Etiket dan Netiket Cetak E-mail
(1 vote)

Berbahasa dengan Sopan dan Baik di Medsos

Etiket dan NetiketKerusuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara, 29 dan 30 Juli lalu, menjadi puncak gunung es penyebaran ujaran kebencian di media sosial (medsos). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Surat Edaran Kapolri Nomor SE/06/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian belum menjadi obat mujarab untuk mengatasi maraknya ujaran kebencian.

Dalam konteks Tanjung Balai, Polri telah menangkap orang yang ditengarai menjadi penyulut kerusuhan. Namun, penyelesaian masalah melalui pendekatan hukum oleh pemerhati media sosial dinilai belum akan mengakhiri ujaran kebencian. Penindakan orang-orang yang menyabarkan ujaran kebencian hanya menyelesaikan masalah di hilir. Cara efektif untuk mengatasinya sampai hulu melalui literasi medsos.

Indonesia salah satu negara terbanyak pengguna internet. Menurut lembaga riset pasar e-Marketing, negeri ini menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah pengguna 83,7 juta orang pada 2014.

Namun, melek teknologi belum dibarengi paham literasi internet. Asumsi kebanyakan netter, dunia nyata dan maya (medsos) berbeda. Akibatnya, sopan santun di dunia nyata diabaikan di media sosial. Ekspresi kebencian dengan mudah diumbar tanpa mengindahkan sopan santun.

Memang yang dilihat di layar komputer/ponsel hanyalah huruf-huruf, gambar, atau video, namun di baliknya ada seorang manusia hidup berhak dihormati. Artinya, di balik setiap pesan ada seorang manusia (hlm 83).

Maka, sopan santun dunia nyata tak boleh diabaikan di medsos. Bukan karena identitas tidak diketahui etika internet (netiket) bisa diabaikan. Meskipun, misalnya, menggunakan nama samaran atau taktik lain untuk menyembunyikan identitas, tapi bila perlu, ada ahli yang dapat menemukan jati dirinya.

Yang juga perlu disadari, tulisan atau diunggah akan tersimpan lama. Sekalipun pada awalnya terasa sepele, namun jika di kemudian hari menuai masalah dan berurusan dengan hukum dapat menjadi bukti atau saksi. Kasus korupsi yang menyeret Angelina Sondakh bukti nyatanya. Istilah “apel malang”, “apel washington”, “semangka”, hingga “pelumas” pada awalnya mungkin tidak disadari dapat terkuak dan tersimpan karena hanya dilakukan dua arah melalui BlackBerry Messenger (BBM).

Kasus tersebut memberi pelajaran agar berhati-hati di internet. Sekalipun terkesan sepele, berhati-hatilah mengetik di internet. Perhatikan bahasa dan tata etika untuk menghindari kesalahpahaman. Ingat, kata-kata ketika diunggah ke internet sering bermakna banyak (multitafsir).

Sekalipun untuk internal, dari atasan ke bawahan atau sebaliknya, dianjurkan menggunakan memo maupun komentar dengan bahasa yang baik dan santun, untuk menghindari salah pengertian (hlm 85).

Penggunaan huruf besar pada seluruh kalimat dihindari. Dari segi etiket, penggunaan huruf besar dianggap benar-benar marah (hlm 87). Buku Etiket dan Netiket ini perlu dipahami agar bisa menempatkan diri. Melek etiket di media sosial akan memunculkan sikap swasensor, mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain. (M Kamil Akhyari - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Marulina Pane (2016), "Etiket dan Netiket", Kompas, 978-6024-120-10- 8: 172 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24481059

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit