Surabaya 1945; Sakral Tanahku Cetak E-mail
(1 vote)

Peran Kaum Tionghoa dalam Pertempuran Surabaya

Cerita-cerita yang muncul ketika membahas pertempuran Surabaya biasanya mengenai kegigihan pahlawan melawan pasukan Sekutu. Demikian juga buku karya Frank Palmos, seorang jurnalis senior dari Australia ini. Hanya, dia berupaya menggunakan “sumber dari dalam.” Frank Palmos mengumpulkan banyak catatan, memoar, dan wawacara saksi peristiwa tersebut, di antaranya Hario Kecik, Ruslan Abdulgani, Rosihan Anwar, dan puluhan pejuang lainnya.

Pembabakan mengenai pertempuran Surabaya dalam buku ini diawali dari demam kemerdekaan yang menjangkiti warga Surabaya dan munculnya rasa ingin balas dendam terhadap pasukan Jepang. Kemudian juga, aksi perampasan senjata Jepang dan pembubaran Kempetai. Selama 99 hari (22 Agustus–30 November) mempertahankan Surabaya, ribuan orang secara sukarela ambil bagian di medan laga. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti tentara Peta, buruh, pedagang, atau kuli pelabuhan.

Pasukan tempur dibentuk dalam waktu singkat. Senjata hasil rampasan menjadi modal. Para pejuang dituntut sesegera mungkin mampu menggunakannya. Berlatih menggunakan senjata dalam tempo singkat bukanlah tanpa risiko. Banyak yang kecelakaan fatal. Para pelajar menggabungkan diri dalam unit satuan tempur pelajar (Trip). Meskipun berusia muda, mereka sangat berani. Bahkan, pejuang Trip beberapa kali terlihat masih menggunakan seragam sekolah ketika bertempur (hal. 192).

Pertempuran tidak hanya didominasi kaum laki-laki, ibu rumah tangga dan remaja putri juga andil membantu para pejuang. Mereka ditempatkan di pos-pos dapur umum dan rumah sakit. Para perempuan inilah yang berjasa menyediakan makanan dan merawat pejuang yang terluka (hal. 191). Masyarakat Tionghoa juga ikut dalam pertempuran Surabaya. Mereka terbelah dua. Ada yang pro dan kontra terhadap kemerdekaan Indonesia. Kelompok pemuda Tionghoa pendukung perjuangan ini berasal dari daerah Kapasan dan ketuanya bernama Hadi Manuk.

Tugas mereka “membersihkan” orang-orang Tionghoa yang kontra terhadap kemerdekaan. Sekumpulan pemuda ini membawa para “tersangka” ke markas BKR maupun markas pemuda lainnya untuk diinterogasi (hal. 287). Ada pula seorang Tionghoa belia bernama Cholik. Ia tinggal dan sering bergaul di lingkungan kelompok pergerakan. Pengaruh ideologi pergerakan itulah yang membawanya memberanikan diri menjadi bagian dalam pertempuran.

Cholik membantu para pejuang mendapat barang-barang kebutuhan perang. Dalam beraksi, dia sering mencuri milik serdadu Jepang. Hampir semua barang yang dibutuhkan selalu didapatkan seperti ban mobil Jip Jepang dan mesin-mesin beserta onderdilnya (hal. 289). Atas jasanya itu, kelak Cholik diangkat menjadi Kepala Pelabuhan Tanjung Priok oleh Presiden Soekarno.

Penelitian sejarah dengan tema pertempuran Surabaya telah banyak dikerjakan. Buku-buku dengan tema serupa juga banyak diterbitkan. Namun, Frank Palmos mampu menunjukkan betapa pentingnya mengangkat “sumber dari dalam” yang dapat memberi ruang sejarah bagi mereka yang tidak memperoleh tempat dalam narasi besar sejarah Indonesia. (Mawardi Purbo Sanjoyo - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SEJARAH NASIONAL

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25208686

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit