Lengking Burung Kasuari Cetak E-mail
(1 vote)

Yang Tak Terlupakan dari Papua

Lengking Burung KasuariKinasih Andarwati atau Asih tokoh utama kita dalam novel ini baru saja pindah bersama keluarganya di Tanah Papua. Ayahnya adalah salah satu anggota ABRI, ibunya seorang wanita biasa yang kemudian membuka bisnis kelontong, dan juga Tutik, adiknya. Bapak termasuk kelompok tentara yang pertama dikirim ke wilayah ini (Papua) setahun setelah Presiden Soekarno mencanangkan Trikora. (hal. 19) Pilihan mempergunakan istilah ABRI dan bukan tentara atau TNI-AD, menandakan latar waktu yang dikehendaki penulis.

Penggunaan istilah ABRI di novel ini lekat dengan era orde baru, ketika polisi dan TNI menjadi satu naungan, yang kemudian kembali diceraikan di masa reformasi. ABRI di era emas orde baru, benar-benar memiliki kekuasaan penting. Dan di novel, penulis juga menyinggung beberapa. Misalkan bagaimana Ibu Asih mendapatkan kemudahan meminjam utang, mendatangkan minyak tanah dengan jaminan posisi suaminya yang seorang ABRI.

Kepindahan mereka secara langsung menumbuhkan benturan budaya, Jawa-Papua. Asih yang masih belia menangkap itu dengan kacamata kepolosan. Pengidentifikasian Asih atas perubahan lingkungan juga tampak sangatlah polos. Misalkan bagaimana Asih mendiskripsikan Om Tamb, laki-laki dewasa berambut ikal, tak seluruhnya memang. Dia juga bertubuh tinggi besar dan kulitnya sedikit gelap. (hal. 27)

Sepanjang novel kita akan disuguhi halaman demi halaman yang berisikan kenangan Asih (yang sangat mungkin dijahit dari pengalaman asli penulis) semasa di Papua. Mulai dari permainan kecil dengan Sendy, Tutik, dan kawan-kawannya di perumahan tentara. Sendy adalah teman pertamaku di kota ini, penting bagiku untuk menjadi teman sepadan baginya. (hal. 1)

Papua tahun 1964, setahun setelah Trikora tentu tidaklah semaju sekarang. Meskipun keluarga Asih masih lebih beruntung dibandingkan dengan orang Papua asli, seperti Sendy yang harus menempuh sekolah lebih jauh. Yang kentara ialah soal bahan bakar minyak yang cukup langka, hingga Ibu Asih menjadikan bisnis. Kemudian soal keterheran-herannya orang Papua menyaksikan benda kotak yang mampu menghasilkan es batu pengusir rasa panas di badan.

Keabsenan rasa Papua di novel ini, disebabkan cakupan bahasan yang hanya menitik beratkan soal Asih dan keluarganya di perumahan ABRI. Nunuk tidak membuka lebih luas ‘koper’ miliknya. Tidak hendak mengulik lebih lanjut soal Papua, tempat dia menghabiskan masa kecil.

Novel ini masih miskin rasa Papua. Tak ada sedikit pun budaya Papua yang disinggung. Penulis terlalu gegabah dengan memilih sudut pandang seorang anak kecil.

Persoalan utama soal ‘tukang potong kep’ tak dibahas lebih dalam oleh penulis. Hal ini baru dibuka kembali menjelang kepindahan Asih. Kemudian aku teringat ‘tukang potong kep’. (hal. 220) Aku menatap ke bagian bawah tubuhnya (Om Said), parangnya terlihat berayun-ayun di sisi kanan tubuhnya. (hal. 222)

Untuk sebuah novel dengan gelar pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta, Lengking Burung Kasuari memang tidak memiliki muatan sosial-politik yang pekat. Narasi kuat, penuh kenangan, dan secuplik potret masyarakat Papua tahun 60-an. (Teguh Afandi - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447882

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit