Health and Therapeutic Communication; An Intercultural Perspective Cetak E-mail
(1 vote)

Komunikasi Tenaga Medis-Pasien Bantu Kesembuhan

Sering ada kalimat “sudah sakit tambah sakit” karena komunikasi yang buruk paramedis, dokter atau staf rumah sakit dengan pasien. Alih-alih mendapat empati, pasien justru dilayani asal-asalan. Sebaliknya, tidak sedikit orang merasa lebih ringan sakitnya karena dokter atau paramedis berkomunikasi efektif. Tak dapat dipungkiri bahwa komunikasi kesehatan dan terapeutik yang efektif akan membuat pasien nyaman dan tenteram.

Perasaan nyaman dapat membantu kesembuhan lebih cepat. Banyak kajian kesehatan psikis mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Buku ini menjelaskan pentingnya komunikasi kesehatan dan terapeutik para penyedia layanan perawatan kesehatan (hal. 1).

Tenaga medis sedikit banyak memiliki perbedaan budaya karena dari kelompok etnis bahkan kebangsaan berbeda. Faktor budaya (agama, norma masyarakat, bahasa, gerak tubuh, psikologi, pandangan hidup) mempengaruhi interaksi profesional medis dengan pasien.

Budaya kesehatan dapat dikategorikan dalam sistem dasar: biomedical, personalistic, dan naturalistic system. Biomedical system mendominasi perawatan kesehatan di negara-negara barat. Mereka percaya bahwa sehat dan sakit disebabkan banyak faktor yang dapat diuji secara ilmiah di laboratorium.

Faktor-faktor tersebut berhubungan dengan disfungsi atau rusaknya organ tubuh karena virus, bakteri, kecelakaan dan usia tua. Personalistic system percaya bahwa sakit disebabkan tindakan manusia atau dorongan supranatural seperti sihir. Sehat dan sakit sering dianggap sebagai campur tangan ‘unsur’ tak terlihat.

Sakit juga dianggap akibat dosa terhadap orang lain, hewan, bahkan tumbuhan. Sistem ini banyak ditemukan di hampir semua bangsa. Naturalistic system merupakan bagian dari obat-obatan tradisional. Menurut WHO, ini masih digunakan lebih dari 80 persen masyarakat dunia. Perspektif ini melihat, kesehatan tubuh dibentuk sejumlah elemen yang harus seimbang. Sakit diakibatkan ketidakseimbangan elemen-elemen dalam tubuh. Misalnya, terlalu panas atau terlalu dingin. Diet yang buruk atau emosi tinggi (hal. 87-95).

Agama sebagai bentuk budaya menjadi sumber utama kepercayaan kultural dan sangat memengaruhi cara orang mendefiniskan hidup, kematian, sehat, atau sakit. Agama Yahudi, misalnya, mendefinisikan kematian sebagai ketidakhadiran napas dan detak jantung. Tubuh tidak bergerak.

Sedang medis mengatakan, kematian berhentinya seluruh fungsi otak, termasuk batang otak. Jika keluarga pasien adalah Yahudi dan ahli medis non-Yahudi masih melihat reflek otak mungkin bisa terjadi pertengkaran karena definisi kematian berbeda. Di Indonesia, terutama Jawa menolak Keluarga Berencana karena  percaya anggapan  “banyak anak banyak rezeki.”  Sekarang masih ada juga yang tidak mau ber-KB karena alasan agama (hal. 109-116).

Etnosentrisme atau merasa budaya sendiri yang paling baik dan stereotip terjadi pula dalam komunikasi kesehatan. Sering diasosiasikan karakter orang seperti ras, gender, dan penampilan dengan stereotip tertentu. Misalnya, orang kulit putih lebih pintar dari berwarna. Laki-laki lebih rasional dari perempuan. Wanita lebih emosional dari pria.

Dalam komunikasi kesehatan ketika dokter bersikap stereotip terhadap klien karena ras, etnis, agama, usia, tingkat pendidikan, atau jenis penyakitnya dapat terlihat dari komunikasi verbal dan nonverbal. Kebanyakan stereotip bersifat negatif.  Pasien yang diperlakukan stereotip bisa tersinggung (hal. 144-145).

Praktisi medis harus memahami budaya (kepercayaan, pemahaman agama, atau cara pandang) masyarakat agar komunikasi  berlangsung  efektif. Beukboom mengatakan,  komunikasi efektif dokter dan pasien elemen penting kesuksesan pelayanan medis. (Ade Tuti Turistiati - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KESEHATAN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 26294247

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit