My Grandmother Asked Me to Tell You She`s Sorry Cetak E-mail
(1 vote)

Novel tentang Kehebatan Seorang Bocah

My Grandmother Asked Me to Tell You She`s SorryIni adalah sebuah novel yang menceritakan kehebatan sesorang anak kecil bernama Elsa yang baru tujuh tahun. Dia hapal luar kepala hampir semua buku Harry Potter. Elsa juga bisa menggambar peta The Lord of The Rings dengan mata tertutup. Bahkan, untuk anak sekecil itu, dia sudah bisa memikirkan anggota X-Men yang bisa atau tidak dikalahkan Spider-Men.

Sayang, orang-orang justru merasa Elsa “terlalu dewasa”. Guru-guru di sekolah justru menganggapnya memiliki masalah konsentrasi. Bahkan, beberapa anak perempuan juga turut membencinya tanpa alasan jelas.

Tapi, Elsa punya seorang nenek yang selalu berada di pihaknya. Nenek selalu menyuruhnya untuk mengabaikan pikiran orang. “Karena orang-orang terbaik pastilah berbeda, lihat saja para pahlawan super. Lagi pula, jika kekuatan super sesuatu yang normal, semua orang pasti memilikinya,” ujar Nenek (hal. 2).

Nenek sebenarnya genius. Dia seorang dokter yang sering mendatangi tempat-tempat berbahaya untuk menyelamatkan orang. Saat seseorang bertanya kenapa dia melakukannya, dijawab, “Aku seorang dokter, demi Tuhan, dan sejak memutuskan menjadi dokter, aku tidak memilih yang harus kuselamatkan” (hal. 174).

Tapi, akhir-akhir ini Nenek lebih sering di rumah sakit. Elsa merindukan cerita nenek, tentang Tanah Setengah Terjaga dan Kerajaan Miamas. Sebagai permintaan terakhir, dia menyuruh sang cucu untuk mengantarkan semua suratnya kepada para penghuni bangunan.

Lantas, bagaimana bisa seorang anak yang tidak memiliki seorang teman pun di sekolah justru dititipi surat? Tidak hanya surat untuk Maud dan Lennart, pasangan yang sangat ramah. Ada juga surat untuk si cerewet Britt-Marie. Selain itu, surat untuk psikolog wanita yang selalu mabuk. Bahkan, ada juga surat untuk si Monster yang ditakuti semua penghuni.

Mungkin bagi anak lain, ini pekerjaan sulit. Tapi, Elsa bisa melakukannya. Dia bisa membuktikan pilihan Neneknya tepat. Lambat laun, Elsa mulai berbaur dengan mereka. Satu per satu jalan cerita yang sudah ditutup rapat mulai terbuka kembali.

Beberapa peristiwa itu sudah lama terjadi, bahkan sebelum Elsa lahir. Ada salah satu kejadian yang belum sepenuhnya tuntas karena seseorang “itu” masih ada dan sewaktu-waktu bisa merenggut semuanya. Yang mengejutkan, Elsa yang tidak tahu apa-apa justru menjadi incaran. Semua berusaha melindunginya, bukan hanya karena anak kecil. Mereka berutang budi pada Neneknya dan Elsa sudah membuat mereka berdamai dengan masa lalu.

Sering kali, ucapan Elsa membuat orang terkejut, tidak menyangka. Seperti saat bicara pada Mum, “Bukankah orang menikah karena penuh cinta dan bercerai saat kehabisan cinta? (hal. 190).” Dia menjawab itu sebagai teorinya sendiri saat ditanya apakah mempelajarinya di sekolah.

Elsa juga pernah memberi kritik kepada Alf yang sering mengucapkan kata-kata kasar. “Kau senang sekali mengumpat. Apa ada yang pernah memberitahumu? Ayahku bilang itu tanda kurangnya perbendaharaan kata (hal. 264).” Lain lagi saat Dad mengatakan, Elsa bisa berkunjung ke rumah sesukanya. Dia menjawab, “Tidak. Hanya setiap akhir pekan. Dan, aku mengerti itu karena aku berbeda dan itu mengganggu ‘harmoni keluarga’ (hal. 470).”

Saat bertemu psikolog yang ingin memberi sebuah buku yang sebenarnya sudah dibacanya, Elsa justru berbohong dengan mengatakan belum membaca. Ini sungguh sopan sekali. Dengan banyaknya masalah yang dihadapi Elsa, masihkah kita merasa bahwa masalah kita yang lebih berat? Karena masalah datang untuk diselesaikan, bukannya lari dan meratapi kesedihan.

Novel ini menggambarkan seorang anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ini seakan ingin menyadarkan pembaca untuk, anak perlu perhatian dan waktu, bukan hanya uang. (Nor Raisyah Isma - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25247926

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit