Memo Anti Terorisme Cetak E-mail
(1 vote)

Puisi Sumpah-serapah untuk para Teroris

“Jika terorisme adalah puncak dari aksi kekerasan, maka puisi harus menjadi dasar dari kelembutan dan akal budi yang tak memberi kesempatan kepada kekerasan itu lahir, apalagi mendaki hingga ke puncak kehidupan tertinggi. Jika teroris adalah penebar kedengkian dan kebencian lewat rupa ketakutan dan kecemasan, maka penyair adalah penyebar cinta dan kasih sayang dengan wajah nurani yang hakiki,” (hal ix).

Itulah penggalan sebuah pengantar dari penggagas antologi puisi berjudul Memo untuk Teroris. Dialah Sosiawan Leak, penyair dari Solo. Buku ini kelanjutan antologi memo penyair sebelumnya yang ikut berperan aktif dalam mengkritik, memberi masukan, dan tanggapan kepada pemerintahan melalui bait-bait puisi.

Dalam antologi ini, terdapat 250 penyair berpartisipasi mengirimkan karya yang diseleksi para kurator. Mereka berbondong-bondong menyuarakan segenap hati dan jiwa mengenai kejengkelan kepada para teroris yang menyebarkan kejahatan dan air mata di Tanah Air.

Puisi yang ditulis para penyair seluruh Indonesia ini bermacam-macam. Ada yang mengisahkan tentang bom Bali yang sudah berlangsung beberapa tahun lalu, namun kesedihannya masih terasa hingga sekarang. Ada juga bom Sarinah yang terjadi di Jakarta. Kesedihan para korban. Doa-doa yang teraniaya. Masa depan yang tak memiliki harapan hingga melibatkan Tuhan dalam urusan bekal ke surga.

Ibu dan juga Tuhan tidak pernah mengajarimu membunuh//apalagi untuk masuk surga//agama mana yang kaupelajari?//kitab pencuri kehidupan yang kauamalkan bukan ajaran ibu dan juga ajaran Tuhan//air mata ibu tidak untuk kau membunuh//dan mati bunuh diri tidak membuat ibu bangga//sisa air mata ibu sudah menjadi darah//kau bangga? (hal. 31)

Salah satu penggalan puisi itu berjudul “Wanita tua di makam anaknya yang teroris.” Ini seperti mau mengingatkan kepada para pembaca bahwa orangtua, terlebih ibu, tidak akan rela anaknya menjadi teroris yang dibenci masyarakat. Seorang ibu tentunya menginginkan anaknya menjadi orang yang berbudi luhur, berkarakter, dan hidup seperti masyarakat biasa lainnya.

Ada beragam latar belakang penyair seperti pejabat pemerintahan, pensiunan, guru, sastrawan, mahasiswa, dan petani. Mereka berpartisipasi menyemarakkan dan memberi sentuhan warna buku.

Seperti yang diungkapkan dalam sebuah kalimat, manusia butuh puisi, karena puisi bisa menjadi alat untuk penghibur diri, penyalur kejengkelan, pembelajaran dan pengetahuan bahwa tiap kata dalam puisi selalu memiliki makna tersendiri. Puisi bukanlah untuk dimengerti, tapi dipahami sebagai langkah awal membenahi tatanan moral manusia negeri ini.

Pembaca diajak masuk ke dalam lorong tiap hati para penyair. Dari kesedihan, kejengkelan, geram, doa-doa yang berserakan dalam tiap hurufnya hingga air mata seperti dalam tiap lembar halaman buku. Isi puisi secara umum sarat dengan pesan kepada teroris. Ada juga tentang kemarahan yang mengaitkan Tuhan dalam setiap tingkah kejahatan. Kesedihan para korban turut menjadi figuran dalam tiap puisi. (Anisa Alfi Nur Fadilah - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KUMPULAN PUISI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 31877257

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit