Setengah Jalan; Ocehan bapak Beranak Dua yang Menolak Tua Cetak E-mail
(1 vote)

Mendampingi Anak Menghadapi Teknologi Informasi

Saat ini, lompatan kemajuan teknologi informasi sangat tinggi. Di zaman teknologi radio, memerlukan waktu 30 tahun untuk mencapai 50 juta pengguna. Dengan kehadiran teknologi internet, media informasi semacam Facebook, WhatsApp dan YouTube hanya butuh hitungan bulan mencapai jumlah pengguna yang sama.

Menurut statistik, pengguna internet Indonesia 90 persen memakai YouTube yang lebih ajaib dari televisi. Dia sarana hiburan sekaligus kanal popularitas paling mudah dan murah yang bisa diakses kapan pun. Eskalasi konsumen YouTube semakin meningkat dan akhirnya menimbulkan kekhawatiran orang tua terhadap pengaruh buruk ke anak.

Bocah yang berperangai buruk karena nonton bukanlah kesalahan YouTube. “Seorang creator punya hak berkarya dengan jujur dan berekspresi sesuai dengan keinginannya. Kalau nanti karya mengandung konsekuensi hukum dan moral menjadi tanggung jawab masing-masing. Tapi, mengatur seseorang berkarya bukanlah solusi,” kata Ernest Prakasa, penulis buku ini (hlm 112).

Mengarahkan anak agar menjadi baik tugas utama orang tua, bukan YouTube. Sepanjang kehidupan selalu muncul pengaruh buruk anak. YouTube hanyalah bentuk baru. “Pengaruh buruk akan selalu ada dalam wujud apa pun. Digital ataupun nondigital. Mari jaga anak baik-baik,” katanya (hlm 117).

Untuk menghindari efek buruk YouTube, perlu meriset terus-menerus tentang varian kontens yang bagus. Kemudian, memutus tali kecanduan dengan minta anak lebih dulu mengerjakan game edukatif, sebelum menonton YouTube. Tidak sekadar memberi aturan sehat kepada anak, orang tua juga harus memantau asupan informasi dari teman. Misalnya, tema dan kalimat yang belum selayaknya mereka gunakan.

Fakta tersebut menunjukkan betapa masifnya pengaruh media informasi kepada anak. Ia tidak hanya mudah dinikmati, namun juga sulit dihindari karena fasilitas yang tersedia di banyak tempat. “Itulah era sekarang. Memyembunyikan hal-hal tabu jadi semakin sulit. Satu-satunya yang bisa gue dan istri lakukan menghadapi semua dengan berusaha agar lebih siap ilmu dengan riset. Yang lebih penting lagi, siap mental menghadapi lontaran kalimat-kalimat tidak terduga dari bocah SD,” ujar Ernest (hlm 70).

Seburuk apa pun masalahnya, orang tua adalah kunci segalanya bagi anak. Memang sangat sulit mendidik anak. Namun, Tuhan telah memberi nurani sehingga bisa mengawal anak melewati beragam masalah. Yang penting, orang tua terus belajar dan memperbaiki diri lebih dulu.

Perlu teladan, hormat, dan ruang. Apa pun yang ingin diajarkan kepada anak harus lebih dulu dijalankan orang tua supaya dia melihat. Itulah teladan (hlm 20). Anak adalah replika orang tua. Dia akan banyak meniru teladan orang tua. Semua perilaku positif harus ditampilkan untuk menanamkan nilai utama dalam jiwa. Empati, toleransi, dan integritas menjadi titik berat keluarga.

Anak yang dihormati akan belajar menghormati diri dan orang lain. Hormati pilihannya agar belajar berani memilih dan menghormati pilihan orang lain, walau berbeda, serta memberikan ruang seluas-luasnya untuk meningkat kemampuan diri yang khas. Anak mirip pepohonan yang bisa tumbuh maksimal ketika diberi ruang menghirup udara dan panas matahari. “Prinsip kami coba sebanyak mungkin, lalu pilih yang mau ditekuni,” katanya (hlm 23).

Buku ini ditulis berdasarkan pengalamanya mendidik kedua anak. Kendatipun bukan ahli pendidikan, dia senantiasa belajar mendidik anak dari beragam sumber pengetahuan. (Yudi Prayitno - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
HUMOR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25247945

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit