Berpikir Tanpa Mikir Ala MindWeb Cetak E-mail
(1 vote)

Meningkatkan Kemampuan dengan Berpikir Interkoneksi

Berpikir Tanpa Mikir Ala MindWebMindWeb merupakan metode berpikir yang mulai mendunia. Pada Frankfurt Book Fair 2013, dia mendapat sambutan hangat dan seorang profesor universitas ternama Jerman mengakuinya sebagai metode berpikir penting untuk dikuasai. Edisi bahasa Inggris buku ini mendapat kategori recommended book di stand Indonesia.

Setiap manusia memiliki kemampuan berpikir tanpa mikir. Semua orang sering melakukannya, namun tidak menyadari. Misalnya, orang yang sudah terbiasa mengendarai mobil, tidak perlu mikir lagi menghidupkan mesin, menjalankan, mengatur kecepatan, dst. Semua berjalan begitu secara otomatis, tanpa mikir. Semua tindakan dipicu pikiran. Kalau tindakan bisa dilakukan tanpa mikir, sedangkan tindakan diawali dari pikiran, berarti berpikir pun bisa dilakukan tanpa mikir.

MindWeb berhubungan dengan jejaring pikiran. Berbeda dengan berpikir tradisional di mana informasi diolah oleh otak secara terpisah, tanpa melihat kaitannya satu dengan lainnya, MindWeb menghubungkan berbagai informasi tersebut sehingga semakin bermakna. MindWeb mengaitkan hal yang satu dengan lainnya sehingga memperluas persepsi dan memunculkan opsi-opsi bermanfaat. MindWeb merupakan pondasi dari konsep berpikir, tanpa mikir. Maka, untuk bisa berpikir tanpa mikir, menguasai MindWeb menjadi keharusan.

Berpikir tanpa mikir ala MindWeb mengandalkan pikiran bawah sadar. Manusia setiap hari menerima 50 ribu sampai 60 ribu informasi. Uniknya, 88 persen di antaranya tersimpan dalam pikiran bawah sadar (subconscious mind). Hanya 12 persen yang tersimpan dalam kesadaran (conscious mind). MindWeb adalah konsep berpikir yang mengandalkan keterkaitan berbagai informasi dalam pikiran sadar dan bawah sadar untuk memunculkan problem solving. Singkatnya, kunci MindWeb adalah interkoneksi, yaitu melihat hubungan dari berbagai materi terkait. Sering kali manusia tidak memperhatikan hubungan (koneksi) satu dengan lainnya karena terbiasa berfokus pada satu hal. Dengan interkoneksi ini manusia bisa “melihat yang tak terlihat” (hlm 25).

Memperhatikan interkoneksi berbagai hal dapat mempertajam intuisi untuk kesuksesan bisnis. Hal ini pernah dibuktikan seseorang yang bekerja pada perusahaan penerbangan kargo yang melayani penerbangan ke Singapura. Dengan intuisinya, dia mengeluarkan keputusan mendahului kenyataan dengan mengganti pesawat Boeing 727 dengan Boeing 737. Keputusan yang mendapat penentangan karena kapasitas angkut Boeing 737 lebih kecil sehingga akan merugikan perusahaan.

Namun, beberapa waktu kemudian, pemerintah Singapura mengeluarkan keputusan melarang Boeing 727 yang tergolong tua memasuki negaranya dengan alasan keamanan penerbangan dan mengurangi polusi. Dari mana keputusan mengganti pesawat itu muncul? Dari pengalaman melihat banyaknya mobil mewah di Batam yang merupakan “buangan” dari Singapura. Mobil-mobil tua itu “dibuang” ke Batam dengan alasan sama untuk keamanan dan mengurangi polusi di Singapura (hlm 179).

Berpikir interkoneksi bisa diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar. Berpikir tradisional bertumpu pada hafalan, sedangkan berpikir interkoneksi menekankan pada pengertian. Ketika menghafal, manusia mengingat berbagai soal satu per satu secara terpisah, tanpa melihat lebih jauh makna hubungannya.

Cara berpikir tradisional hanya bertanya “What (Apa)?”, tanpa melihat sisi “What else (Apa lagi)?”, “Why (Mengapa)?”, “Why not … (Mengapa tidak dibuat begini)?”, dan “How (Bagaimana)?”. Keempat pertanyaan terakhir hanya muncul ketika berpikir interkoneksi sehingga inti permasalahan secara keseluruhan dikuasai. Mengingat kembali pelajaran (memory retrieval process) dan yang ingin diambil dari memori jangka panjang menjadi lebih lancar (hlm 191). (Muhamad Ilyasa - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Eka Wartana (2016), "Berpikir Tanpa Mikir Ala MindWeb", Gramedia, 978-6020-325-74-3: 222 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24481098

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit