The Seven Good Years Cetak E-mail
(1 vote)

Cara Penulis Melawan Realitas

The Seven Good YearsSebuah perang dimanapun itu, tetap menyisakan trauma menda­lam. Ada banyak reruntuhan, ban­gunan yang hancur, perasaan-perasaan yang rapuh, dan harapan-harapan yang musykil balik lagi. Tapi, perang memi­liki riwayat, sejarah, dan layak untuk kita kisahkan. Begitu pula perang yang ada di Palestina, perang antara muslim dengan orang Yahudi. Perang ini bukan semata mata perang fisik dan senjata, tetapi juga perang ideologi, perang sejarah, dan perang mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan.

Menjadi manusia yang tumbuh dan besar diantara perang memang bukan­lah sesuatu yang mudah. Edgar Keret seorang penulis Yahudi yang lahir 20 Agustus 1967 pun mengalami ketaku­tan-ketakutan itu. Rasanya tak mudah menjadi seorang Yahudi, yang boleh dibilang dikecam orang seluruh dunia karena membantai Palestina.

Amat susah, itulah yang dirasakan Keret untuk menjelaskan kepada anaknya tentang sebuah dunia yang dihadapinya. Tapi, keret mengatasi hal ini dengan cara yang alamiah. Ia mengajak anaknya mendengar deru bom, suara mesiu, hingga dentuman senjata di kanan-kirinya dengan biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.

Memoar yang ditulisnya bukanlah memoar yang bersifat keluar, tetapi le­bih bersifat ke dalam. Dalam memoar yang ditulisnya, kita justru menemu­kan bagaimana keseharian penulis di eksplorasi lebih. Tak hanya itu, kita bakal mendapati cerita-cerita yang tak ada kaitannya dengan perang, tapi ada di sekitar penulis.

Dalam nukilan esainya berikut misalnya “Dia benar-benar hidup di masa sekarang : Dia tidak pernah mendendam, tidak pernah takut akan masa depan. Dia benar-benar tidak punya ego. Dia tidak pernah mem­pertahankan kehormatannya atau mengambil keuntungan”. Dalam esai yang bertajuk Bayi Besar, ada peras­aan-perasaan yang bernada khawatir, tetapi juga berupaya menenangkan.

Ada ketakutan besar, tapi hendak di­lawan dengan optimisme, bahwa kelak anaknya tak boleh memiliki sikap pesi­mis, apalagi takut akan masa depan. Mengingat negara yang terus-menerus dalam keadaan perang, cenderung susah membayangkan masa depan. Inilah sebagian dari cara Keret untuk menghadapi realitas yang ia alami.

Bila anda berharap menemukan rumus dan cara menghadapi perang, anda tak bakal menemukannya disini. Tetapi bila anda hendak mencari bagaimana cara Keret menghadapi situasi dan pengalaman berkesan dalam hidupnya, kita bakal menemu­kan kisahnya di buku ini. Seperti di esai bertajuk Dengan (tidak) hormat, dikisahkan pengalaman Keret selama pekan buku diberbagai negara.

Keret dulu di masa kecilnya sering meminta tanda tangan kepada penulis idolanya, tetapi kini ia berubah, ia ha­rus menandatangani buku-buku dari penggemarnya. Dan sesekali menulis­kan pesan yang diminta pembaca buku­nya di halaman awal buku itu. Ia mulai mencoba eksperimen ketika buku-buku itu hendak dimintakan tanda tangan dan kata-kata dari Keret, ia mencoba untuk menuliskan kalimat-kalimat fiksi.

Setiap kalimat yang dituliskan di buku mereka, macam-macam dan hampir semua imajinasi. Misalnya “untuk Tziki. Aku mengakui kalau aku bertingkah seperti bajingan. Tetapi, kalau adikmu bisa memafkanku, kamu juga bisa”. Kalimat-kalimat itu justru berbuah tamparan dan kemarahan dari seorang pembaca yang tak terima de­ngan kalimat yang dituliskan Keret. (Arif Saifudin Yudistira - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28550437

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit