Soedirman & Alfiah Cetak E-mail
(1 vote)

Kisah-kisah Romantis Sang Panglima Besar

Soedirman&Alfiah“Kebahagiaan membuatmu tetap manis. Cobaan membuatmu kuat. Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia. Kegagalan membuatmu tetap rendah hati,” Ungkapan inilah yang diwujudkan Soedirman semasa gerilya. Alfiah pun mendukung lahir batin, merelakan seluruh hidupnya menemani sang suami di medan gerilya.

Ini adalah novel tentang kehidupan dan gerakan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sebagai seorang Panglima Besar, Jenderal Soedirman selain disiplin, juga memiliki sisi-sisi romantis. “Beribu maaf, Bapak Haji. Maksud kedatangan saya pagi ini hendak minta kemurahan hati Bapak, agar Alfiah, putri Bapak, boleh saya jadikan teman hidup. Dia akan saya rawat sebaik-baiknya hingga kelak hari tua,” kata Soedirman saat melamar Alfiah, gadis dari keluarga terpandang.

Cinta keduanya mulai tumbuh sejak sama-sama sekolah di Wiworo Tomo, saat Soedirman menjadi sekretaris himpunan siswa dan Alfiah bendaharanya. Alfiah adalah gadis cantik yang tengah beranjak dewasa. Saat itu, banyak pria naksir. Sementara itu, Soedirman juga bukan pemuda sembarangan. Cinta mereka awalnya tidak direstui keluarga besar Alfiah, terutama Pakdenya, Haji Mukmin.

Cinta yang kelak akan menemui berbagai cobaan hidup di masa perang kemerdekaan hingga periode Belanda datang kembali pascakemerdekaan. “Kalau seorang istri tidak tabah dan bijaksana, suami dan anak-anak tidak akan menjadi orang besar,” ujar Panglima. Alfiah percaya saja kalimat itu tanpa protes. Padahal waktu itu dia sendiri tidak benar-benar memahaminya (hal. 85) Soedirman pernah berkata ke istri tercintanya, “Kaulah prajurit sejati itu, Fiah. Penghargaan apa yang sepantasnya kau terima? Kalaupun ada, tampaknya aku tak akan sanggup memberikannya.” Dengan penuh cinta pula, Alfiah menjawab, “Aku menghabiskan seluruh waktu untuk anak-anak dan rumah tangga. Tetapi Bapak menghabiskan seluruh waktu untuk bangsa dan negara. Kalaupun ada penghargaan yang kuterima, akan kuserahkan penghargaan itu kepadamu, Pak. Sebab tugas dan tanggung jawab Bapak jauh melampaui. Aku masih bisa istirahat saat anak-anak tidur. Tetapi, Bapak tak akan bisa istirahat saat para prajurit istirahat” (hal. 188).

Kutipan ini sebagian dialog romantis, intim, dan hangat. Mereka saling berbagi peran dalam rumah tangga sesuai dengan kodratnya. Panglima Besar Soedirman ternyata sosok bapak yang welas asih dan sayang kepada istri maupun putra-putrinya. Dia memperlakukan istrinya dan mendidik putra-putri secara baik.

Dia amat menjaga keharmonisan rumah tangga sebagai bekal kehidupan bertetangga, berbangsa, dan bernegara. Jenderal Soedirman dalam membangun keluarga berusaha menciptakan ketenangan dan ketenteraman. Mereka saling menjaga rahasia keluarga. Di tengah pertempuran melawan sekutu, Soedirman dilantik menjadi Panglima Besar oleh Bung Karno. Sikap dingin Haji Mukmin kepada Soedirman pun mendadak mencair, ketika dalam konvoi setelah pelantikan, Soedirman turun dari mobil dan mengajak Pakdenya naik disaksikan seluruh warga sepanjang jalan (hal. 159). Namun, 5 tahun kemudian, Senin, 29 Januari 1950, kondisi tubuh Sang Jenderal semakin lemah.

Berlinang air mata, Siti Alfiah minta suaminya tegar. Istrinya mendampingi Soedirman sampai ajal menjemput. Soedirman pergi dalam usia muda, 34 tahun. Esok harinya, ribuan orang ikut mengantarkan jenazahnya ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Semaki, Yogyakarta. Hari itu hujan turun lebat mengguyur Kota Yogyakarta.

(Ike Meliana - sumber: www.koran-jakarta.com)
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL SEJARAH

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25247930

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit