Kudeta Mekkah; Sejarah yang Tak Terkuak Cetak E-mail
(1 vote)

Akar Sejarah Terorisme Global

Kudeta Mekkah; Sejarah yang Tak TerkuakPada 20 November 1979 pagi, Mekkah yang damai berubah menjadi teror mencekam karena kedatangan komplotan bersenjata di bawah pimpinan Juhaiman al-Utaibi. Mulailah peperangan yang membuat Mekkah berlumuran darah. Ini menandai peristiwa krusial bagi dunia Islam dan barat. Kebanyakan muslim Arab Saudi dan sekitarnya, termasuk Osama bin Laden muda, menolak keras pembantaian tersebut dan meruntuhkan loyalitas mereka. Ideologi berapi-api yang diinspirasi orang-orang Juhaiman mencapai puncaknya dalam kelompok bunuh diri al-Qaeda.

Latar belakang 11 September, bom-bom teroris di London dan Madrid, hingga kekerasan mengerikan kaum militan Islam yang merusak Afghanistan dan Irak, semuanya dimulai di pagi November yang panas itu, di bawah bayang-bayang Kabah (Halaman 12).

Kaum nomaden Badui hidup dari menggembala unta dan merampas secara brutal suku-suku lain. Pada pertengahan 1700-an, mereka disebut Wahhabi, lantaran orang-orang berjenggot ini mengikuti seorang ulama bernama Muhammad bin Abdul Wahhab. Ajarannya tidak rumit. Mereka menuntut kembali pada keyakinan murni sesuai dengan praktik Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya.

Pengikut awal Ibn Abdul Wahhab adalah Muhammad al-Saud. Kombinasi keberanian dan fanatisme dengan cepat menjadi kekuatan utama jazirah Arab. Tahun 1802, mereka menyerang Kota Karbala di wilayah kekuasaan Usmani Irak. Tidak sampai 1813, pasukan ekspedisi Mesir berhasil merebut kembali Mekkah dari Wahhabi Saudi atas nama Imperium Usmani.

Januari 1902, Abdul Aziz, kepala suku Bani Saud yang masih muda, memimpin razia kecil dekat Riyadh. Akhir 1920, Abdul Aziz mengokohkan kekuasaannya di hampir semua jazirah Arab. Masalah muncul ketika kaum Ikhwan marah karena Raja Abdul Aziz memberi keleluasaan kaum Syiah dan minta menghentikan jihad melawan kaum heretik. Puncaknya, Raja mulai memperkenalkan barang-barang yang belum pernah ada di Arab, seperti telegraf, telepon, radio, dan mobil.

Tahun 1927, kaum Ikhwan menyerang Irak dan Kuwait yang berada di bawah kendali Inggris. Atas persetujuan Raja Abdul Aziz, Angkatan Udara Inggris mengebom kemah kaum Ikhwan dan Muhajir. Maret 1929, kaum Ikhwan di bawah komando Faisal al-Duwaish dan Sultan al-Bijad kalaha perang Sbala. Tujuh tahun kemudian, seorang veteran Muhammad bin Saif al-Utaibi merayakan kelahiran anak lelakinya. Bayi itu dinamai Juhaiman yang berarti sang pemberenggut (Halaman 25).

Juhaiman berkawan dengan Muhammad Abdullah al-Qahtani. Juhaiman menulis pemikirannya dalam bentuk manuskrip. Satu-satunya penerbit yang mau menerbitkan tulisan Juhaiman adalah Dar al-Talia. Segera, buku kecil biru-hijau setebal 170 halaman berjudul Tujuh Risalah diselundupkan ke Mekkah, Madinah, Irak, Iran, dan Mesir. Kaum muda sangat tertarik pemikirannya.

Terobsesi kedatangan Al Mahdi, Juhaiman membaiat Muhammad Abdullah al-Qahtani sebagai Al Mahdi. Kudeta Mekkah berlangsung selama dua pekan dengna korban 270 orang. Namun, pengamat independen mengatakan, jumlah korban lebih dari 1.000. Juhaiman berhasil diringkus. Sedang Muhammad Abdullah al-Qahtani tewas tertembak. Pemerintah Arab Saudi berusaha menghapus tragedi itu dari memori publik.

Materinya sangat sensitif di Arab Saudi. Pemerintah sama sekali tidak mengizinkan akses untuk arsip-arsipnya dan menghentikan penelitian mengenai topik ini (Halaman 322). Ketika Bin Laden berpisah dengan rezim Arab pada 1990-1991, mulai mengulang penolakan Juhaiman terhadap keluarga raja. Invasi Juhaiman merangsang kalangan radikal muslim seluruh dunia dengan banyak cara. Setelah bebas dari penjara Arab, beberapa pengikut Juhaiman bergabung dengan al-Qaeda. (Arinhi Nursecha - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29838028

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit