Kebijakan Bhagavad Gita Bagi Generasi Y Cetak E-mail
(1 vote)

Generasi Y Harus Meningkatkan Potensi Diri

Kualitas dunia kerja terus meningkat karena angkatan kerja didominasi generasi Y. Berbeda dengan generasi X yang berorientasi pada hasil, dan generasi Z berorientasi pada kebutuhannya sendiri. Generasi Y berumur 20–35 berpikir terbuka. Mereka mengoptimalkan potensi diri, inovatif, suka tantangan dan kreatif. Mereka menduduki posisi penting. Sayang, generasi Y luput memperhatikan kebahagiaan.

Buku ini mengajak generasi Y untuk peka terhadap lingkungan dan memupuk empati untuk melayani sesama. Karakter Y yang berfokus pada jabatan dan penghasilan akan berubah menjadi penuh kelembutan jika memahami makna melayani.

Bukan tanpa tujuan, buku ini menyadarkan sejak dini dari hasil gambaran kejadian nyata. Kebanyakan orang berfokus pada kebutuhan sendiri, tak peduli kesenjangan. Mereka tidak menyadari, tetangganya kelaparan. Mereka lebih mengutamakan kepuasaan pribadi, tanpa melihat kesulitan sekitar. Sekarang masih di zona aman, dan baik, tapi sampai kapan? Ketidakpedulian kita dapat menyerang balik sewaktu-waktu (hlm 9).

Jika orang semakin peka terhadap kesenjangan, akan semakin berkurang kerugiaan mendatang. Sebab andai seseorang peduli lingkungan dan sekitar. Meningkatkan kepedulian haruslah dimulai dari diri sendiri.

Selain masalah tersebut, sebagian orang seringkali tidak percaya diri sendiri. Mereka lebih berfokus pada kelemahan. Padahal potensi diri bisa berkembang jika terus diasah. Manusia bisa berkembang jika percaya dan menghormati diri sendiri untuk berubah ke arah lebih baik.

Hal ini mengingatkan pembaca untuk mencintai diri lebih dulu, menerima kekurangan, kelemahan, dan keunikan pribadi. Kita akan menjadi berbeda, istimewa, tanpa perlu mengikuti cara hidup orang lain.

Buku Kebijakan Bhagavad Gita Bagi Generasi Y menyajikan pembahasan untuk menikmati kepuasaan dalam hidup. Sebab itu, seseorang yang sadar tidak pernah mencari kebahagiaan di luar diri. Dia mensyukuri dan menikmati segala berkah yang diperolehnya, segala hal yang memberikan kenyamanan hidupnya. Namun, dia tetap melihat diri sendiri untuk menemukan sumber kebahagiaan (hlm 129).

Terdapat juga kiat memperdayakan diri agar tak tergantung pada orang lain dan trik tenang dalam segala keadaan. Caranya, orang harus jujur pada diri sendiri, memahami peran dalam panggung sandirawa kehidupan ini dan memainkan sebaik-baiknya (hlm 156). Menjalani kehidupan dengan kebijakan Bhagavad Gita bukan hal mudah, namun juga tidak sulit jika dilandaskan pada logika. Bhagavad Gita mengajak pembaca mencari kesempurnaan, mengubah diri lebih baik dan mengatur emosi karena perbuatan akan dituai nanti.

Perlu dipahami, generasi Y adalah penerus berpotensial. Keberadaannya yang mendominasi terbukti mampu meningkatkan ekonomi dan perindustrian. Karena itu, perlu pendidikan akhlak guna meminimalkan penyimpangan yang melanggar norma masyarakat serta meningkatkan potensi agar semakin maju.

Banyak tips penting untuk generasi Y yang dijelaskan tanpa menggurui. Berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan, bukan membagi berkah setelah sebagian dinikmati lebih dulu. Lebih baik menikmati sisa setelah berbagi rezeki kepada orang lain. Ada juga tips harus berpihak pada kebenaran, meski sulit serta meningkatkan integritas diri.

Buku ini menyadarkan generasi Y untuk mengenal diri, menghargai orang lain, meningkatkan potensi, dan menghargai perbedaan lingkungan. Buku ini juga membantu pembaca mengenali diri sendiri, memahami kekurangan dan menerima kelebihan tanpa kesombongan. (Nata Carol - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25247918

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit