Carlos; Seekor Anjing, Sebuah Kehidupan Cetak E-mail
(1 vote)

Persahabatan Anjing dan Penderita "Down Syndrome"

Carlos; Seekor Anjing, Sebuah KehidupanYe Feng bukanlah bocah kecil jika dilihat dari usianya karena sudah 26 tahun. Namun, down syndrome membuatnya menjadi bocah abadi. Fisiknya terhambat berkembang. Tingginya hanya sekitar 140 cm dan bobotnya mendekati 60 kg. Wajahnya khas penyandang kelainan kromosom. Matanya tertarik ke atas dan lidahnya seolah selalu tergigit. Karena keadaan fisik itulah, Ye Feng masih kerap berliur dan artikulasi bicaranya tak begitu jelas. Mentalnya terperangkap dalam alam pikir anak-anak usia lima tahun. Namun, kondisi lingkungan dan perlakuan keluarga yang baik membentuk Ye Feng menjadi pemuda istimewa yang bahagia. Ia mandiri dan mempunyai empati yang baik (halaman 5).

Ye Feng memiliki seorang adik lakilaki bernama Zi Chen, seorang polisi. Ye Feng sendiri telah tamat sekolah tingkat atas untuk murid berkebutuhan khusus. Ketika baru lulus, dia bekerja di sebuah supermarket sebagai penjaga tempat penitipan barang. Ye Feng bekerja dan orang tuanya membiarkan. Pemuda itu perlu belajar mendapat materi dan pengalaman hidup dari usaha sendiri.

Uang bukan masalah karena mereka keluarga berkelebihan. Namun, pelajaran hidup hanya bisa didapat ketika terjun ke lapangan. Beberapa kali Ye Feng berganti pekerjaan sampai menemukan yang nyaman. Ia kembali ke sekolah dasarnya, mengambil pekerjaan sukarela sebagai pengajar piano bagi murid-murid berkebutuhan khusus seperti dirinya.

Carlos adalah seekor anjing jantan ras Akita yang diadopsi Ye Feng semenjak bayi. Dia bukan anjing pertama keluarga itu, karena mereka juga memiliki anjing lain dari ras Doberman bernama Champion. Namun, hubungan Ye Feng lebih dekat dengan Carlos dibanding Champion. Sejak 13 tahun lalu, Carlos menemani Ye Feng tumbuh dan melalui hari-harinya. Mengadopsi anjing sangat membantu tumbuh kembang Ye Feng yang menyandang down syndrome. Hewan piaraan membuat anak istimewa itu memahami konsep tanggung jawab dengan lebih mudah. Karakter anjing ras Akita yang lembut, playful, dan protektif membuat hubungan keduanya sempurna. Seekor anjing yang senang bermain dan seorang dengan jiwa bocah abadi, apalagi yang lebih manis dari ini? (halaman 18).

Tak susah membayangkan fisik Carlos karena ada sebuah cerita tentang anjing Akita yang sangat terkenal di dunia. Siapa yang tak tahu Hachiko? Anjing yang setia menunggu tuannya di Stasiun Shibuya selama bertahun-tahun tanpa tahu bahwa Sang Tuan sudah tiada.

Suatu sore sepulang jalan-jalan, Carlos mendadak muntah. Wu Mao Ching, ayah Ye, menyarankan agar Carlos dibawa ke klinik hewan. Dokter Liu menjelaskan rata-rata usia anjing ras Akita hanya 12 tahun. Sungguh keajaiban Carlos tetap hidup sampai 13 tahun. Musim panas segera berlalu. Taiwan sedang bersiap menghadapi angin topan. Begitu pun di distrik Yilan. A Ling, asisten rumah tangga di kediaman Ye Feng, tengah berbenah usai badai Soudelor. Ia dikejutkan kondisi Carlos yang sekarat bersimbah darah. Keluarga segera melarikan Carlos ke klinik. Bahkan, Zi Chen pun turut pulang dari dinasnya.

Keadaan Carlos sudah sangat parah. Sejumlah organ tubuhnya rusak. Dokter Liu memberi pilihan yang tak mudah bagi Wu Mao Ching. Ada sebuah tindakan yang biasa dilakukan pemilik anjing untuk mengakhiri penderitaan hewan piaraan mereka. A Ling memberi tahu Ye Feng soal obat baru yang ditawarkan Dokter Liu. Seketika Ye Feng membeku di tempat. A Ling tertegun. Ia meraih ponselnya dan mengetik sesuatu di kolom search. Hanya butuh satu detik untuk menampilkan segala penjelasan tentang eutanasia. A Ling merasa seperti telah melemparkan bom waktu.

Novel ini mengajarkan tentang cinta tanpa syarat. Sepasang suami-istri mampu menerima kekurangan anaknya, mengubah kekurangan itu sebagai keistimewaan. Hubungan antaranggota keluarga yang harmonis. Sekaligus sebagai tamparan yang menggugah rasa kemanusiaan. Seorang penderita down syndrome saja memiliki naluri welas asih, bagaimana dengan manusia normal yang diberkahi akal pikiran, tapi gemar menyiksa hewan? (Arinhi Nursecha - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28782073

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit