Sejarah Pemberontakan Kerajaan di Jawa Cetak E-mail
(1 vote)

Jejak Kudeta Kerajaan di Jawa

Sejarah Pemberontakan Kerajaan di JawaKudeta mengancam keberlangsungan suatu pemerintahan. Pemerintahan pada masa kerajaan Jawa banyak terjadi pemberontakan, di antaranya Kerajaan Medang periode Jawa Tengah, Medang periode Jawa Timur, Kadiri, Singhasari, Majapahit, Kesultanan Demak, Kesultanan Pajang, Mataram, Kasunanan Kartasura, dan Kasunanan Surakarta.

Pemberontakan terkadang tidak memandang hubungan persaudaraan seperti dilakukan Dyah Saladu Rakai Gurunwangi (anak sulung Mpu Manuku, raja Medang periode Jawa Tengah) atas adiknya Dyah Lokapala Rakai Kayuwangi yang menggantikan posisi ayahnya sebagai raja pada 855. Dyah Lokapala dinobatkan sebagai raja karena jasanya menumpas pemberontakan Mpu Kumbhayoni.

Pengangkatan Dyah Lokapala sebagai raja memicu kecemburuan Dyah Saladu. Kemudian, Dyah Saladu mendirikan kerajaan sendiri dan memberontak terhadap kekuasaan Dyah Lokapala. Dyah Saladu dibantu Dyah Dewendra Rakai Limus (tokoh yang diperkirakan menguasai daerah Limus). Pemberontakan Dyah Saladu mencapai hasil gemilang. Dyah Lokapala dapat digulingkan dari takhta. Istana Medang di Mamratipura diluluhlantakkan.

Pemberontakan Dyah Saladu terhadap kekuasaan Dyah Lokala merupakan awal perang saudara di lingkup keturunan Mpu Manuku. Dari peristiwa perang saudara tersebut, dapat ditarik kesimpulan, kekuasaan atau kedudukan telah dianggap lebih penting daripada persaudaraan (hal . 40–41).

Pemberontakan juga dilakukan penduduk yang tidak ingin wilayah diambil raja lain. Misalnya, yang terjadi di Kerajaan Majapahit semasa pemerintahan Dyah Gitarja atau Tribhuwana Wijayatunggadewi. Pemberontakan dilakukan penduduk Sadeng dan Keta.

Semula Sadeng dan Keta masuk dalam wilayah bawahan Majapahit timur (pembagian wilayah ini terdapat dalam Perjanjian Songeneb yang dilakukan Raja Dyah Wijaya sebagai raja di Majapahit dan Bupati Songeneb, Aria Wiraraja. Hasil perjanjian, Dyah Wijaya menjadi raja di Majapahit barat. Sementara Aria Wiraraja sebagai raja Majapahit timur.

Tribhuwana Wijayatunggadewi mengganggap penduduk Sadeng dan Keta yang tidak mau tunduk, berarti melakukan pemberontakan. Tribhuwana Wijayatunggadewi berusaha menguasai daerah tersebut, karena kedua wilayah tersebut memiliki pelabuhan potensial yang diharapkan dapat menunjang perkembangan perekonomian Majapahit.

Akhirnya, pemberontakan ini dapat ditumpas pasukan Majapahit, sehingga Majapahit timur dapat disatukan kembali dengan Majapahit barat menjadi Kerajaan Majapahit seperti semula (hal. 108). Dalam pemberontakan Jawa juga melibatkan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Contohnya, pemberontakan Pangeran Puger di Kasunanan Kartasura pada masa kepemimpinan Sunan Amangkurat III.

Pangeran Puger minta dukungan VOC untuk menjadi raja di Kasunanan Kartasura. Pangeran Puger beserta pasukannya memberontak Kasunanan Kartasura didukung VOC dan Pangeran Arya Mataram. Kemudian, pecahlah Perang Suksesi Jawa I antara Sunan Amangkurat III dan Pangeran Puger pada 1704–1708.

Perang ini akhirnya mengantarkan Pangeran Puger menduduki jabatan sebagai raja di Kasunanan Kartasura (hal. 173). Dari berbagai rangkaian pemberontakan, kiranya dapat diambil pelajaran. Gerakan pemberontakan sering kali menghantui dan mengganggu stabilitas politik. Selain itu, pemberontak biasanya menggunakan berbagai cara dalam menggulingkan kekuasaan sah. (Yatni Setianingsih - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SEJARAH NASIONAL INDONESIA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447881

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit