Sogok Aku Kau Kutangkap Cetak E-mail
(1 vote)

Indonesia Butuh Lebih Banyak Hakim Berintegritas

Ujung tombak keadilan adalah pengadilan. Yang memegang kuasa di pengadilan untuk memutuskan suatu perkara adalah hakim. Dengan ketokan palu, dia memastikan keputusannya selaras dengan undang-undang atau dimotivasi berbagai desakan eksternal seperti rayuan suap, ancaman santet, dan pembunuhan.

Buku ini mengetengahkan biografi Artidjo Alkostar yang sekarang menjabat Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA). Dalam posisinya ini, dia berusaha memperbaiki tiga komponen hukum yang dianggapnya lemah, yakni subtansi, struktur, dan budaya hukum. “Benarkah Indonesia ini negara hukum? Jika ya, mengapa budayanya tidak pernah mendukung penegakan hukum?” katanya (hlm 428).

Atas vonisnya, banyak pejabat masuk bui. Mahfud MD memuji keberaniannya sebagaimana tertera di sampul buku. “Jangan pernah berpikir, siapa pun bisa mempengaruhi Artidjo untuk melenceng dari penegakan hukum dan keadilan. Artidjo tidak takut ancaman fisik, tak risau gertakan santet. Dia tak mempan uang dan tak peduli persahabatan jika menodai integritasnya sebagai penegak hukum.”

Pernah suatu hari, sahabat lamanya yang kini menjadi pengacara hebat mendatangi yang sering mengawal kasus para pejabat. Dia hendak minta tolong memudahkan kasus kliennya atas nama persahabatan dan mengiming-imingi mobil baru serta sejumlah uang. “Sebagai orang yang mengerti hukum, aku rasa kamu tidak pantas berkata seperti itu di hadapanku,” kata Artidjo dengan geram (hlm 10).

Integritas Artidjo dibangun sejak muda. Tahun 1980-an menjadi pengacara di Lembaga Bantuan Hukum (LBH), di Yogyakarta, di bawah kepemimpinan Adnan Buyung Nasution. Dia merasa hidupnya memiliki arti ketika bisa melindungi wong cilik, segmen masyarakat tersisih serta kelompok teraniaya. Begitu besar obsesi melayani hukum, dia berani meninggalkan profesi dosen yang secara finansial lebih menjanjikan.

Seorang profesor yang juga seniornya menyayangkan sikap tersebut. “Karena dengan bergiat di LBH, aku bisa melihat penderitaan rakyat kecil. Dengan begitu, mata hatiku akan menjadi peka sehingga semakin berani menyuarakan kebenaran dan keadilan,” katanya kepada profesor (hlm 304).

Dia mengadvokasi para petani tebu di Sumenep, mengusut kecurangan pemilu di Pemekasan, dan memperjuangkan korban insiden Santa Cruz, Dili. Ancaman santet, dibunuh, dan sebagainya kerap kali diterima. Namun, dia bergeming dengan perjuangannya. Dia juga menentang aksi brutal oknum aparat keamanan yang menghabisi para pelaku kejahatan dalam Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK).

Dia sadar bahwa para kecu, gali, dan preman sering kali membuat onar. Namun, mereka juga manusia yang setiap perilakunya mesti diadili, bukan langsung ditangkap, disiksa, dicekik, atau ditembak lantas mayatnya digeletakkan begitu saja di pinggir jalan. Baginya, ini tindakan barbar. Perjuangannya membela hak hukum para preman membuat aparat gerah. Dia pun diancam bunuh, tapi tidak takut (hlm 360).

Artidjo senantiasa berkomunikasi dengan orang tua, istri, dan kiai mengonsultasikan seluruh persoalan. Merekalah backing power perjuangannya. Sebab sebagai manusia, dia juga kadang merasa lemah, takut, bingung, dan ragu. Perlu orang lain untuk menguatkan dan menenangkan. Dari perjungannya selama ini, Artidjo mendapat pelajaran berharga, kehidupan akan menjadi baik jika takut Allah dan dalam hidup bersama menjaga tegaknya hukum dan keadilan.

Buku ini mewartakan detail perjuangan Artidjo, ragam ancaman, dan rayuan harta. Perjuangannya akan memberikan rasa optimistis masa depan keadilan hukum. Dia teladan bagi setiap pribadi yang bergerak di bidang hukum. (Yudi Prayitno - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL BIOGRAFI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447880

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit