Maple Terakhir Cetak E-mail
(1 vote)

Cinta Segitiga Berakhir tanpa Saling Membenci

Novel Maple Terakhir mengisahkan persahabatan dan cinta segitiga. Perpaduan dunia fotografi dengan seting eksotisme beberapa kota Belgia melengkapinya. Ada kota Brugge, Brussel, dan Rozenhoedkaai. Bisa dikatakan, ini juga merupakan novel bernuansa travelling. Kisahnya dimulai ketika Camille, gadis keturunan Indonesia-Belgia memutuskan pindah ke Brudge, kota berjuluk Venice of Belgium. Perpindahan untuk melupakan masa lalu (halaman 8).

Camille trauma kisah cinta dan memutuskan untuk menutupnya guna memulai lembaran baru. Ia mengisi hari-hari dengan mengunjungi pameran fotografi di museum yang berdekatan dengan toko cokelat besar, Dumon Chocolatier, bagian dari bangunan De Markt Square (halaman 13).

Di pameran itu, dia berkenalan dengan Joulien, gadis yang tiba-tiba menyapanya hanya karena sebuah lukisan. Joulien berasal dari kota Gent. Pertemuan itu berlanjut dan menjadikan mereka sahabat. Keduanya tertarik dunia fotografi, meskipun bukan fotografer.

Pada suatu hari, ketika Camille menuntun sepedanya menyusuri Centrum atau pusat kota, melihat laki-laki berdiri di pinggir jalan sedang mengincar objek dengan viewfinder kameranya. Namanya Ken. Camille berkenalan dan bersamanya menemukan dunia baru.

Bersama Ken, Camille mengunjungi banyak tempat eksotis mencari objek foto. Benih cinta mulai tumbuh di hati Camille. Namun, Camille tak tahu, Ken masih menyimpan keping masa lalu. Camille dan Ken memesan sebuah perahu menuju Rozenhoedkaai yang banyak gedung tua untuk difoto.

Di Rozenhoedkaai, ada sebuah sudut dinamakan Lake of Love yang konon untuk membangun mimpi dan cinta (halaman 50). Di Rozenhoedkaai, Camille teringat pada hobinya yang telah lama ditinggalkan, menulis. Ia ingat, dulu kekasihnya melarangnya untuk menulis. Namun, Ken justru lain. Camille menemukan kenyamanan pada sosok Ken. “Menulislah, maka aku akan tahu duniamu,” kata Ken pada Camille. (halaman 54)

Camille mengunjungi pamannya di Antwerpen dan dalam kereta tak sengaja bertemu Joulien. Keduanya bicara masa lalu. Bedanya, Camille ingin melupakan, Joulien sebaliknya ingin kembali. Camille bercerita tentang seseorang baru pengisi hatinya, tanpa menyebutkan nama. “Well, aku dan Joulien berbeda. Hidup kami berbeda. Pengalamannya dan pengalamanku juga tidak sama,” batin Camille (halaman 60).

Ken akhirnya membuat pameran fotografi atas  bantuan Camille yang juga datang, tanpa memberitahu. “Terima kasih untuk orang yang menginspirasiku dalam pameran ini,” ujar Ken saat pidato. Camille tersenyum merasa dirinyalah yang dimaksud. Namun, ketika ia akan mendekati Ken, senyum Camille sirna karena melihat wanita dress pink menghampiri lebih dulu. Gadis berambut pirang itu memeluk Ken. Camille ingat rambut pirang itu. Gadis itu yang ada di wallpaperponsel Ken. Meski tak melihat wajahnya, Camille yakin itu kekasih Ken (halaman 109).

Ken berjanji akan memfoto daun maple terakhir di musim gugur untuk Camille (halaman 111). Sepertinya itu hanya akan tinggal janji. Camille pulang dengan hati hancur. Camille bertemu Ken di kampus. Ia bertanya gadis di pameran dan tersentak begitu tahu gadis itu Joulien yang ternyata mantan kekasih Ken. Camille sadar, berada diantara Ken dan Joulien (halaman 138) dan memutuskan menjauhi Ken untuk memberi ruang mereka, meskipun menyakitkan.

Tapi Joulien sadar, hati Ken telah berubah. Ada orang lain yang mendiami. Joulien pun menemukan hubungan Camille dan Ken. Joulien menemui Ken dan bercerita tentang Camille. Pada akhir cerita, Ken sadar perasaannya pada Camille. Ia menemui Camille di kampusnya. Camille menangis ketika Ken menyatakan perasaannya. Satu anggukan kecil menjadi pertanda mereka akhirnya menjalin hubungan yang lebih spesial. Pesan novel ini cukup inspiratif. “Bukan seberapa pentingnya masa lalu, tapi seberapa jauh kamu belajar darinya,” (halaman 149). (Napsiyah)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28545203

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit