Hujan Cetak E-mail
(2 votes)

Bencana Alam yang Menjadi Awal Kisah Kasih

Novel Hujan menceritakan seorang gadis muda bernama, Lail, yang ingin melupakan hujan. Sebenarnya Lail selalu suka hujan. Dalam hidupnya, seluruh kejadian sedih, bahagia, dan penting terjadi saat hujan (halaman 47). Peristiwa paling penting dalam hidupnya terjadi pada tanggal 21 Mei 2042 ketika hujan turun. Sebuah gunung purba meletus dahsyat dan menyemburkan material vulkanik setinggi 80 kilometer dan menghancurkan dalam radius ribuan kilometer.

Kota dengan landmark Central Park tempat ia tinggal turut porak poranda akibat peristiwa tersebut. Lail yang kala itu baru berusia 13 tahun mendadak sebatang kara. Namun takdir mengantarkannya pada sosok pemuda bernama Esok, yang menyelamatkannya dari lorong kereta bawah tanah yang hampir runtuh.

Esok menemani Lail melewati masa sulit, menghiburnya, dan mengurus semua keperluannya (halaman 56). Mulanya Lail tidak tahu perasaan karena masih anak-anak. Perasaannya mulai berkembang setelah dewasa. Di sisi lain letusan gunung berapi  mulai berdampak hari demi hari yang dilalui Lail dengan suhu dingin akibat miliaran emisi gas sulfur dioksida.

Para pemimpin negara telah mengadakan KTT. Keputusannya dilakukan intervensi lapisan stratosfer untuk melenyapkan miliaran ton emisi gas tersebut. Akibat terburuk intervensi baru dapat dilihat tahun-tahun berikutnya. Yang paling buruk kepunahan manusia.

Sebelum intervensi memburuk, Lail tinggal di panti sosial terpisah jauh dari Esok yang telah diangkat anak oleh wali kota. Lail remaja mulai cemburu mengetahui Esok tinggal bersama putri wali kota yang cantik jelita. Tahun demi tahun berlalu, Esok semakin sulit ditemui semenjak.

Pertemuan dapat dihitung dengan jari. Terkadang hanya sekali setahun Lail bertemu dengan Esok. Demi mengusir kerinduannya kepada Esok, Lail mulai menyibukkan diri di organisasi relawan untuk mengusir banyak pikiran (halaman 116). Namun Lail tidak bisa berhenti memikirkan Esok. Lail ingin tahu apakah Esok mencintai.

Masalah semakin meruncing karena Lail mengira Esok lebih memilih putri wali kota. Lail merasa tidak tahan lagi. Meski Maryam—sahabat barunya di panti sosial—berulang kali mengingatkannya bahwa bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri, bukan memiliki (halaman 256), tetapi Lail sudah bulat untuk melupakan semua kenangan bersama Esok.

Lail yang sepekan  lagi akan menginjak usia 21 lalu mendatangi pusat terapi saraf untuk memodifikasi ingatannya. Ketika paramedis telah siap menghapus memorinya, pada detik-detik terakhir Lail memilih untuk memeluk erat-erat semua yang dialami meski menyakitkan (halaman 317). Lail pun kembali dipertemukan dengan Esok pada akhir cerita, lengkap dengan seluruh kenangan indah yang terpeta jelas dipikiran.

Novel berseting waktu tahun 2042 saat teknologi sudah sangat mutakhir seperti adanya alat penghapus memori. Pembaca diajak berimajinasi tentang bumi di masa depan. (Cindy Paramita Citradevi - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28782036

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit