan sumbangan postmodernisme terlihat menjamurnya home schooling sebagai bentuk partisipasi masyarakat menciptakan kreativitas. Ini sudah tidak lagi terkungkung pada berbagai bentuk formalistik sistem pendidikan. Dalam bidang seni, pengaruhnya terlihat pada berbagai bentuk hasil reproduksi karya seniman sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan.

Di samping itu, untuk mengangkat kembali karya terdahulu dalam bentuk baru. Contoh, Vespa yang dimodifikasi kembali sehingga terlihat ada unsur baru, namun tidak menghilangkan identitas uniknya (hlm 200). Di bidang antropologi, pengaruhnya dapat dilihat dari perkembangan dari masyarakat industri ke informasi. Dalam bidang indsutri film bisa diamati fenomena hiperrealitas yang merupakan “ketidakmampuan individu untuk membedakan kenyataan dari fantasi secara sadar” (hlm 209). Sedangkan dalam bidang arsitektur yang secara interior bergaya postmodernisme dapat dilihat dari perpaduan gaya futuristik dan vintage dalam suatu ruangan agar tercipta suasana nyaman dan harmonis. Selain itu, prinsip dasar arsitektur postmodernisme bersifat simbolik. Semua bangunan dianggap mampu untuk berkata dengan bahasa tertentu (hlm 217). Buku ini dapat memberi sebuah perspektif baru dalam menelaah berbagai perubahan segala aspek kehidupan. (M Isnain Abd Malik - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29671675

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit