Merajut Damai dalam Kebinekaan Cetak E-mail
(1 vote)

Memahami Perbedaan dengan Spirit Perdamaian

Merajut Damai dalam KebinekaanEksistensi pluralisme di Indonesia merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa dielakan. Arti sederhana dari pluralisme Indonesia adalah kemajemukan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan ragamnya kebudayaan Indonesia. Kemajemukan inilah kemudian melahirkan semboyan yang diabadikan dalam falsafah Bhineka Tunggal Ika.

Namun seiring perjalanan waktu, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menyimpang dari falsafah kebinekaan ini sehingga sebagai konsekuensi, konflik dan polemik merupakan fenomena nyata yang tumbuh kembang di Indonesia.

Hingga saat ini, kebinekaan Indonesia masih dalam ancaman yang serius. Seperti yang telah disampaikan penulis bahwa paling tidak ada enam tantangan yang menjadi ancaman bagi kebinekaan Indonesia di antaranya “ujaran kebencian (hate speeech), intoleransi, diskriminasi, koersi, persekusi, dan segregasi”. Keenam tantangan inilah yang hingga saat ini masih menjadi ancaman laten yang dapat mengoyak bangsa dan negara.

Maraknya konflik dan kerusuhan kerap mengatasnamakan agama di tengah kemajemukan merupakan akibat dari ketidakmoderatan masyarakat sehingga cenderung menjadikan perbedaan agama/keyakinan sebagai sumber perpecahan dari pada mewujudkan perdamaian. Hal ini yang melatarbelakangi lahirnya ideologi radikal yang membenarkan tindakan kekerasan dalam kebinekaan.

Menurut Koordinator Desk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) Komnas HAM Jayadi Damanik mengatakan, jumlah kasus intoleransi pada tahun 2016 terus mengalami peningkatan jika dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2014, Komnas HAM mencatat 74 kasus. Tahun 2015, jumlah pengaduan meningkat yaitu 87 kasus. Tahun 2016 meningkat hampir 100 kasus intoleransi (Kompas.Com,5/1/2017).

Konflik dan kekerasan yang masih sering terjadi belakangan ini dianggap akibat belum tumbuhnya pribadi pintar, kreatif dan berbudi luhur. Dengan kata lain maraknya berbagai konflik dan kekerasan menjadi tanda bahwa dunia pendidikan Indonesia telah gagal menjalankan peran mendasarnya. (Afkar,2001:1).

Oleh karena itu, buku Merajut Damai dalam Kebinekaan ini menawarkan model pendidikan agama yang eksklusif menuju pendidikan agama yang inklusif dan pluralis dengan harapan akan tumbuh keharmonisasian agama-agama di tengah kehidupan masyarakat (hlm. 92-95).

Di antara masalah pokok yang menjadi tantangan fundamental perwujudan perdamaian diantaranya menguatnya kelompok radikal keagamaan yang bekerja secara massif, pendidikan agama eksklusif-doktrinal dan menguatnya kelompok mayoritas diam (hlm.169-172).

Benang merah solusi yang ditawarkan buku ini untuk dapat merajut damai dan meminimalisirkan tantangan perwujudan perdamaian dengan upaya melahirkan kader-kader moderat, toleran yang siap menebar virus-virus perdamaian dan memiliki paradigma pentingnya kerukunan dalam konteks kebinekaan dan keindonesiaan (hlm. 217-219).

Terwujudnya kerukunan dan keharmonisan dalam beragama merupakan fondasi utama mewujudkan perdamaian dalam kebinekaan yang tentunya membuat kita selalu merasa sebagai satu bagian yang utuh dan tak lagi menonjolkan primodialisme.

Buku ini merupakan salah satu resolusi konflik perdamaian yang marak terjadi saat ini. Sehingga sebagai pemuda generasi bangsa wajib untuk membaca buku ini dalam upaya mewujudkan kerukunan dan perdamaian sebab “Di tangan pemudalah masa depan Bangsa dan Negara ini berada. Jika para pemuda tumbuh menjadi manusia yang terbuka, toleran dan selalu memiliki spirit perdamaian, maka begitulah Indonesia mendatang”. (Siti Noor Khatija Ibrahim)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27992084

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit