Nasib Rakyat Indonesia dalam Era Kemerdekaan Cetak E-mail
(1 vote)

Mendorong Gerakan Kemerdekaan Kedua

Pada Agustus lalu Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan ke-71. Setiap tanggal 17 Agustus seluruh komponen bangsa merayakannya penuh kegembiraan. Sebagai proklamator, Soekarno dalam pidatonya pernah mengatakan, hakikat kemerdekaan dilandaskan pada tidak terjajah, tidak menjajah, dan tidak membiarkan setiap bentuk penjajahan. Pertanyaannya, apakah kini Indonesia sudah benar-benar merdeka? Mungkin secara politis sudah merdeka, tetapi secara ideologi dan ekonomi belum.

Di era kemerdakaan, kekayaan alam bangsa dieksploitasi habis-habisan oleh korporasi asing dengan beberapa gelintir mitra Indonesia. Korporasi asing adalah perusahaan multinasional dan transnasional yang lebih dahsyat skala “perampokannya.” Kemampuan modal dan penguasaan teknologi tiada banding era penjajahan Belanda. Demikian pengantar Nasib Rakyat Indonesia dalam Era Kemerdekaan.

Buku mengungkap bahwa bangsa ini belum seutuhnya merdeka. Buku coba menyadarkan masyarakat, Indonesia masih dalam cengkeraman asing. Penjajahan era kemerdekaan sudah masuk pembuatan undang-undang seperti UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Ini pertama kali terbit sebagai hasil tim ekonomi dengan sebutan the Berkeley Mafia. Dalam UU ini sangat jelas betapa besar pengaruh pemerintahan AS mendiktekan isi guna “menjajah ekonomi” oleh korporatokrasi (halaman 37-38).

Jadi wajar jika perusahaan-perusahaan AS sudah puluhan tahun beroperasi di sini seperti Freeport, Newmont, dan Chevron. Freeport sudah menambang sejak 1967. Buku juga membahas bahaya laten korupsi. KKN is the roots of all evils. KKN tidak terbatas pada mencuri uang, tetapi lambat laun juga merasuk ke dalam mental, moral, tata nilai, dan cara berpikir. Daya rusak KKN sangat dahsyat karena menjadikan orang tidak normal lagi dalam bersikap, perilaku dan nalar berpikirnya.

Untuk melawan berbagai persoalan yang membelit bangsa dibutuhkan gerakan kemerdekaan kedua. Kemerdekaan pertama boleh diakatakan sudah gagal menciptakan jembatan emas menuju kesejahteraan dan kemakmuran berkeadilan.

Gerakan ini tentu membutuhkan pengorbanan dan harus melibatkan seluruh komponen bangsa. Rakyat harus mengerahkan seluruh kekuataan untuk memperoleh kembali kemandirian agar tidak terus-menerus dijajah. Tidak ada bangsa kuat, sejahtera, dan makmur berdasar bangsa lain.

Gerakan kemerdekaan kedua tidak berarti anti-asing. Kita tetap bergaul dengan masyarakat internasional, bersahabat dengan bangsa mana pun juga. Namun, pada derajat yang sama, tidak dengan tangan menadah. Persahabatan sejati, kokoh dan langgeng hanya ada di antara orang-orang yang sederajat. Tidak ada persahabatan sejati antara tuan dan budak. Buku yang diperkaya dengan contoh ini, seyogianya menjadi bacaan masyarakat, khususnya kaum terdidik. (Wardatul Hasanah - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 26310653

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit