Lost In The USA Cetak E-mail
(1 vote)

Suka Duka "Anak Garpu" Taklukkan Amerika

“Aku ingin bersekolah di luar negeri, karena aku ingin jadi orang berilmu yang punya nilai jual tinggi, dan itu hanya bisa tercapai dengan kuliah di universitas negeri atau universitas di luar negeri”. Itulah salah satu mimpi besar “Anak Garpu” julukan Fathi Bawazier, penulis buku ini, untuk menaklukkan Amerika Serikat. Julukan “Anak Garpu” ia peroleh ketika masih duduk di bangku SMA.

Jadi ceritanya, waktu itu Fathi memiliki dandanan nyeleneh, berbeda dari teman-teman kebanyakan. Rambutnya kribo ala penyanyi lawas Ahmad Albar, yang sangat heboh di masanya. Kebiasaan Fathi membawa garpu ke sekolah sebagai alat untuk merapikan rambut kribonya, lantas menjadikan teman-temannya menjuluki “Anak garpu” (hal. 39).

Fathi mengubur dalam-dalam impian menimba ilmu ke luar negeri. Setelah gagal mengikuti UMPTN, ia bertekad ke luar negeri, bekerja apa saja yang penting halal, lalu menabung untuk biaya kuliah di sana. Awalnya, ia tak berniat ke Amerika Serikat. Waktu itu bersama seorang sahabatnya, ia berusaha mendapat visa Australia, tapi karena pada masa itu Australia sangat sulit ditembus, maka disiasati dengan mengajukan visa AS terlebih dahulu.

Ketika visa Amerika sudah mereka dapatkan, ternyata Kedutaan Australia enggan memberikan visa. Akhirnya, Fathi usul pada sahabatnya, agar pergi ke Amerika saja, dan langsung disetujui. Namun ada satu persoalan berat. Mereka tak memiliki kenalan atau kerabat yang tinggal di Amerika. Itulah yang menjadi alasan sahabatnya menggagalkan pergi ke Amerika. Sementara Fathi tetap bersikeras mewujudkan impiannya ke Amerika. Ia pun memutuskan berangkat ke Amerika bersama Thoriq, anak pamannya (hal. 10).

Setelah melewati berbagai aral melintang, Fathi dan Thoriq tiba juga di negeri Paman Sam. Bukan hal mudah mencari pekerjaan di sana, meski bukan hal sulit jika mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Awalnya, mereka bekerja sebagai cleaning service di sebuah kantor. Sebuah pekerjaan berat dan menguras energi, karena mereka harus mengepel lantai, membersihkan karpet dengan vacuum cleaner, kamar mandi dan meja kantor (hal 102).

Masalah muncul ketika kantor tersebut hanya menerima satu karyawan saja. Akhirnya Fathi yang memilih mundur dan meminta Thoriq saja yang melanjutkan bekerja sebagai cleaning service. Fathi pun berjuang keras untuk mendapat pekerjaan lain. Setelah sempat ditolak, akhirnya ia berhasil bekerja sebagai karyawan di sebuah pom bensin dan bengkel mobil milik Pak Talat.

Masalah kembali datang di kehidupan Fathi. Ada indikasi penggelapan uang yang diduga kuat dilakukan oleh karyawan. Pak Talat mengalami kerugian $200 dan ia mencurigai Fathi pelakunya. Meski sudah menjelaskan bahwa ia bukan pelakunya, tapi karena merasa tak enak hati, akhirnya ia menawarkan pada Pak Talat untuk mengganti sejumlah uang yang raib tersebut. Fathi akhirnya memutuskan pindah kerja ketika suatu hari ia ditawari pekerjaan sebagai pengantar pizza oleh seorang muslim Imigran dari Pakistan bernama Khalid (hal. 121).

Setelah melewati banyak profesi yang penuh suka-duka, mulai dari cleaning service, penjaga pom bensin, pengantar pizza, bahkan sebagai tukang cuci piring, Fathi akhirnya berhasil mendapat pekerjaan lebih layak di Station Operator Inc, subsidiary dari Mobil Oil Corp., sebuah perusahaan perminyakan kelas dunia (hal. 129). Hingga pada suatu hari takdir mempertemukannya dengan Teja Kusuma, pemuda cerdas yang mau membantu dirinya untuk mewujudkan impiannya yang belum kesampaian yakni kuliah dengan biaya terjangkau di Amerika tepatnya di Pierce College (hal. 158).

Seiring berjalannya waktu, kegigihan Fathie dalam bekerja sekaligus kuliah, mengantarkannya mendapat pekerjaan mapan di Amerika; manajer minimarket and gas station di perusahaan kelas international (hal. 166). (Sam Edy Yuswanto - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KISAH NYATA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29702248

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit