Rakyatisme dan Esai-esai Lain Cetak E-mail
(1 vote)

Indonesia Sulit Maju karena Terkotak-kotak

Rakyatisme dan Esai-esai LainBuku ini berisi cita-cita tentang demokrasi, etika, keadilan, dan rakyatisme. Ada keinginan menegakkan keutuhan demokrasi bangsa ini. Contoh konkret, ada sebagian yang ingin merongrong NKRI. Ini mengindikasikan, demokrasi jauh panggang dari api. Banyak kasus korupsi.

Demokrasi harus sejalan dengan dialektika gagasan dan program rakyat dengan adanya kontestasi program dan tidak boleh malnutrisi. Deliberasi publik tidak akan jalan andai tidak ada gagasan atau program lain yang perlu diuji bersama (hal. 205).

Indonesia sulit maju karena terkotak-kotak dalam beraneka paham yang bisa memecah-belah. Beruntung Indonesia bersemboyan Bhinneka Tuggal Ika dan mempunyai konsepsi politis kemanusiaan yang adil dan beradab. Menurut Driyarkara, filsafat Indonesia harus bisa menghadapi problem-problem masyarakatnya (hal. 2).

Tatanan negara juga harus ideal sebagaimana dikumandangkan Plato. Demokrasi harus diimbangi dengan kemerdekaan penuh rakyat. Abraham Lincoln pernah berkata, demokrasi ialah pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat.

Ini merupakan kumpulan artikel. Di dalamnya juga disinggung di negara berkembang seperti Indonesia diharapkan pertumbuhan ekonomi sebagai jembatan emas ke arah terlaksananya pemerataan. Namun, bila tidak disertai hak untuk merdeka dan lebih-lebih lagi, hak untuk berpartisipasi serta menegakkan demokrasi, tidak ada artinya.

Kalau pers hanya bertaburan bahasa birokrat dan sedikit kesempatan untuk mengangkat bahasa rakyat sendiri, sulitlah untuk mengontrol agar pertumbuhan mengarah pada pemerataan. Demokrasi belum ideal. Bangsa ini masih jauh dari demokrasi. Misalnya, tentang idealitas di bidang pendidikan. Kita jarang bicara tentang kepribadian lulusan-lulusan sekolah. Sebaliknya, membentangkan masalah mengenai siap pakai atau tidak (hal. 22).

Politisi lebih mengedepankan “brutalisme,” sehingga tidak bersih. Ini mencederai demokrasi itu sendiri. Mereka berpolitik jauh dari nilai-nilai etis. Di dunia pendidikan pun demikian. Maka tak heran banyak kasus plagiarisme akademik. Perguruan tinggi jauh dari nilai kejujuran.

Sayang, masyarakat pragmatis. Selain itu, birokrat belum bersifat melayani rakyat dengan baik (rakyatisme). Rakyatisme ialah perjuangan aspirasi, akal budi, nurani, dan kemampuan rakyat sendiri. Maka dalam politik, rakyat perlu berpikir, menilai, dan melangkah sendiri (hal. 51).

Buku ini berisi panggilan untuk untuk menyuarakan keadilan, demokrasi, kejujuran, dan tegaknya nilai etis. Kumpulan 1982 sampai 2011 ini berisi 43 tulisan. Kalau disarikan maka kata kunci yang muncul adalah demokrasi, etika, kejujuran, keadilan, dan rakyatisme.

Perlunya mengangkat rakyatisme ke permukaan, akhir-akhir ini terasa benar di kalangan ilmuan sosial. Ignas Kleden berharap agar wujud paham kerakyatan dapat disalurkan dalam kehidupan lebih luas. Dia menilai, para peneliti sosial mempunyai peranan besar untuk membiasakan rakyat memahami hak-haknya (hal. 53). Rakyat harus bisa menjadi subjek, bukan hanya objek pemerintah. (Mahmudi - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27612833

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit