Gentayangan; Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Cetak E-mail
(1 vote)

Petualangan Cewek Bandel yang Gentayangan

Gentayangan; Pilih Sendiri Petualangan Sepatu MerahmuGentayangan tak jarang disangkutpautkan dengan hantu, hal-hal mistis, atau horor. Seolah sudah tertanam dalam benak kita hingga saat membaca pun mendengar kata gentayangan yang langsung terlintas adalah soal hantu atau hal-hal menakutkan. Namun, berbeda dengan buku Gentayangan; Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu yang ditulis oleh Intan Paramaditha. Novel bergenre misteri ini tidak mengisahkan tentang hantu maupun hal-hal yang akan membuat bulu kuduk berdiri, melainkan tentang cewek bandel yang memiliki hasrat bertualang secara bebas, hidup bergentayangan, dan tak menginginkan pulang.

Semua bermula ketika tokoh kau mengharap kehidupannya berubah. Sayangnya, hingga ia berusia hampir 28 tahun pun kehidupannya masih biasa-biasa saja. Pada satu malam, ia marah dan menentang semesta karena tak ada satupun yang mengabulkan doanya termasuk Tuhan. Datanglah seorang Iblis yang menawarkan sebuah kontrak dan memberikan sepasang sepatu merah yang dapat mengabulkan keinginannya. Tanpa mengindahkan peringatan dari Iblis dan tidak membaca surat yang terselip dalam kontraknya, seketika ia langsung memakai sepatu itu dan petualangannya pun tak pernah berhenti. Dari prolog pembaca sudah bisa menilai bahwa ia benar-benar cewek bandel yang tidak patuh dan tidak peduli dengan akibat dari tindakannya. Baginya, yang terpenting adalah hasrat bepergiannya terpenuhi.

“Di negerimu, orang menculik manusia sungguhan, bukan kurcaci kebun. Mereka dihilangkan tanpa pernah ketemu, dan banyak penculik tak pernah dihukum.” (Hlm. 91)

Banyak peristiwa dan isu masa lampau yang dimunculkan sebagai ingatan dari tokohnya yang juga memantik pembaca untuk menelusuri kembali peristiwa tersebut, di antaranya peristiwa G30S/PKI, penculikan aktivis tahun 1998, kerusuhan Mei 1998, dan lain-lain. Pun sindiran-sindiran menggelitik tentang hal-hal yang selalu berulang dan terjadi dalam keseharian yang tampaknya sudah menjadi hal yang lazim.

Uniknya, novel ini memiliki format Pilih Sendiri Petualanganmu. Di mana pembacalah yang menentukan ke mana tokohnya bertualang. Lewat pilihan-pilihan yang ada penulis membuat pembaca beralih menjadi tokoh kau dan mengalami hal-hal yang baru dirasakannya selama melakukan perjalanan. Pilihan-pilihan tersebut akan membawa pembaca ke banyak cerita, seperti tentang turis, pengungsi, imigran gelap, pengelana, pasangan lesbi, ekspat, dll. Juga ke banyak tempat dan jalur dengan ending yang beragam.

“Perjalanan tak selalu butuh penutup. Di sini, perjalanan adalah ruang di antara, ketidakpastian yang terus-menerus.” (Hlm. 459)

Dalam Gentayangan pembaca diajak untuk berpikir ulang dan melihat perspektif yang berbeda tentang arti gentayangan, cewek bandel, perjalanan, petualangan, dan pulang. Hal tersebut tergambar dengan begitu jelas dalam narasi, pilihan-pilihan yang mesti diambil, keinginan, peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan perjalanan-perjalanan yang dilakukan tokohnya. Tak hanya itu, lewat tindakan-tindakan tokohnya yang suka menerobos batasan-batasan yang ada pun penulis mengajak pembaca untuk menafsirkan kembali arti kebebasan dan batas. Sekaligus menyadarkan pembaca bahwa status sosial yang dimiliki seseorang kerap menjadi penghalang dalam melakukan hal-hal yang diinginkan melalui status tokohnya yang hanya seorang guru les bahasa Inggris dan berasal dari keluarga biasa.

Penulis sangat piawai dalam menyatukan isu-isu budaya dan politik, gender dan seksualitas, feminisme, serta dongeng-dongeng dengan perspektif lain ke dalam cerita. Gaya penulisannya yang memikat mampu menghanyutkan pembaca dan keseluruhan cerita dirajut secara menarik, cukup mistis dan ngeri, juga misterius. Novel dengan plot-plot twist menarik dan pilihan-pilihan yang sering menguji ‘kenakalan’ pembaca ini tidak hanya mengambil setting di New York, Berlin, Amsterdam, Jakarta, Los Angeles, dll, tetapi juga di bandara, terminal, stasiun, dan dalam kereta. (Launa Rissadia - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL MISTERI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28982616

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit