Indahnya Keragaman; Catatan Perjalanan dari Saudi Sampai Amerika Cetak E-mail
(1 vote)

Keindahan Penerimaan Sesama yang Berbeda

Dunia terasa indah bila orang bisa menemukan aneka rupa dan warna di dalamnya. Bentuknya pun unik-unik. Ada yang besar-kecil, tinggi-pendek, keras-lunak, terang-buram, dan sebagainya. Begitu pun manusia. Dia memiliki beragam karakter. Ada yang hitam, putih, sipit, berhidung panjang, dan lainnya.

Sifat manusia tidak sama. Inilah yang perlu disadari bersama agar manusia dapat mengembangkan sikap respek terhadap orang lain. Manusia tinggal bersama-sama dengan sesama yang berbeda. Artinya, kemajemukan tidak mungkin dihindari.

Sayang, masih banyak orang yang berpikir dunia ini tunggal dan homogen. Akibatnya, sering gagap melihat perbedaan sikap dan pandangan orang lain. Mereka yang tidak sama bahkan kerap dianggap musuh dan lawan. Cara pandang seperti ini turut dipengaruhi wawasan sempit karena jarang bergaul dan melihat realita sekitar. Mereka hidup seperti dalam tempurung. Untuk mengatasi, sebenarnya tidak sulit. Cakrawala pikiran bisa diperluas dengan mudah dan menyenangkan. Salah satunya melalui jalan-jalan.

Buku ini ditulis kepala Scientific Research Commitee Sciences di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi. Seluruh tulisan dalam karya ini paduan catatan jurnalistik dan refleksi etnografis. Semua pengalaman ditulis berdasarkan fenomena yang ditemui. Teori-teori digunakan sesekali untuk menguatkan tujuan tulisan.

Kisah tentang Mennonite di Amerika menggambarkan penulis pernah tinggal bersama keluarga Mennonite di Harrisomburg, Virginia, Amerika. Mennonite adalah kelompok Kristen yang sangat “konservatif” dan “iliberal” dalam pemahaman agama dan teologinya. Meskipun begitu, Mennonite dikenal sangat mengedepankan spirit kemanusiaan, pemaaf, rekonsiliatif, dan juga pendamai.

Hal ini sangat menginspirasi penulis. Sebab, selama ini kelompok-kelompok agama yang bersifat konservatif cenderung tertutup dan tidak peduli isu-isu sosial kemanusiaan. Mereka lebih fokus mengurus “pengabdian kepada Tuhan” dalam bentuk ibadah (halaman 159-162). Mennonite sebaliknya. Kiprahnya dalam gerakan perdamaian dunia telah terbukti dan diapresiasi banyak pihak.

Cerita menarik lain terjadi saat Sumanto tinggal bersama seorang sekuler di sebuah kota kecil di Negara Bagian Massachusetts, namanya James, pemeluk Protestan. Meskipun memiliki perbedaan agama dan budaya, James mempunyai jiwa sosial tinggi. Pernah suatu kali, James menolak uang sewa kamar yang diberikan Sumanto. James hanya ingin menolong. James juga kerap menyediakan masakan, mengantar ke kampus, dan mengajak refreshing (halaman 177–192).

Penulis seolah ingin menegaskan, kebaikan seseorang tidak hanya bisa dilihat dari agama dan kepercayaan yang dipeluk. Tetapi, juga dari kesalehan sosial yang ditunjukan kepada sesama. Sebab kebaikan bersifat universal dan bisa dilakukan siapa saja. Bahkan, seorang atheis pun dapat melakukan amal kebajikan.

Dari dalam negeri ada cerita interaksi dengan KH Sahal Mahfudh (mantan Ketua MUI dan NU), John Titaley (Rektor UKSW Salatiga Jateng) atau Leymah Gbowee (tokoh perdamaian).

Maka mulai sekarang, sering-seringlah mengamati segala sesuatu di sekitar. Tidak harus berjalan-jalan ke luar negeri atau tempat jauh. Di sekeliling kita pasti banyak yang bisa dipelajari, misalnya saat di kantor atau sekolah. Perhatikan perilaku orang-orang berlatar belakang budaya berbeda.

Saat bermasyarakat, cermati tetangga yang berbeda agama dan keyakinan menjalankan ibadahnya. Saat melakukan ini, tentu kita harus membuka diri dan pikiran. Jangan menilai pihak lain dengan standar kita. Dengan begitu, maka akan hadir sikap menerima perbedaan dengan kesadaran tinggi. Ketika sudah sampai di titik ini, maka derajat kemanusiaan kita pun telah meningkat. (Rachmanto - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27578557

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit