Generasi Z Cetak E-mail
(1 vote)

Mencoba Mandiri dalam Banyak Kepentingan

Generasi ZBuku ini berusaha memperkenalkan karakteristik Generasi Z (GZ). Mereka merupakan generasi pertama yang lahir ke dunia ketika segala aspek fisik mempunyai ekuivalen digital. Sebanyak 91 persen GZ menyatakan, kecanggihan teknologi perusahaan berdampak pada keputusan memilih tempat bekerja. Kemudian, 56 persennya senang memilih uraian pekerjaan sendiri. Lalu, 75 persen tertarik situasi yang memungkinkan memiliki peran ganda di kantor. Mereka, 93 persen menyatakan kontribusi sebuah perusahaan kepada masyarakat memengaruhi keputusan bekerja di perusahaan tersebut (hlm. ix-xxiv).

GZ lahir pada rentang 1995–2012. Sebelumnya, ada Generasi Milenial (1980–1994), Generasi X (1965–1979), Baby Boomer (1946–1964), dan Tradisionalist (pra 1946). Segmentasi dan pemberian nama tersebut untuk membantu orang pemasaran dalam berjualan dan membantu perusahaan mempekerjakan dan mengelola pegawai (hlm 3).

Selama ini, dikenal jurang antargenerasi yang menyebabkan bentrokan tak perlu. Sering kali ketika dua generasi berbenturan, mereka berusaha karena masalah siapa benar atau salah dan lebih baik atau buruk. Tiap generasi memiliki sudut pandang berbeda. Namun, paling penting melihat peristiwa dan kondisi yang membentuk suatu generasi (hlm 37).

GZ hidup di dunia baru saat teknologi maju pesat menyebabkan tidak adanya penghalang fisik dan digital (fidigital). Menurut temuan Pew Research, tahun 1995, ketika GZ lahir, hanya 14 persen orang AS memiliki akses internet. Angka itu melonjak menjadi 87 persen pada tahun 2014. Ini menyebabkan GZ selalu terkoneksi terhadap sesuatu yang berbau digital (hlm 56).

Studi Duke University menyebut, 65 persen GZ yang saat ini memasuki sekolah akan melakukan pekerjaan yang saat ini belum ada. Salah satu karakteristik GZ adalah hiper-kustomisasi. Mereka senang merancang segala sesuatu di luar kategori atau deskripsi yang sudah ada. Riset Northwestern University menemukan 72 persen GZ percaya, perguruan tinggi seharusnya membiarkan mahasiswa merancang perkuliahan atau jurusan sendiri (hlm 90).

GZ juga sangat realistis. Mereka tahu yang dimau. Sebanyak 61 persen mengatakan perlu mengetahui karier sebelum memasuki perguruan tinggi. Jika harus mengeluarkan uang atau mengambil pinjaman, mereka harus ada visi jelas yang dipelajari akan terbayarkan dalam karier kelak. Kuliah di kampus harus relevan dengan dunia kerja (hlm 129). GZ juga berpandangan, gelar sarjana bukan satu-satunya jalan untuk sukses (hlm 132).

GZ takut melewatkan sesuatu (Fear of Missing Out). Menurut J Walter Thomson, Z lebih menghargai akses internet daripada pergi ke bioskop, mendapat uang saku dari orang tua, menghadiri acara olahraga, atau memiliki TV kabel. Dari survei, 44 persennya mengecek medsos setiap jam. Kemudian, 7 persen mengeceknya lebih sering dari 15 sekali, dan satu dari lima GZ menghabiskan banyak waktu untuk me-refresh Twitter dibanding membacanya (hlm 172-173). Gen Z senantiasa do-it-yourself sangat kompetitif, mandiri, berani ambil risiko, dan memutuskan segala sesuatu sangat cepat (hlm 247).

Penulis David dan Jonah adalah ayah dan anak yang mewakili generasi masing-masing. David mewakili Gen X dan Jonah GZ. Buku ini juga dinarasikan dengan gaya yang tidak biasa. Sebab argumentasi keduanya bisa dibaca secara bergantian, saling bersautan di tiap paragraph. Mereka menyuarakan pandangan masing-masing mengenai GZ. Buku ini menuntun pengetahuan bagi orangtua, pendidik, maupun perusahaan agar mampu secara memadai memahami GZ. (Anggi Afriansyah - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28303520

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit