Tanah Air Baru, Indonesia Cetak E-mail
(1 vote)

Para Perempuan Belanda yang Mencintai Indonesia

Hilde Janssen, antropolog Belanda yang lama tinggal di Indonesia, berbekal sebuah foto, berhasil menemui Dolly Zegerius, wanita Belanda yang sejak kemerdekaan RI memilih menjadi WNI. Pertemuan dengan Dolly mengantarkan Hilde bertemu jua dengan Betsy, Annie, dan Miny. Ketiganya putri keluarga Kobus. Keempat perempuan Belanda ini memilih Indonesia sebagai tanah air karena simpati pada perjuangan rakyat. Cinta mereka terhadap Indonesia melampaui cinta pada suami dari Indonesia.

Dolly bersuamikan Soetarjo Soerjosoemarno, keturunan Keraton Surakarta. Soetarjo menikahi Dolly saat Soetarjo kuliah di Technische Universiteit Delft di Belanda. Berbeda dengan Dolly yang bersuamikan priayi, Kobus bersaudara bersuamikan pria jelata. Betsy bersuamikan Djoemiran, buruh pelabuhan di Belanda. Annie bersuamikan Djabir, pekerja asal Madura. Miny bersuamikan Amarie, kelasi kapal barang.

Keempat perempuan ini mencintai Indonesia berkat pergaulan. Dolly memahami nasionalisme karena sering menghadiri diskusi Soetarjo dengan mahasiswa Indonesia di Belanda tentang kemerdekaan. Sementara Betsy, Annie, dan Miny memang berasal dari keluarga aktivis sosialis di Amsterdam yang mendukung kemerdekaan. Keluarga ini meyakini, setiap bangsa memiliki hak untuk berdiri sendiri dalam sebuah negara merdeka dan berdaulat (hlm 78).

Dolly, Betsy, Annie, dan Miny mengalami banyak suka duka semenjak meninggalkan Belanda pada 1946 hingga selama 64 tahun tinggal di Indonesia. Di Belanda, mereka dipersulit ketika akan ke Indonesia. Berbagai peristiwa di Indonesia dialami. Di antaranya, Agresi Belanda I dan II, pembebasan Irian Barat, G30S, jatuhnya Orde Lama, Timor Timur, hingga peristiwa Mei 1998.

Saat agresi Belanda, keempat perempuan ini sering diejek pejuang Indonesia karena kulitnya. Serdadu Belanda pun kerap mencurigai (hlm 116). Namun, kejadian tersebut tidak terlalu mengguncang. Peristiwa G30S 1965 dan rentetannya justru lebih menohok perasaan. Dolly yang kala itu tinggal bertetangga Jenderal AH Nasution, kedatangan adik ipar perempuan Nasution. Perempuan itu bercerita tentang penembakan di rumah Nasution yang mengenai Ade Irma Suryani, putri Nasution.

Rentetan peristiwa pasca-1965 semakin mengerikan Dolly. Setelah Mayjen Soeharto menyatakan PKI sebagai dalang G30S dan menumpas, tragedi kemanusiaan terjadi. Operasi penumpasan berlangsung masif terhadap simpatisan PKI, tanpa melihat kadar keterlibatan. Soeharto mengirim pasukan komando ke Jawa Tengah. Perburuan besar-besaran yang dituduh PKI. Dalam beberapa hari, sungai-sungai di Jawa Tengah merah darah (hlm 180).

Buntut peristiwa 1965 yang dialami Miny lebih menyakitkan lagi. Setelah berpisah dengan Amarie, Miny menikah dengan Nanang, bekas tentara pejuang. Setelah Belanda pergi, Nanang sukses memimpin pabrik gula di Sragen. Menteri Agraria mengangkat Nanang sebagai Kepala Industri Gula Jawa Tengah pada 1960. Kemudian Nanang dipromosikan ke Jakarta menjadi direktur perusahaan gula nasional.

Prestasi Nanang menjadi tak berarti karena dituduh terlibat PKI. Perusahaan-perusahaan gula yang pernah dikelola dianggap sebagai basis PKI. Pada Mei 1969, Nanang ditangkap sebagai tahanan politik golongan C yang didasarkan keterlibatan sebagai anggota partai, serikat pekerja, atau organisasi afiliasi (hlm 202).

Namun, berbagai peristiwa getir tak mengurangi kecintaan perempuan-perempuan itu pada Indonesia. Dolly yang kini berusia 91 tahun, Annie 93 tahun, dan Miny 90 tahun tetap berada di Indonesia hingga akhir hayat. Tak pernah terbersit di hati mereka untuk pulang ke Belanda, kendati mereka tahu jaminan kesejahteraan di negeri kincir angin itu jauh lebih baik, apalagi untuk lansia. (Muhamad Ilyasa - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KISAH NYATA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29039903

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit