Anak Rantau Cetak E-mail
(1 vote)

Cara Hepi Memaafkan dan Melupakan

“Dia tatap lagi setumpuk uang tabungan itu. Sekonyong-konyong sebuah kesadaran baru datang menamparnya. Sesungguhnya tiket yang diburu-burunya bukan untuk terbang ke Jakarta, melainkan berdekatan lagi dengan ayahnya. Dia tidak sadar selama ini merindukan ayahnya. Rindu yang selama ini dia selubungi erat-erat dengan sedih dan marah. Dia marah karena sayang. Dia dendam karena rindu,” (hal. 347). Itulah kira-kira perasaan Hepi.

Novel ini mengisahkan seorang anak bernama Hepi yang ssemula tinggal di Jakarta bersama ayahnya, Martiaz dan kakaknya, Dora. Hepi adalah siswa kelas 8 SMP di Jakarta. Ketika pembagian rapor, Martiaz terkejut karena rapor Hepi kosong dan dinyatakan tidak naik kelas. Bahkan Hepi disarankan pindah sekolah. Padahal di mata Martiaz, Hepi adalah anak cerdas di sekolah. Martiaz sangat kecewa dan marah karena ternyata selama ini Hepi sering mbolos tanpa sepengatahuannya dan tidak menjadi siswa yang taat aturan.

Akibatnya, Hepi dipindahkan ke kampung halaman di Tanjung Durian, Padang. Dia tinggal bersama kakek dan neneknya. Awalnya, Hepi sangat marah dan dendam karena merasa dibuang ayahnya. Hal tersebut merupakan hukuman karena sekolah tidak benar. Martiaz tegas mengatakan, andai Hepi ingin kembali ke Jakarta harus membeli tiket pulang sendiri dengan uang hasil usaha sendiri.

Di kampung yang dekat dengan Danau Talago itu, Hepi bertemu sahabatnya, Attar dan Zen. Merekalah yang terus menghibur Hepi selama di kampong. Mereka juga yang menemani Hepi dalam petualangannya di Kampung Tanjung Durian. Hepi sangat marah kepada ayahnya. Dia berusaha mengumpulkan uang untuk membeli tiket pesawat ke Jakarta.

Anak umur 14 itu kerja membantu siapa saja asalkan mendapatkan uang. Hepi ingin membuktikan pada Matiaz bisa bertanggung jawab dan kembali ke Jakarta dengan usaha sendiri.

Selama Hepi berusaha mengumpulkan uang mendapat berbagai pengalaman seru bersama kedua temannya. Dari mulai menangkap pencuri sampai berhadapan dengan bandar narkoba. Hepi juga belajar banyak dari orang-orang kampung itu, terutama setelah bertemu Pandeka Luko di rumah hitam seram. Gosip yang beredar di kampung, Pandeka Luko adalah orang misterius, menyeramkan, dan bisa mencetak uang. Alur cerita mulai terasa lebih seru dan menegangkan setelah Hepi bertemu Pandeka Luko.

Novel Anak Rantau ini meluruskan anggapan bahwa merantau tak selalu harus dari kampung ke kota, bisa juga sebaliknya, dari kota ke kampung. Itulah yang dialami Hepi yang pada akhirya memutuskan tetap tinggal di kampung sampai lulus sekolah. Tabungannya diberikan ke Pandeka Luko karena lebih membutuhkan.

Novel tidak hanya membahas merantau, tapi bercerita juga tentang luka-obat, dendam-rindu, memaafkan serta melupakan. Segala rasa tersebut dikemas menjadi sebuah cerita unik. Pesan-pesan moral pun ditonjolkan. Seperti kalimat yang sering diucapkan, orang tua Minang, “Alam takambang jadi guru,” alam terkembang jadikan guru (hal. 18).

Seting novel ini hampir seluruhnya di Minang, tepatnya Padang, dekat sebuah danau yang dalam novel diberi nama Danau Talago. Muatan lokal sangat kental. Seringkali disispkan pepatah-pepatah Minang. Pada akhir cerita, Novel memberi pesan mendalam cara memaafkan, kemudian melupakan. Ini persis seperti dilakukan Hepi pada ayahnya. Kemudian ayahnya bangga memiliki anak seperti Hepi. (Hayfa Nurul Amatulloh R - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25247925

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit