God and the State Cetak E-mail
(1 vote)

Tentang Otoritas Agama dan Negara

God and the StateMikhail Bakunin pernah menulis buku God and the State yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Bakunin adalah salah satu tokoh “anarkis”, selain Pierre-Joseph Proudhon, Peter Kropotkin, dan Max Stirner. Dia juga terkenal gara-gara berdebat dengan Karl Marx dalam Sidang Internasionale, di Den Haag, tahun 1872.

Selain berbeda pemikiran, Bakunin pun berlainan karakter dengan Marx sebagai intelektual dan teoretikus ekonomi-politik. Bakunin lebih dikenal sebagai aktivis.

Secara pemikiran, Bakunin tak sepakat dengan komunisme yang masih mengakui otoritas negara, sekalipun setuju pada materialisme dan sinis terhadap agama. Penolakan otoritas negara Bakunin ada dalam buku The Paris Commune and the Idea of the State, dihimpun di Bakunin Anarchism (2002).

Dia menulis, “Negara itu seperti rumah jagal raksasa atau kuburan mahaluas, di mana semua aspirasi riil, daya hidup sebuah negeri masuk dengan murah hati dan suka hati dalam bayang-bayang abstraksi tersebut, untuk membiarkan diri mereka dicincang dan dikubur.” Kita boleh menengok pernyataan tokoh “anarkis” lain, Kropotkin yang menolak lebih lugas. Katanya, “Negara bukan cuma bentuk aktual dan segala bentuk dominasi yang diembannya. Dalam esensinya, sebuah rintangan bagi revolusi sosial” (Sheehan, 2003: xi).

Kendati beda sikap dalam memandang negara, pemikiran Bakunin tentang agama sejalan dengan Marx yang menyebut agama sebagai candu masyarakat. Hanya, Bakunin memang lebih sering merujuk pernyataan Voltaire. Dalam God and the State, dia mengutip Voltaire, “Apabila Tuhan tidak ada, maka Dia perlu dihadirkan. Sebab, Anda tahu, orang-orang harus memiliki agama. Itu katup pengaman,” (hlm 38).

Dalam sosiologi, agama pun disebut sebagai katup pengaman yang paling ampuh. Agama biasa diperalat sebagai selubung yang memberi legitimasi ilahiah bagi setiap tindakan, bahkan sekalipun tindakan itu salah. Di Indonesia, sudah sering menyaksikan agama dijadikan selubung kepentingan politis.

Agama selalu berpangkal pada Tuhan. Dalam perspektif filsafat, Tuhan adalah produk teragung idealisme. “Selanjutnya,” tulis Bakunin, “dengan segala hormat kepada ahli metafisika, dan idealis religius, filsuf, politisi, atau penyair, gagasan tentang Tuhan menyiratkan pelepasan akal manusia dan keadilan. Negasi paling menentukan atas kebebasan manusia yang berujung pada perbudakan manusia dalam teori serta praktik” (hlm 49).

Maksudnya, jika Tuhan ada, manusia adalah budak. Segala karakter baik dan benar telah termiliki Tuhan. Kemanusiaan hanya menyisakan keburukan. Ada kalimat perendahan diri, “manusia itu tempatnya salah dan lupa.”

Jika menyimak tulisan Bakunin, sebetulnya baik Tuhan/agama atau negara merujuk pada satu konsep kunci: otoritas. Tentu, otoritas dapat berupa apa saja. Namun, memang di zaman itu tiada otoritas tertinggi, selain agama dan negara. Otoritas sesuatu yang dibenci para ‘anarkis’ dengan segenap hati.

Bakunin melanjutkan, "memang dalam hukum-hukum pemberontakan tidak hanya terlarang, tapi mustahil. Manusia harus patuh. Kalau tidak patuh, yang terlihat hanya kemahakuasaan” (hlm 54). Pembaca yang tak terbiasa bergumul dengan filsafat tentu memandang setiap tulisan Bakunin dalam God and the State sebagai radikal. Kendati demikian, memahami Bakunin sebagai pemikir radikal lebih mendingan ketimbang sekadar mengerti anarkisme sebagai kerusuhan antarsuporter klub sepak bola dan semacamnya. (Udji Kayang Aditya Supriyanto - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28289224

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit