Tantangan Hidup Membiara di Zaman Modern dan Bagaimana Menyikapinya Cetak E-mail
(1 vote)

Menjalani Hidup Suci Penuh Tantangan

Hidup adalah sebuah pilihan. Manusia bebas memilih jalan yang akan ditempuh. Salah satu pilihan hidup menjadi biarawan atau biarawati. Kehidupan ini hanya panggilan suci, tidak semua orang bisa menjalani. Sebab, kehidupan ini penuh tantangan. Membiara merupakan pilihan hidup untuk tinggal dalam tarekat. Ada biara khusus wanita. Ada pula khusus pria.

Ini terlihat dalam catatan Center for Applied Research dalam Bidang Pewartaan dari Georgetown University menunjukkan bahwa ketika jumlah umat Katolik meningkat di seluruh dunia, sekitar 68 persen selama tahun 1975-2010, jumlah imam naik hanya 1,8 persen.

Temuan tersebut membuktikan bahwa dalam kehidupan membiara tidak mudah. Untuk menjalankan kehidupan ini penuh duri dan rintangan. Bila tidak ada kesungguhan hati, jiwa dan raga, akan putus di tengah jalan. Buku ini menjelaskan cara hidup membiara dengan berbagai tantangannya. Contoh tantangan yang sangat sukar ditaklukan terutama saat diri ini mengekspresikan ketaatan pada Tuhan.

Ketaatan pada Tuhan tidak hanya beribadah dalam gereja atau komunitas, melainkan melayani masyarakat luas. Hidup membiara merupakan cara menjalankan perintah Tuhan yang disabdakan Yesus yang kini tercatat dalam Alkitab.

Mengabdi kepada Tuhan tidak hanya berpasrah diri dan siang malam beribadah, tapi membantu sesama manusia merupakan bentuk pengabdian kepada-Nya. Biarawan-biarawati tidak boleh hanya sibuk dengan diri sendiri, tanpa peduli yang lainnya (egoisme). Di sisi lain ada kemungkinan seorang religius terperangkap dalam permusuhan sehingga menjadi pribadi yang berjiwa musuh (murung tak menentu, minder, terus merasa khawatir, merasa lebih “super” dan serba mengeluh).

Kehidupan membiara tidak hanya dengan “kesalehan ritual” mementingkan ibadah yang semata-mata berhubungan dengan Tuhan untuk kepentingan sendiri. Membiara merupakan kelompok yang sangat tekun melakukan ibadah, puasa dan seterusnya, namun juga peduli akan keadaan sekeliling.

Tantangan lain dalam menjalani hidup membiara berasal dari luar diri. Dulu mungkin tantangan religius dari luar tidak begitu kentara karena waktu mereka banyak dihabiskan di dalam biara. Sekarang zaman berubah dan tantangan begitu hebat menghantam dan mengejar.

Apalagi sekarang kita hidup di abad modern yang penuh dengan sekularisme, hedonisme dan konsumerisme. Hampir di seluruh dunia manusia terjebak di dalamnya, tak terkecuali para religius. Ditambah lagi dengan hadirnya internet yang menyediakan berbagai informasi: dari yang terjadi pada masa lampau sampai yang up to date, dari yang bermoral sampai amoral, dan seterusnya.

Kehadiran Facebook, Twitter, dan media komunikasi lainnya juga membuka kesempatan untuk mencari ‘Maria’ atau ‘Yesus’ yang lain. Dari situ orang bisa terjebak untuk berkesempatan memupuk kekayaan sendiri. Efek perkembangan teknologi dapat menjadi tantangan bagi ketiga kaul religius (kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan) kini dan mendatang.

Melihat paparan tersebut, kita menyadari bahwa hidup membiara merupakan pilihan amat suci. Mereka rela meninggalkan semua jenis dunia yang berbentuk materi. Mereka menyerahkan jiwa raga untuk pengabdian kepada Tuhan dan manusia lainnya. Mereka tidak memikirkan timbal balik. Inilah kehidupan penuh cinta yang sesungguhnya: memberi tanpa berharap kembalian.

Dalam pembahasan setiap bagian buku selalu disertakan cerita-cerita pendek yang dapat memberikan rangsangan cinta kepada Tuhan Yesus dan sesama. (Novita Ayu Dewanti - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KATOLIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 31801497

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit