The Innovators Cetak E-mail
(1 vote)

Perjalanan Sejarah Revolusi Teknologi Digital

The InnovatorsKemajuan teknologi saat ini terjadi tidak secara instan, tapi berkembang secara bertahap ratusan tahun yang dibangun berdasarkan ide-ide warisan generasi terdahulu. Buku The Innovators memaparkan secara runut perkembangan teknologi digital dari ide Charles Babbage 1834 berupa komputer serbaguna yang dapat menjalankan beragam operasi berdasarkan instruksi pemrograman (hal. 16).

Pada masa itu hanya segelintir yang tertarik ide tersebut. Salahnya seorang wanita bernama Ada Lovelace yang berkontribusi melalui Catatan Lady Lovelace yang dimuat di Scientific Memoirs September 1843. Duet Barbage-Ada telah mengawali penemuan mesin yang kelak disebut komputer. Akan tetapi, baru satu abad kemudian dihasilkan perangkat untuk merakit mesin seperti yang Barbage angan-angankan.

Sejak ide Barbage dicetuskan, sejarah revolusi digital terus bergulir. Banyak tokoh tercatat dalam sejarah penciptaan komputer personal. Antara lain Alan Turing, Claude Shannon, George Stibitz, Howard Aiken, Konrad Zuse, dan John Vincent Atanasoff. Alan Turing, ahli matematika, berhasil menjabarkan komputer universal dalam makalah berjudul On Computable Numbers.

John Vincent Atanasoff merumuskan konsep komputer elektronik. Perkembangan komputer selanjutnya berupa sebuah mesin bernama Enic yang dirampungkan Presper Eckert dan John Mauchly tahun 1945. Ini mesin ini pertama yang memiliki seluruh karakter komputer modern.

Setelah perangkat keras komputer berhasil dibuat, kemudian dikembangkan perangkat lunak komputer, pemrograman atau cara memasukkan kode instruksi yang memerintahkan perangkat keras menjalankan operasi tertentu. Dalam perangkat lunak ini tersimpan formula yang bisa mengubah mesin secara menakjubkan (hal. 76).

Pelopor pengembangan pemrograman paling bersemangat adalah perwira angkatan laut bernama Grace Hopper. Namun dia bukan satu-satunya perempuan pelopor programmer. Bahkan, programmer komputer serbaguna pertama semuanya perempuan. Mereka adalah Jean Jennings, Marlyn Wescoff, Ruth Lichterman, Betty Snyder, Frances Bilas, dan Kay McNulty. Pada musim panas 1945, keenam perempuan tersebut dikirim ke lapangan uji coba Aberdeen untuk mempelajari cara menggunakan kartu berlubang IBM dan menyambungkan kabel ke papan sirkuit (hal. 84).

Penemuan komputer tidak serta merta mencetuskan revolusi karena pada awalnya mengandalkan tabung vakum besar, repih, mahal, dan makan banyak daya (hal. 116). Revolusi teknologi komputer baru terjadi setelah transistor ditemukan Walter Brattain dan John Bardeen tahun 1947. Revolusi digital semakin cepat setelah ditemukan microchip, cikal bakal microprocessor.

Demikianlah yang terjadi pada tahun 1970-an. Kesuksesan microprocessor memungkinkan diciptakan komputer kecil, khususnya Personal Computer (PC) yang bisa diletakkan di atas meja. Pada era ini muncul tokoh-tokoh seperti Bill Gates yang terkenal dengan perangkat lunak Windows, Steve Job yang mendirikan Apple, dan tokoh-tokoh lainnya yang mewarnai revolusi digital.

Setelah PC, revolusi digital tidak terbendung lagi, terutama usai Internet ditemukan. Internet bukan saja menjembatani kolaborasi dalam tim, tapi juga di antara orang banyak yang tidak saling kenal. Kemajuan inilah yang barangkali paling pantas disebut revolusioner (hal. 441). Setelah penemuan Internet, lantas lahir sistem-sistem lain seperti Google, Wikipedia, Firefox, dan Linux.

Buku ditutup dengan sanggahan Lady Lovelace, tidak ada komputer, tak peduli secanggih apa pun, yang bisa benar-benar menjadi mesin “berpikir.” Apakah sanggahan Lady Ada Lovelace yang dicetuskan lebih dari seabad lalu masih bertahan? Tak terbantahkan, belum ada satu mesin pun yang mampu berinisiatif sendiri persis seperti diyakini Ada Lovelace. (Peng Kheng Sun - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Walter Isaacson (2015), "The Innovators", Bentang, 978-6022-911-12-8: 508 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25231054

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit