Spektrum Teori Sosial dari Klasik hingga Postmodern Cetak E-mail
(0 votes)

Menyibak Teori-teori Sosial secara Lebih Komprehensif

Amerika Serikat (AS) adalah pusat pertumbuhan dan keruntuhan teori struktural fungsional yang berakar pada karya Durkheim dan beberapa antropolog lain. Kemunculan teori struktural fungsional berhubungan dengan dominansi AS dalam segala aspek kehidupan. Menurut seorang filsuf Prancis Auguste Comte, tahapan perkembangan masyarakat ada tiga berdasarkan tingkat rasionalitas pemikiran. Ini dikenal sebagai “Hukum Tiga Tahap”, terdiri dari: tahap teologis, metafisik, dan positif (halaman 13).

Seiring meredupnya teori struktural fungsional, muncul teori konflik pada 1950-an di Eropa yang lalu berkembang di AS. Cikal-bakal teori konflik sebenarnya sejak abad 17 oleh Thomas Hobbes. Teori ini melihat pada dasarnya masyarakat memiliki unsur-unsur integratif dan konflik sebagai kerangka teori di mana masyarakat adalah sebuah arena berisi kesenjangan dan berpotensi menyebabkan perubahan.

Menurut teori interaksionisme simbolik, penyimpangan sosial di permukiman kumuh perkotaan karena kelemahan organisasi sosial sebagai dampak urbanisasi yang tak terkontrol. Teori ini merujuk pada pengembangan konsep individu berdasarkan cara membayangkan mengenai citra diri orang lain. Seseorang tidak akan mampu membentuk citra dirinya tanpa umpan balik orang lain.

Lain lagi teori feminisme yang berkembang untuk memperjuangkan kebebasan perempuan berbicara di depan publik, hak milik, serta hak-hak politik. Teori ini terbagi menjadi tiga gelombang yang menjadi mainstream. Salah satunya dipengaruhi feminisme liberal. Teori feminisme melupakan isu cara mengukur kelas sosial untuk menentukan posisi perempuan atau istri yang tidak bekerja.

Teori lainnya pertukaran sosial yang menilai perilaku masyarakat sebuah rangkaian sosial. Individu cenderung meminimalisasi biaya dan memaksimalkan imbalan. Individu-individu akan merasa berkewajiban membalas jasa ketika menerima imbalan pihak lain. Seseorang akan memperlihatkan “kekuatan” atau “daya” kepada orang lain melalui sebuah pemberian. Biasanya pertukaran terjadi akibat sesuatu yang dibagi bersama dengan pihak lain untuk memperoleh hasil yang lebih baik daripada dilakukan sendiri. Ini teori pertama yang menggunakan segala asumsi rasional ke dalam ilmu sosial.

Sementara itu, James S Coleman mempelopori kemunculan teori pilihan rasional yang memusatkan perhatian pada tindakan rasional individu serta cara tindakan tersebut menimbulkan perilaku sistem sosial. Orang-orang akan bertindak secara rasional bila memiliki kerangka preferensi. Mereka membuat keputusan atas dasar kerangka tersebut. Pelaku sosial akan menyeleksi pilihan lebih dulu dan memperhatikan tujuan prioritas, sumber daya, dan peluang keberhasilan (halaman 203).

Pada tahun 1960-an, mulai bermunculan gerakan mahasiswa radikal disertai kekerasan dengan popularitas teori kritik. Teori ini bersifat radikal dalam arti ingin melengserkan struktur masyarakat yang dianggap telah menebar ketidakadilan. Ini sebenarnya tidak menghendaki tindak kekerasan. Teori kritik dikembangkan dengan menggabungkan pendekatan berbagai disiplin dan mengkritik banyak penindasan.

Lalu, muncul teori strukturalisme yang melihat individu ditentukan oleh budaya, masyarakat, psikologi, dan lingkungan. Teori ini diaplikasikan pada berbagai bidang, termasuk agama. Menurut Bardzell, teori strukturalisme banyak dikritik karena merusak subjektivitas manusia dan menepiskan arti penting otonomitas individu.

Berikutnya yang tak kalah kontroversial adalah teori postmodern yang menimbulkan berbagai pro dan kontra. Teori ini cenderung bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang lebih condong mengedepankan kebenaran tunggal. Postmodernism menganggap, kodrat manusia secara konsisten terlibat dalam hubungan konflik antarkelompok. Untuk mengatasi konflik tersebut menggunakan kekuasaan. Kekuasaan ini menyebabkan ketertundukkan dan penindasan karena dominansi individu lain. (Tremella Dea Nilasari - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28777611

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit