Sekolah Kapitalisme yang Licik Cetak E-mail
(1 vote)

Sekolah dalam Cengkeraman Kaum Kapitalis

Sekolah mestinya ruang suci yang selalu mengajari anak kejujuran, toleransi, kedisiplinan dan nilai moral lainnya. Sekolah juga ruang kontestasi ideologis sebagai tempat dan alat melanggengkan status quo dan reproduksi kelas sosial. Maka tak heran ketika Margareth Mead mengatakan, “Nenek ingin aku memperoleh pendidikan, maka dia tak melarangku pergi ke sekolah.”

Buku Sekolah Kapitalisme yang Licik hadir sebagai alat untuk mengupas praktik sekolah yang berada dalam cengkeraman kaum kapitalis dan penguasa. Buku ini hasil dialog antara Paulo Freire dan para profesor Meksiko di Universitas Nasional (UNAM), Mexico City. Meskipun konteks sosial politik yang menopang pemikiran berbeda, tetapi cara kerja kapitalisme menyandera sekolah mempunyai kesamaan dengan di sini. Mereka sama-sama menjadikan sekolah alat melestarikan kekuasaan dan reproduksi kelas sosial dominan.

Ketika sekolah tersandera kepentingan kaum kapitalis, maka instrumen paling suci pun akan menjadi media pelacuran paling halus seperti membaca buku. Membaca buku yang direproduksi oleh kelas dominan bukan membuka kesadaran kemanusiaan, tetapi justru melumpuhkan. Maka Paulo Freire dengan tegas mengatakan, “….kita para intelektual bahkan tidak membaca satu buku pertahun, dalam pengertian membacanya dengan benar. Bila kita melakukannya, akan membahayakan status quo,” (hal. 126).

Membaca dengan benar bagi Paulo Freire akan mengantarkan pemahaman kritis tentang realitas diri yang tertindas, sehingga momen ini menjadi modal membebaskan dari belenggu dehumanisasi menjadi subjek otonom yang kritis. Di sinilah literasi kritis menempatkan perannya sebagai ancaman serius bagi status quo, bukan intelektual pelanggeng status quo yang hanya membaca dan menulis untuk kepuasan kaum kapitalis.

Sekolah kapitalis tentu tak akan membiarkan literasi kritis menjadi media yang akan membongkar selubung kelicikannya. Maka sekolah kapitalis pun memberi standar pengetahuan dengan cara borjuisme membangun elitisme pengetahuan. Mereka lebih menghargai pengetahuan dari sekolah. Sedangkan pengetahuan di luar sekolah tak cukup dihargai, bahkan dibiarkan sebagai sampah.

Di sinilah sekolah hanya melahirkan orang berwawasan sempit yang egois serta teralinesai dari lingkungan. Sekolah menjadi otoritas pengetahuan yang melahirkan orang-orang spesialis dalam bidang ilmu tertentu. Selain dari sekolah, seseorang seakan haram hukumnya berbicara karena dianggap tidak kompeten (hlm ix).

Sekolah dengan segenap perangkat kurikulum dan buku ajarnya membentuk realitas baru yang tak ada kaitan dengan kenyataan sosial tempat peserta didik hidup.  Kian terdidik, seseorang dalam sekolah kapitalis, tambah menjauh dari realitas sosial.

Buku ini ingin mengungkap selubung sekolah sebagai ajang praktik mempertahankan kekuasaan dan reproduksi kelas dominan. Freire melalui dialog-dialog kritisnya mengajak pembaca menjadikan pendidikan sebagai praksis pembebasan. Jangan hanya membaca, berdiskusi, dan berdialektika, tetapi juga melakukan dalam praktik sosial masyarakat tertindas dan terbelenggu kesadaran palsu.

Di tengah-tengah situasi pendidikan yang mulai pasrah dengan pasar, para praktisi, aktivis dan pengamat pendidikan cukup relevan membaca buku ini. Sekolah pelan-pelan mulai menjauh dari realitas sosial. Imajinasi laut dan pertanian yang menjadi basis masyarakat Indonesia mulai asing dalam diri anak.

Buku ini bisa membuka kesadaran, pendidikan tak bebas nilai, tetapi praktik pendidikan selalu saling mengait dengan dunia politik dan kepentingan kaum kapitalis. (Fitri Wijayanti - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27612818

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit