Mengendalikan Masa Depan Cetak E-mail
(1 vote)

Mencari Solusi Problem Perkotaan Masa Depan

Mengendalikan Masa DepanDi tengah kemajuan, negara ini masih menghadapi problem tak kunjung terselesaikan. Misalnya, kota-kota besar yang terancam serbuan penduduk. Bukan hanya natalitas, tapi terutama urbanisasi yang jauh lebih signifikan perannya. Kian vitalnya kedudukan kota sebagai pusat kegiatan ekonomi membuat semakin kepayahan menjamin kesejahteraan warga. Kemiskinan akhirnya juga memenuhi perkotaan. Atas fakta itu, buku mengingatkan, masa depan kota harus dikendalikan.

Sejatinya, kemampuan dalam membayangkan masa depan merupakan ciri khusus manusia, ujar psikolog Daniel Gilbert. Otak manusia mesin antisipasi yang secara neurologis didukung bagian lobus frontalis. Kapasitas itu mengharuskan menciptakan kemungkinan-kemungkinan di masa depan, tidak hanya memprediksi (hlm 51-53).

Hitungan di atas kertas, Indonesia dalam waktu 25 tahun mendatang membutuhkan sekitar satu juta hektar luas lahan untuk menampung pertumbuhan penduduk kota yang semakin tidak terkendali. Ini belum untuk pengembangan kawasan perkantoran dan pariwisata. Sepertinya mustahil, andai dilihat dari strategi pengembangan kota yang semata-mata diserahkan kepada mekanisme pasar.

Secara sosial, disparitas yang menganga antara ketersediaan ruang perkotaan dan pertumbuhan penghuninya. Ini memunculkan fenomena kepadatan dan secara individual menimbulkan kesesakan. Wajah kota juga seperti “ladang pertempuran ekonomi.” Yang kuat secara finansial akan menentukan wajah dan nasib kota. Berjubelnya bangunan megah dan mewah cenderung mengabaikan masa depan kota karena kerap melalaikan dampak lingkungan hidup.

Sementara, di desa pun, masih banyak warga berdesak-desakan karena tak ada rumah layak huni. Ini bisa  berefek negatif  secara psikologis. Jika kesesakan berlangsung lama, dapat berujung pada gangguan psikologis seperti stres dan depresi (hlm 66). Dalam orientasi membangun manusia, kota yang kuasa menjamin kebutuhan esensial warganya untuk beraktualisasi tanpa diskriminasi merupakan kemutlakan.

Buku juga menyinggung mentalitas manusia. Karakter pemalas, rendah motivasi berprestasi, dan tidak disiplin, tentu menghambat kemajuan. Perlu menggaungkan paradigma psikologi positif untuk mencuatkan potensi-potensi produktif manusia. Jika psikologi patogenis sibuk mempelajari kelemahan dan kerentanan manusia, psikologi positif memusatkan perhatian pada kelebihan serta kekuatan manusia.

Psikologi yang ditonggaki Seligman tahun 1997 itu kontekstual dengan kondisi manusia Indonesia kini. Strategi kebudayaan berbasis pada psikologi positif ditempuh melalui pengoptimalan lembaga-lembaga seperti sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dan organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah menumbuhkan sifat atau  karakter positif (hlm 25-26).

Isu lain yang diulas tentang prasangka sosial. Masih banyak yang kurang beradaptasi atas fakta keragaman ras, suku, dan agama. Ini bisa jadi bom waktu kalau tak diatasi. Masa depan perdamaian dan kerukunan terletak pada soal ini. Strategi pengendaliannya melalui pendidikan berwawasan multikultural. Langkah konkretnya selekas mungkin diterapkan dalam kehidupan sosial di sekolah.

Buku ini bermanfaat untuk memandang permasalahan-permasalahan bangsa, kemudian menemukan landasan teori untuk solusi. Tak dipungkiri, problem tersebut selalu saja aktual, seolah-olah sulit diselesaikan. (Sutopo - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Afthonul Afif (2015), "Mengendalikan Masa Depan", Ircisod978-6023-910-66-3: 304 Halaman.

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29366195

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit