Para Pemimpin yang Menjaga Amanah Cetak E-mail
(1 vote)

Memilih Pemimpin yang Mau Melayani

Belakangan, bangsa Indonesia dilanda berbagai macam problem mulai dari persoalan politik yang membelit hingga isu sosial, agama, ras, dan antargolongan yang hampir mencekik. Dengan isu-isu tersebut tak lain hanya dalam persoalan menentukan arah politik dan pemimpin. Korbannya bangsa dan negara sendiri bila salah memilih seorang pemimpin.

Buku ini kembali mengajak pembaca merenungkan substansi seorang pemimpin. Dia harus bisa jadi panutan. Di negara demokrasi ini, warga bebas memilih, tanpa harus dipengaruhi atau mempengaruhi orang lain. Namun, belakangan seakan-akan bangsa mulai tercerai-berai karena ceramah-ceramah politisi dan kelompok tertentu. Padahal, Indonesia mempunyai pandangan sendiri dalam memilih pemimpin. Pemimpin harus berjiwa melayani.

Buku mau menyadarkan pembaca dan para pemimpin agar benar-benar memegang amanat kepercayaan rakyat. Pemimpin harus tahu waktu melepas kepemimpinan (hlm 2). Andai seorang pemimpin sudah merasa tidak mampu mengemban amanat rakyat, secepatnya turun dan memberikan kursi kepada pengganti yang lebih mampu.

Muawiyah telah memberi contoh waktu seorang pemimpin harus turun tahta. Saat menjadi pemimpin, dia merasa tidak mampu mengurus negara dan pemerintahan dengan baik. Jabatan sebagai pemimpin dilepas. Segalanya diserahkan kepada bangsanya untuk mengangkat pemimpin baru.

Di Indonesia, sudah ada beberapa kelompok yang membangkang atau setidaknya menjadi pemberontak. Namun, pemerintah (pemimpin) seakan tidak ingin tahu. Padahal, sebuah pemberontakan didasari persoalan yang perlu diselesaikan dengan baik. Pemimpin perlu memahami kelompok pembangkang yang menjadi ancaman keutuhan bangsa dan negara (hlm 49). Untuk itu dia perlu juga mencari masukan dari para ahli untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Pemberontakan lahir mungkin karena kesalahan pemimpin yang dirasa merugikan kelompok tertentu. Maka, pemimpin harus menampung aspirasi sebagai bahan renungan memenuhi amanat yang dipercayakan. Kadang, pemimpin hanya mendengarkan aspirasi dan tidak pernah mencarikan solusi suatu persoalan. Ini yang sangat disayangkan dan perlu menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia agar memilih seorang pemimpin yang benar-benar bukan alasan materi, tapi mau melayani.

Umar bin al-Khattab pernah berucap, pemimpin kuat berkuasa mengendalikan diri dan pegawai-pegawainya. Pemimpin lemah berkuasa mengendalikan diri, tapi membiarkan pegawai bertindak seenaknya. Pemimpin bertindak seenaknya. Ini sangat berbahaya. Penguasa yang membiarkan diri dan para pegawai bertindak seenaknya (hlm 58-59). Jenis pemimpin terakhir paling berbahaya. Dia bisa memusnahkan secara keseluruhan.

Buku bisa jadi bahan refleksi agar masyarakat cerdas dalam menentukan pemimpin. Mereka akan menjadi wakil rakyat dan penentu nasib bangsa masa depan. Jika masyarakat salah menentukan mpemimpin karena hanya mengekor, apalagi karena diberi materi, masa depan bangsa dan negara terancam.

Selain itu, buku ini akan menjadi cermin para pemimpin dalam menghadapi berbagai problematika kebangsaan dan kenegaraan. Ada beberapa renungan inspiratif yang bisa dijadikan solusi menyelesaikan berbagai persoalan kenegaraan. Meksi kisah-kisahnya diambil dari masa lampau, ide-idenya tetap aktual diaplikasikan era modern ini. (Junaidi Khab - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29767351

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit