Jelajah 62 Museum Cetak E-mail
(1 vote)

Belajar Sejarah dan Budaya dengan Mengunjungi Museum

Jelajah 62 MuseumBung Karno pernah berkata, “Bangsa yang besar tidak pernah melupakan sejarah bangsa sendiri.” Bangsa Indonesia memiliki berbagai macam budaya dan sejarah. Sebelum merdeka banyak jejak perjuangan bangsa masa lampau yang bisa dipelajari untuk diambil manfaat.

Museum, tempat yang mengabadikan jejak sejarah dan budaya bangsa. Museum jadi tempat untuk menghormati jejak para pahlawan. Di dalamnya terdapat berbagai jenis peninggalan yang bisa dilihat sebagai bukti otentik dan bisa diambil tambahan ilmu pengetahuan.

Indonesia memiliki sekitar tiga ratusan tersebar di berbagai kota, 62 di antaranya di Jakarta. Jika ingin mengenal lebih dekat para Pahlawan Revolusi, masyarakat bisa berkunjung ke Museum Paseban yang masih dalam kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Museum ini diresmikan 1 Oktober 1981 oleh H.M. Soeharto.

Dalam museum ini terdapat 16 diorama. Di antaranya, pengangkatan jenazah dari sumur maut, upacara pemberangkatan jenazah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, dan diorama yang menggambarkan penculikan para jenderal (hal. 16) Selain itu ada pula foto para pahlawan revolusi yang gugur sebagai perisai bangsa.

Museum Pencak Silat menyimpan data seni bela diri tradisional. Museum ini menyajikan infomasi perkembangan pencak silat beserta persebarannya di Tanah Air. Koleksinya antara lain koleksi berupa busana pencak silat, tetabuhan, pengobatan tradisional, dan senjata dalam kotak kaca (hal. 23).

Ada juga Museum Listrik dan Energi Baru yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Museum yang diresmikan pada tahun 1995 ini terdiri dari tiga lantai dan menawarkan banyak pelajaran berharga. Misalnya, peragaan reaktor nuklir Pressurized Water Reaction, Ruang Cerdas Energi, dan Ruang Cedas Listrik (hal. 45).

Tidak kalah menarik, jika ingin mengenal keberagaman satwa, bisa mengunjungi Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia yang diresmikan pada 1978. Di dalamnya, terdapat 500 hewan awetan dari 150 satwa, serta 200 ekor dari 55 jenis satwa, terutama reptil dan amfibi.

Jika ingin mengetahui cerita di balik secarik kerta bernama teks proklamasi, maka bisa mengunjungi Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Teks proklamasi memiliki kaitan erat dengan sejarah kemerdekaan, terutama tanggal 16-17 Agustus 1945 saat naskah proklamasi dirumuskan (hal. 154-155). Di museum ini pengunjung disuguhi diorama yang menceritakan Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjdo ketika merumuskan naskah proklamasi. Ada kronologi perumusan naska proklamasi, piano yang dijadikan tempat Soekarno dan Hatta menandatangani naskah tersebut. Kemudian terdapat foto dan poster perjuangan.

Masih banyak lagi museum di Jakarta yang wajib dikunjungi untuk menambah pengetahuan sejarah dan budaya bangsa. Misalnya, Museum Nasional yang merekam jejak nyata kebudayaan. Lalu Museum Sejarah Nasional yang menyimpan jejak sejarah bangsa. Museum Kebangkitan Nasional berisi perjuangan baru melalui kekuatan pemikiran pemuda Indonesia.

Jangan lagi ada anggapan bahwa mengunjungi museum, kegiatan yang membosankan. Museum adalah tempat yang selayaknya dikunjungi seluruh rakyat. Dari kunjungan itu, selain  bisa menikmati liburan,  juga bisa menyerap pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. (Ratnani Latifah - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Nadrah & Hanbun (2015), "Jelajah 62 Museum", Bhuana Ilmu Populer, 978-6022-499-90-9: 248 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MUSEUM

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25203310

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit