Swarna Alor; Impian di Langit Timur Cetak E-mail
(1 vote)

Mengenal Kerajinan Tenun Alor Sebagai Kearifan Leluhur

Swarna Alor; Impian di Langit TimurBuku Swarna Alor adalah novel yang mencoba mengenalkan budaya kerajinan tenun Alor yang menggunakan pewarna alami. Ini sebagai kearifan leluhur yang mesti dilestarikan. Tenun-tenun menjadi sangat indah, alami, membaur dengan lingkungan bawah laut dan menyimpan energi alam.

Novel menceritakan tentang dua gadis remaja, Lilo yang ingin menjadi desainer dan Mbarep bercita-cita menekuni dunia model. Mereka menjadi peserta magang di majalah Cantik, yang mengantarkan ke Kampung Hula, Desa Alor Besar, Nusa Tenggara Barat.

Berada di Alor mereka merasa salah pilih (hal. 6). Tidak ada hubungannya dunia desainer dan modeling. Belum lagi, ketika Lilo diajak Mama Sariat memburu teripang dan buah tongke. Menurut Lilo ini merusak lingkungan. Mbarep tidak diberi kesempatan ikut pemotretan di bawah laut karena dianggap amatiran (hal. 38).

Lilo dan Mbarep pun mencoba protes dengan pemilihan lokasi aneh ini. Tapi protes tidak dianggap dan malah memperkeruh keadaan. Mbarep terpaksa menjalani dan mengambil sisi positif. Tapi tidak dengan Lilo. Dia  masih tidak setuju pemilihan tempat magang dan pemburuan teripang. Tindakan itu salah dan harus diluruskan. Lilo lalu menghubungi temannya, Samara, ketua Green World, agar bisa menindaklanjuti perbuatan Mama Sariat.

Masalah pun timbul. Libana, suami Mama Sariat, diculik Samara. Acara Swarna Festival yang rencananya dilakukan untuk memperkenalkan tenun Alor ke masyarakat terancam gagal karena harus melibatkan Libana (hal. 140). Desain baju Lilo akan dipamerkan dengan Mbarep sebagai modelnya.

Lilo sungguh bingung. Setelah membaca sebuah artikel, dia baru menyadari bahwa pikirannya selama ini salah. Sejatinya, tenun diwarnai secara alami karena warna-warni alami kain tenun memiliki hubungan magis dengan alam sekitar yang dibangun leluhur (hal. 142).

Kegiatan memburu teripang dan buah tongke yang dilakukan Mama Sariat untuk pewarnaan kain tenun dan sangat jauh dari niat merusak lingkungan. Mama Sariat dan Libana bahkan memilih bahan alami agar tidak menimbulkan limbah (hal. 147).

Jika Mama Sariat memakai pewarna kimia, sisanya harus dibuang dan bisa merusak lingkungan. Berbeda jika menggunakan teripang. Air rebusan dari teripang yang merupakan limbah digunakan sebagai pewarna kain tenun. Sedang teripangnya sendiri akan dikirim ke seorang pengumpul untuk dibawa ke Surabaya.

Tindakan Mama Sariat upaya untuk melestarikan kearifan leluhur. “Kain-kain itu tidak sekadar benang yang ditenun, tapi sebuah peninggalan leluhur. Memang dulu beberapa perajin pernah memakai pewarna kimia, tapi hasilnya tidak sebagus pewarna alami. Dengan memakai pewarna alami, akan membuat benang dan warna tahan lama,” kata Mama (hal. 176-177).

Merasa bersalah pada semua orang, Lilo mencoba mencari jejak Libana dan berhasil, meski dengan perjuangan keras. Akhirnya Swarna Festifal jadi digelar.  Kejadian itu menyadarkan Lilo dan Mbarep bahwa dalam menilai sesuatu tidak hanya dilihat dari luarnya. Mereka juga menyadari bahwa pengetahuan tentang budaya Indonesia masih sangat minim.  Mereka pun jadi sangat mengagumi Mama Sariat dan para perajin tenun yang sangat gigih mempertahankan warisan leluhur (hal. 199).  

Novel ini sarat makna, mengingatkan betapa pentingnya mengenal kebudayaan Indonesia yang beragam. Salah satunya kerajian tenun Alor. Cara pembuatan kain tenun, motif-motifnya, dan alasan di balik pewarnaannya yang lebih memilih cara alami. (Ratnani Latifah - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Dyah Prameswarie (2015), "Swarna Alor; Impian di Langit Timur", Metamind, 978-6027-209-74: 282 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236738

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit