Marketing Platform for BUMN Cetak E-mail
(1 vote)

Menjadikan BUMN Korporasi kompetitif

Marketing Platform for BUMNBadan Usaha Miliki Negara (BUMN) tidak bisa lagi bermanja- ria terhadap pemerintah. Mereka bukan lagi pemain tunggal atau korporasi emas era Orde Baru. Monopoli tidak lagi berlaku. Negara sudah terlampau lama merawat BUMN. Kini saatnya, mereka membangun dinasti finansial secara mandiri. Utang negara sudah mencapai 4.000 triliun sehingga tidak leluasa memberi subsidi. Di samping itu, perusahaan swasta banyak bertumbuh dengan segudang kreativitas dan produktivitas. Ini tantangan riil BUMN.

Buku ini melihat sebagian besar BUMN masih berorientasi produk dan lemah dari segi manajemen marketing. BUMN tidak memikirkan keunggulan produk sesuai dengan permintaan konsumen, serta menawarkan pelayanan sejalan dengan perubahan. BUMN memiliki banyak bahan dan produk. Namun di pasar, produknya bukan unggulan. "Coba bayangkan, kita memiliki kebun karet dan kakao sangat luas. Tetapi, kenapa yang muncul dan dominan brand-brand yang bukan dari BUMN. Kita tidak punya brand produk karet dan cokelat yang dominan," katanya (hlm 3).

Penulis buku adalah mantan Direktur Pemasaran Pertamina. Lewat buku ini, dia hendak berbagi ilmu dengan perusahaan BUMN lainnya agar bisa bergerak bersama memberikan yang terbaik untuk negara. Buku ini dimulai dari latar belakang perubahan yang begitu cepat di segala lini kehidupan akibat kemajuan teknologi sehingga menjadi motif dasar BUMN untuk segera berbenah.

Perubahan digambarkan dalam istilah: change, customer, competitor, company dan connect. Change berkaitan dengan perubahan revolusioner teknologi, sosial politik, dan ekonomi yang mengubah pola belanja customer. Perubahannya sangat cepat. Konsumen banyak maunya dan susah ditebak. BUMN tidak bisa mengandalkan cara-cara lama. Mereka harus dipahami sampai tingkat kecemasan dan hasratnya.

Beberapa strategi pelayanan customer yang bisa diberikan, misalnya, delivery service atau real-time delivery. Kebiasaan menunggu BUMN sudah harus ditinggalkan. BUMN harus berlari cepat. Perubahan tersebut harus dilakukan company. Pemimpin harus kreatif, inovatif, dan visioner.

Dia cepat tanggap terhadap peluang dan segera mengeksekusi. Agar tidak ketinggalan zaman, dia juga harus connect dengan perubahan, pesaing, maupun pelanggan. "Hanya dengan cara ini, BUMN dapat membuat produk, layanan, serta menentukan strategi yang nyambung dengan era sekarang," katanya (hlm 10).

Untuk bisa berjalan ke arah tersebut, BUMN harus berpikir: think like there is no box. Dengan demikian, akan banyak inovasi lahir karena tidak ada kotak pemikiran dan keyakinan membatasi. Raise the bar alias memiliki cita-cita supertinggi sehingga yang telah diraih tidak cukup. Jangan cepat puas dengan satu keberhasilan. BUMN harus tetap bersemangat untuk gagal, salah perbaiki, dan berhenti mati (hlm 159).

Bacaan ini adalah lanjutan buku d’Gill Marketing yang juga membahas persoalan pemasaran berasaskan gaya berpikir sekarang yang serbacepat, tanggap, dan tidak mengenal henti untuk terus berinovasi. Hanya, patut disayangkan ketiadaan daftar kelemahan spesifik BUMN yang bisa dijadikan contoh kasus untuk dibedah dan dicari solusi berdasarkan gaya marketing yang ditawarkan. (Mas’ud - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MANAJEMEN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29039017

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit