Yesus Anak Manusia Cetak E-mail
(1 vote)

Membaca Yesus dalam Sebuah Novel

Yesus Anak ManusiaDi buku Yesus Anak Manusia (2017), Kahlil Gibran memosisikan diri sebagai pencatat. Dia meriwayatkan Yesus berdasarkan kesaksian Yakobus, Assaf, Maria Magdalena, Filemon, Petrus, Kayafas, Yohana, Rafka, Daud, Lukas, Matius, Yusuf, Nataniel, Rahel, Yudas, dan tokoh-tokoh lain yang pernah berjumpa Yesus. Ihwal peristiwa hari lahir dan masa kecil Yesus, kita bisa menyimak cerita dari sang nenek atau Ibu dari Maria, Anna.

Yesus lahir di Nazaret pada bulan Januari. Pada malam harinya, rumah Anna kedatangan tamu, orang-orang Parsi yang akan ke Mesir. Para musyafir itu kemalaman dan tak mendapat penginapan. Jadilah mereka tinggal di rumah Anna. Anna minta maaf sebab tak bisa menjamu dengan baik. Hari itu, dia dan keluarganya sedang sibuk mengurus persalinan Maria dan kelahiran Yesus.

Mendengar berita tersebut, orang-orang Parsi justru ingin menengok Sang Bayi. Anna terkejut melihat orang-orang Parsi menaruh pundi-pundi emas, perak, dan wewangian di kaki Yesus.

Mereka lalu bersujud dan berdoa dalam bahasa yang tak dipahami. Keesokannya, saat orang-orang Parsi akan melanjutkan perjalanan, Anna dititipi pesan, “Anak itu baru sehari umurnya, tetapi kami menyaksikan cahaya Tuhan di mata-Nya dan senyum Tuhan kami di mulutnya. Kami mohon kalian melindungi-Nya baik-baik sehingga nanti Ia bisa melindungi kalian semua (hlm 11).” Pilihan kata “mohon kalian melindungi-Nya” menunjukkan ketokohan Yesus sebagai Anak Manusia yang membutuhkan pertolongan dan perlindungan dari manusia lainnya.

Di halaman 64–65, bisa dibaca kesaksian Yohanes, Anak Zebedeus, yang menguatkan alasan Kahlil Gibran untuk menamai buku ini Yesus Anak Manusia. Lihat, “Yesus orang Nazaret dilahirkan dan dibesarkan seperti kita. Ibu dan ayah-Nya seperti orang tua kita, dan ia manusia biasa…. Ia sendiri ingin disebut dengan nama (Anak Manusia) itu karena Ia tahu rasa lapar dan haus. Dia memandang manusia mencari diri-Nya yang Agung.”

Hal ini tak lain dan tak bukan merupakan kerendahhatian Yesus. Sekalipun Anak Manusia, Dia istimewa. Tuhan memuliakan dan mengaruniai berbagai mukjizat. Ia mampu menyembuhkan penyakit-penyakit yang tak diketahui cara pengobatannya oleh orang Yunani dan Mesir. Ia pun bisa menghidupkan orang mati (hlm 23). Yesus pun diberi tugas membawa umat menuju jalan yang benar lewat ajaran yang dipikul-Nya.

Selama hidup, Yesus hampir selalu migrasi dari suatu daerah ke daerah lain untuk menyiarkan ajaran. Ketokohan dan kemasyuran-Nya menyebar ke pelosok-pelosok negeri. Banyak orang yang kemudian menjadi pengikut setia. Tapi, muncul pula orang-orang yang menentang. Kesaksian demi kesaksian, pengikut dan penentang, dapat disimak dalam buku ini.

Akhirnya, kesaksian tentang prosesi penyaliban Yesus mendapat halaman banyak. “… sejak kematian-Nya yang tanpa perlawanan, bala tentara bangkit dari dalam bumi guna bertempur untuk-Nya.… Dan, meskipun telah meninggal, Ia lebih baik dilayani oleh mereka daripada Pompei ataupun Cesar yang masih hidup,” kata Klaudius, pengawal Romawi (hlm 276).

Buku Yesus Anak Manusia adalah novel. Pengertian ini penting untuk ditekankan agar pembaca bisa agak bebas menikmatinya sebagai karya sastra dan bukan buku sejarah, apalagi Kitab Suci. Memang, di dalam karya sastra terdapat fakta-fakta yang dibicarakan, tetapi pembaca juga mesti ingat Dia tetap mengandung unsur imajinasi.

Artinya, akan ada penambahan dan pengurangan “fakta” yang boleh dilakukan pengarang demi cerita. Meski demikian, hal itu bukanlah suatu kekurangan karya sastra, tetapi justru suatu keunggulan.

Simaklah perkataan ahli bahasa dan sastra Melayu Klasik asal Belanda, A Teeuw, yang mengutip Aristoteles: “… bahwa sesungguhnya pekerjaan penyair lebih agung, lebih bersifat ‘ilmiah’ dari pekerjaan sejarawan. Sebab sejarawan mau tak mau harus membataskan diri pada data faktual, yang bersifat insidental dan kebetulan.

Sebaliknya, penyair sanggup menciptakan dunia lengkap, masuk akal, secara inheren. Dengan demikian, berhasil mengungkapkan unsur-unsur eksistensi manusia yang hakiki dan universal.” Riwayat Yesus dalam novel Yesus Anak Manusia pun menjadi lebih puitis dan dramatis. (Hanputro Widyono - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL SASTRA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447886

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit