Strategi Membentuk Mental Entrepeneur pada Anak Cetak E-mail
(1 vote)

Sukses Melatih Anak Berbisnis Sejak Dini

Mempersiapkan masa depan anak adalah tugas setiap orang tua. Berbagai profesi bisa mulai dikenalkan sejak dini agar anak kelak mudah menetapkan pilihan. Dalam persaingan yang semakin ketat di lapangan kerja sektor formal, wirausahawan boleh menjadi alternatif.

Jumlah pelaku wirausaha Indonesia masih sedikit sehingga kurang dalam ambil bagian menggerakkan perekonomian nasional. Padahal, kemakmuran negara dapat terwujud setidaknya jika 2 persen penduduk berwirausaha.

Wirausaha menjanjikan kesejahteraan hidup lebih baik. Peluangnya juga masih sangat terbuka. Namun demikian, berwirausaha tentu tetap perlu dipersiapkan secara serius, terutama mental dan karakter kuat, kreatif, dan jeli menangkap peluang. Dia juga ulet, optimistis, serta bijak dalam menghadapi berbagai masalah. Hal-hal tersebut butuh untuk dipupuk sejak dini agar ketika masanya tiba, para calon pengusaha tersebut sudah matang.

Memperkenalkan profesi pengusaha pada anak-anak dapat dilakukan dengan memberi gambaran sederhana tentang bisnis. Berikan pengertian bahwa pengusaha menghasilkan uang atau keuntungan dari menjual hasil produksi atau jasa. Berceritalah tentang pelaku wirausaha sukses di lingkungan sekitar. Bisa juga dengan mencontohkan anak seumuran yang mampu menghasilkan uang sendiri, misalnya hanya dengan menjual kerajinan tangan hasil karya sendiri.

Mengajari anak tentang dunia usaha, kita dapat belajar dari orang Tiongkok. Sejarah mencatat dahulu dan sekarang, Tiongkok adalah penguasa jalur perdagangan dunia. Orang tua mewariskan usaha-usaha dengan mengajari anak berdagang mulai dari bawah.

Mereka menyuruh anak-anak terlibat langsung dari pekerjaan sederhana, seperti membersihkan toko, mengangkat barang, dan melayani pembeli. Kadang mereka juga diberi tanggung jawab seperti memegang keuangan dan mencatat pembukuan. Sementara itu, keluarga lain membawa anak-anak mengunjungi perkebunan atau pabrik. Ada juga yang diajak ke pertemuan bisnis. Hal-hal demikian akan memupuk keberanian serta kepercayaan diri anak.

Dari contoh tersebut, anak-anak secara alamiah belajar bisnis langsung. Jiwa bisnis ditumbuhkan lewat praktik nyata (hlm 92-95). Buku ini juga menuturkan media pembelajaran awal mengenai dunia bisnis yang menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan, di antaranya lewat permainan monopoli yang mengajarkan mengenai konsep-konsep dasar keuangan secara efektif.

Mereka bermain untuk mengumpulkan kekayaan dari seluruh petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan, atau pertukaran aset dalam sistem ekonomi sederhana. Manfaat permainan monopoli untuk mengasah kecerdasan, strategi, berhitung, memecahkan masalah, mengelola aset secara bijak. Mereka dilatih berkomunikasi dan negosiasi (hlm 187–192).

Yang tak boleh dilewatkan, menanamkan moralitas. Dengan nilai-nilai kemanusiaan yang baik, mereka akan menjadi pengusaha beretika sehingga tidak menghalalkan segala cara dalam meraih keuntungan.

Meski wirausahawan harus selalu percaya diri dan optimistis, orang tua perlu mengajarkan mental siap kalah atau gagal. Ini bukan bentuk pesimisme agar anak juga perlu tahu kenyataan bahwa hidup tak selalu sukses dan menang. Kadang kala kegagalan dan kesedihan juga menghampiri. (Anindita Arsanti - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
WIRAUSAHA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 31801379

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit