Korupsi; Akar, Aktor, dan Locus Cetak E-mail
(1 vote)

Menyelamatkan Negara dari Jerat Para Koruptor

Sejak awal kemerdekaan, pemberantasan korupsi sudah dilakukan, terutama ketika Presiden Soekarno mendirikan Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara pada 1959. Setelah itu dibentuk lembaga Panitia Retooling Aparatur Negara (hlm 2–3).

Pada era Orde Baru, berdasarkan Keppres No 228 Tahun 1967 dibentuk Tim Pemberantasan Korupsi. Kemudian pada masa Presiden BJ Habibie lahir Komisi Pengawas Kekayaan Pejabat Negara, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, atau Lembaga Ombudsman. Selanjutnya, Presiden Abdurrahman Wahid membentuk Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Barulah tahun 2002, Presiden Megawati membidani kelahiran Komisi Pemberantasan Korupsi.

Mencermati sejarah tersebut, Indonesia mengalami perjalanan panjang dan terjal untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara bersih dan bebas korupsi. Berdasarkan data Transparency International Indonesia, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2016 naik satu poin ke 37 dari angka tertinggi 100. Tetapi secara global, posisi Indonesia masih di urutan ke-90 dari 176 negara (hlm. 200).

Skor Indonesia ini masih berada di bawah Malaysia (49 poin), Brunei (58), dan Singapura (85). Sementara Indonesia di atas Filipina (35 poin), Thailand (35), Vietnam (33), Myanmar (28), dan Kamboja (21).

Buku ini serasa audit forensik korupsi secara menyeluruh mulai dari akar, aktor, sampai lokasi dan sektor yang rentan terjangkiti penyakit korupsi. Rose-Ackerman, dalam Corruption: A Study in Political Economy (1978), memandang bahwa korupsi disebabkan keserakahan, keperluan, dan peluang. Dalam perspektif berbeda, buku ini membagi jaring korupsi karena akar antropologis, sosiologis (lingkungan, masyarakat dan keluarga), dan ekonomi-politik (hlm 30).

Meminjam pepatah “mati satu tumbuh seribu,” pelaku korupsi pun demikian: tertangkap satu tumbuh seribu koruptor. Pelakunya beragam mulai dari menteri, DPR, DPRD, MK, MA, bea cukai, pajak, kepala daerah tingkat, birokrat pusat daerah hingga TNI-polisi (hlm 200).

Buku ini juga mengungkap sektor-sektor yang kerap dijarah. Akan tetapi, secara khusus disorot bidang politik, birokrasi, dan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil. Buku ini tidak hanya mengurai akar, aktor, dan locus korupsi, tetapi juga menawarkan solusi pemberantasannya.

Salah satunya dengan belajar dari negara yang selalu dinobatkan sebagai paling kecil tingkat korupsinya: Denmark, Finlandia, Swedia, dan Selandia Baru. Swedia, misalnya, pada 150-200 tahun yang lalu merupakan negara yang amat korup, tetapi kini justru menjadi salah satu yang paling bersih. Pemberantasan korupsi di Swedia tidak hanya diatasi dengan menangkap dan menghukum pelaku, tetapi dengan membangun kultur dan sistem baru agar perbuatan korupsi disejajarkan dengan pengkhianatan negara (hlm 204). (Irham Syaroni - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447876

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit